
Earnings Call menjadi salah satu agenda penting bagi investor atau trader saham dalam menentukan langkah ke depan, baik membeli, menjual, maupun menahan posisi. Hasil dari Earnings Call memberikan wawasan penting mengenai performa perusahaan serta rencana strategis yang akan dijalankan manajemen. Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu Earnings Call, perbedaannya dengan Earnings Report, serta mengapa acara ini dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan harga saham.

Earnings Call adalah konferensi publik yang diadakan perusahaan untuk membahas kinerja keuangan kuartalan atau tahunan, termasuk faktor yang memengaruhi naik turunnya pendapatan dan laba.
Acara ini biasanya dipimpin oleh jajaran direksi seperti CEO dan CFO yang mempresentasikan ringkasan laporan keuangan.
Berikut ini rangkaian acara Earnings Call yang umum dilakukan oleh perusahaan:
Dengan rangkaian konferensi seperti itu, pemegang saham dan publik akan mendapatkan konteks yang lebih dalam terkait hasil keuangan perusahaan.
Meskipun tidak semua investor ritel umumnya dapat berinteraksi langsung dengan direksi dalam sesi Earning Call, mereka tetap dapat mengakses seluruh informasinya seperti laporan keuangan, transkrip, dan materi presentasi dan berpartisipasi dalam sesi ini melalui website perusahaan atau platform seperti Yahoo Finance dan NASDAQ Earnings. Dengan kata lain, investor tetap memperoleh konteks lengkap untuk memahami kondisi dan arah perusahaan tanpa harus hadir dalam sesi tersebut.
Sesi ini memberi investor konteks yang lebih luas mengenai perusahaan melalui pemaparan materi dari manajemen. Dengan begitu, investor bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dibandingkan hanya membaca angka-angka di laporan keuangan.
Berikut adalah alasan-alasan pentingnya.
Investor dapat menilai kesehatan keuangan dan arus kas perusahaan dengan konteks tambahan misalnya, penjelasan mengapa biaya operasional meningkat signifikan pada kuartal tertentu, apa faktor pemicunya, dan apakah perubahan tersebut bersifat sementara atau jangka panjang.
Gambaran lain yang bisa diperoleh dari sesi ini adalah proyeksi pendapatan perusahaan ke depan, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhannya. Dalam sesi tanya jawab, analis biasanya akan menyoroti bagian laporan yang kurang jelas atau membutuhkan penjelasan lebih dalam. Dengan begitu, investor mendapatkan alasan yang lebih kuat di balik setiap perubahan angka atau strategi perusahaan.
Kredibilitas manajemen dapat terlihat dari bagaimana mereka menjawab pertanyaan para analis dalam sesi tanya jawab. Cara mereka menjelaskan strategi, menanggapi risiko, serta menjawab isu-isu krusial seperti bagaimana perusahaan menghadapi persaingan yang ketat, menjadi indikator penting apakah manajemen kompeten, transparan, dan layak dipercaya oleh investor.
Sesi ini mendorong manajemen untuk menjelaskan laporan keuangan secara lebih rinci, jelas, dan transparan. Penjelasan tersebut secara tidak langsung membentuk persepsi investor terhadap kompetensi dan kredibilitas manajemen.

Salah satu contoh perusahaan yang mengalami kenaikan harga saham setelah Earnings Call adalah Salesforce Inc. Pada 3 Desember 2025, Salesforce merilis laporan keuangan kuartal ketiganya dan mengadakan Earnings Call. Dalam laporan tersebut, perusahaan mencatat pendapatan sebesar $10.3 miliar, naik 9% YoY dan 8% dalam constant currency (CC).
Dalam sesi tersebut, selain mempresentasikan pertumbuhan pendapatan yang positif, CEO Salesforce, Mark Benioff, juga menyampaikan secara optimis bahwa perkembangan AI dapat dimanfaatkan dalam operasional bisnis.
Earnings Call dapat menjadi katalis pergerakan harga saham karena laporan keuangan yang dipresentasikan oleh manajemen dapat memberikan pandangan yang memengaruhi sentimen investor.
Faktor seperti kesehatan keuangan, proyeksi bisnis, tingkat optimisme jajaran direksi terhadap pertumbuhan perusahaan dan ekspektasi pasar, hingga pernyataan tersirat yang memberikan sinyal tertentu mengenai prospek perusahaan dapat mendorong investor mengambil keputusan beli atau jual, sehingga berpotensi memengaruhi pergerakan harganya.
Selain itu, terdapat berbagai variabel yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham seperti makro ekonomi, peristiwa besar, dan masih banyak lagi.
Baca juga artikel selengkapnya mengenai Katalis Saham di Pintu Academy

Earnings Report adalah laporan keuangan yang dirilis secara publik oleh perusahaan, biasanya secara kuartalan atau tahunan. Sementara, Earnings Call merupakan sesi konferensi yang digelar untuk membahas laporan tersebut.
Untuk perusahaan publik di Amerika Serikat, laporan ini biasanya terkait dengan dokumen resmi seperti Form 10-Q (laporan kuartalan) dan Form 10-K (laporan tahunan). Kedua dokumen tersebut merupakan laporan keuangan lengkap yang wajib diserahkan kepada Securities and Exchange Commission (SEC).
Earnings Report berisi laporan keuangan perusahaan yang mencakup revenue, gross profit, operating expenses, net income per share, dan metrik penting lainnya. Laporan ini juga biasanya menyertakan perbandingan kinerja dengan periode sebelumnya untuk memperlihatkan adanya pertumbuhan atau tidak.
Pada umumnya, Earnings Report dipublikasikan bersama dengan informasi lainnya seperti:
Perlu diketahui, setiap perusahaan dapat menyajikan Earnings Report dengan format dan urutan yang berbeda-beda. Ada juga perusahaan yang merilis Earnings Report terlebih dahulu, kemudian mengadakan Earnings Call.
Laporan keuangan (Earnings report) adalah laporan kunci yang menunjukkan kesehatan finansial perusahaan dan prospek masa depannya. Membaca earnings report yang berisi puluhan halaman angka sering kali terasa mengintimidasi bagi investor pemula. Untuk menangkap sentimen pasar dan menilai kesehatan perusahaan, kamu hanya perlu fokus membandingkan angka aktual dengan ekspektasi pasar melalui beberapa aspek kunci berikut ini:
1. Konsensus Analis
Sebelum sebuah perusahaan merilis laporan keuangannya, para analis dari institusi keuangan besar (Wall Street) sudah membuat prediksi mengenai angka pendapatan dan laba yang akan diraih. Rata-rata dari kumpulan prediksi para ahli inilah yang disebut sebagai Konsensus Analis atau Estimates. Angka ini sangat penting karena berfungsi sebagai standar ekspektasi pasar sebelum dirilisnya laporan keuangan.
Kamu bisa membuka situs Nasdaq, Investing.com, dan Earnings Hub untuk melihat konsensus analis terhadap laporan keuangan yang akan datang.
2. Beat the Estimate vs Miss the Estimate
Pasar saham tidak hanya bergerak berdasarkan seberapa besar keuntungan perusahaan, melainkan berdasarkan perbandingan kinerja aktual dengan ekspektasi pasar (konsensus analis).
3. Laba per Saham (Earnings Per Share/EPS)
EPS adalah indikator utama untuk mengukur profitabilitas sebuah perusahaan. EPS menunjukkan berapa banyak laba bersih perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham yang beredar. Investor mencari pertumbuhan EPS yang konsisten dari tahun ke tahun (Year-over-Year/YoY) atau dari kuartal ke kuartal (Quarter-over-Quarter/QoQ). Semakin tinggi EPS, semakin efisien perusahaan tersebut dalam menghasilkan keuntungan bagi para pemegang sahamnya.
4. Pendapatan (Revenue)
Revenue adalah ukuran total uang tunai yang masuk dari penjualan produk/layanan sebelum dikurangi biaya operasional dan pajak. Pertumbuhan revenue menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk perusahaan masih kuat. Pendapatan juga bisa mengindikasikan permintaan terhadap sebuah industri (misalnya Apple dan Google yang menjadi barometer sektor gawai dan permintaan iklan digital). Jika EPS naik tetapi revenue menurun, terdapat kemungkinan bahwa laba didapat murni dari pemotongan biaya operasional (seperti PHK atau penutupan pabrik) alih-alih dari pertumbuhan bisnis.
5. Marjin Keuntungan (Profit Margin).
Profit Margin adalah persentase pendapatan yang berhasil diubah menjadi laba bersih. Indikator tambahan ini sangat krusial di tengah kondisi ekonomi yang sulit atau inflasi tinggi. Profit margin menentukan tingkat efisiensi sebuah perusahaan. Perusahaan dengan profit margin yang stabil juga bisa membuktikan bahwa mereka memiliki kekuatan penetapan harga (pricing power). Artinya, perusahaan tersebut mampu menaikkan harga jual produk untuk menutupi kenaikan biaya operasional tanpa kehilangan konsumen.
6. Panduan Masa Depan (Forward Guidance)
Forward Guidance adalah proyeksi resmi dari pihak manajemen perusahaan mengenai target pendapatan, laba, dan rencana ekspansi untuk kuartal atau tahun berikutnya. Forward guidance merupakan salah satu elemen yang paling memengaruhi pergerakan harga pasca-earnings call. Sebuah saham bisa saja anjlok meskipun kinerja saat ini sangat baik jika manajemen memberikan guidance yang pesimis terhadap masa depan akibat ketidakpastian makroekonomi atau melemahnya daya beli konsumen.
Kita bisa melihat tiga skenario historis yang terjadi di pasar saham global (Wall Street) dalam beberapa tahun terakhir untuk melihat respon pasar terhadap earnings report:
Nvidia (Mei 2023)
Pada akhir Mei 2023, raksasa sektor teknologi Nvidia (NVDA) merilis laporan keuangan kuartal yang mencetak sejarah. Tidak hanya laba (EPS) dan pendapatannya mengalahkan ekspektasi analis secara signifikan (Double Beat), bagian paling mengejutkan datang dari forward guidance manajemen Nvidia. Manajemen memproyeksikan pendapatan kuartal berikutnya sebesar $11 miliar atau sekitar $4 miliar lebih tinggi dari prediksi Wall Street. Hal tersebut terjadi karena Nvidia mengalami ledakan permintaan cip Artificial Intelligence (AI).
Reaksi Pasar: Saham Nvidia melonjak lebih dari 24% dalam satu malam pasca-pengumuman tersebut, menambah nilai pasar perusahaan hingga ratusan miliar dolar AS dalam waktu yang sangat singkat.
Intel (Agustus 2024)
Skenario terburuk terjadi pada raksasa teknologi Intel (INTC) saat merilis laporan keuangan kuartal kedua di awal Agustus 2024. Perusahaan gagal memenuhi target pendapatan dan EPS dari analis (Miss the Estimate). Lebih parah lagi, saat earnings call, manajemen memangkas forward guidance, menangguhkan pembagian dividen kepada pemegang saham, dan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 15% karyawannya karena perusahaan mengalami kerugian besar.
Reaksi Pasar: Kepercayaan investor runtuh. Keesokan harinya, saham Intel anjlok sekitar 26%, mencatatkan hari perdagangan terburuk bagi perusahaan tersebut dalam 50 tahun terakhir. Aksi jual masif (sell-off) tak terhindarkan.
Tesla (April 2024)
Ini adalah skenario yang paling sering membingungkan investor pemula. Pada April 2024, Tesla (TSLA) melaporkan kinerja kuartal pertama yang sangat buruk. Pendapatan turun tajam dan EPS meleset dari target analis. Secara logika, sahamnya seharusnya hancur. Namun, dalam sesi earnings call, CEO Elon Musk meredakan kepanikan dengan memberikan forward guidance yang menjanjikan: ia mengumumkan percepatan produksi model mobil listrik murah (affordable cars) dan memberikan kepastian terkait peluncuran teknologi Robotaxi.
Reaksi Pasar: Alih-alih turun, saham Tesla justru ditutup meroket lebih dari 12% pasca-rilis. Kasus Tesla membuktikan bahwa pasar saham selalu berpandangan ke depan (forward-looking). Prospek atau narasi masa depan yang menjanjikan sering lebih penting di mata investor.
Earnings season (musim rilis laporan keuangan yang biasanya berlangsung selama beberapa minggu) identik dengan volatilitas tinggi. Berikut adalah beberapa strategi untuk memaksimalkan momentum earnings season:
1. Hindari “Bermain Judi” Laporan Keuangan Menebak apakah harga saham akan terbang atau hancur tepat satu hari sebelum perilisan laporan merupakan spekulasi berisiko tinggi (gambling). Jika kamu belum memiliki posisi di suatu saham, hindari membeli dalam jumlah besar tepat sebelum earnings call dimulai.
2. Menunuggu Pasca Earnings Season Selesai
Sering kali, reaksi hari pertama setelah pengumuman sangat emosional dan berlebihan. Strategi yang lebih bijak adalah menunggu 1 hingga 3 hari setelah earnings call. Pada saat itu, volatilitas ekstrem akan mereda karena pasar sudah selesai mencerna seluruh informasi dari manajemen. Kamu bisa mendapatkan entry point yang jauh lebih rasional. Selain itu, menggali ke dalam berbagai laporan keuangan merupakan cara yang bagus untuk mencari perusahaan dengan nilai fundamental dan harga yang tidak sesuai (undervalued).
3. Manfaatkan Efek Simpati (Sympathy Play) Kinerja satu perusahaan raksasa bisa menjadi indikator bagi seluruh industrinya. Sebagai contoh, jika saham sektor teknologi besar (Big Tech) seperti Nvidia atau Microsoft melaporkan lonjakan pendapatan signifikan karena Artificial Intelligence (AI), saham perusahaan cip atau teknologi lain yang skalanya lebih kecil sering kali ikut naik. Performa perusahaan-perusahaan besar seperti Intel, Amazon, Apple, Intel, dan Nvidia seringkali menjadi barometer untuk sektor tersebut.
Kamu bisa mulai berinvestasi di tokenized stocks seperti Tesla, Nvidia, Apple, dan Microstrategy langsung di aplikasi Pintu, langkah-langkahnya sangat sederhana:
Pintu juga kompatibel dengan dompet digital populer seperti Phantom dan MetaMask, sehingga transaksi kamu semakin mudah. Unduh aplikasi Pintu sekarang di Play Store atau App Store! Keamanan kamu terjamin, karena Pintu diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan CFX.
Selain untuk trading, Pintu juga memungkinkan kamu untuk belajar lebih banyak tentang crypto melalui berbagai artikel edukasi di Pintu Academy yang diperbarui setiap minggu. Semua artikel yang diterbitkan di Pintu Academy hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan.
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Earnings Call cocok bagi investor yang ingin memanfaatkan volatilitas pasar saham, karena pergerakan harga sering kali terjadi setelah sesi ini berlangsung. Tentunya, hal ini menjadi lebih efektif bila dipadukan dengan analisis teknikal dan fundamental. Sesi ini bukan hanya sekadar memberikan potensi “sinyal”, tetapi juga membuka wawasan yang lebih luas tentang kondisi bisnis perusahaan. Melalui sesi ini, investor dapat menilai kualitas manajemen, memahami strategi jangka panjang, serta melihat bagaimana perusahaan merespons berbagai tantangan dan peluang pasar. Pada akhirnya, ini dapat membantu investor membuat keputusan yang lebih terinformasi untuk tujuan investasi mereka.
Bagikan
Table of contents