Disertai Video

Apa itu SpaceX (SPCX)?

Update 29 Jun 2026 • Waktu Baca 10 Menit
Gambar Apa itu SpaceX (SPCX)?
Reading Time: 10 minutes

Bayangkan bisa memiliki saham SpaceX kapan saja, bahkan tengah malam, hanya dengan modal puluhan ribu Rupiah lewat aplikasi crypto. Itulah yang ditawarkan SPCX Tokenized Stock, aset dunia nyata (Real-World Asset/RWA) yang menggabungkan kepemilikan saham perusahaan luar angkasa terbesar di dunia dengan fleksibilitas blockchain. Panduan ini membahas cara kerjanya, performa harga setelah Initial Public Offering (IPO) bersejarah Juni 2026, perbedaan dengan saham tradisional di NASDAQ, dan aspek legalitas serta perpajakan di Indonesia.

Ringkasan Artikel

  • 💰 Valuasi Rekor Dunia: SpaceX mencetak rekor IPO terbesar dalam sejarah pada 12 Juni 2026, meraup dana $75 miliar dengan valuasi awal mencapai $1,77 triliun.
  • ⏱️ Akses 24 Jam via Blockchain: Saham SPCX ditokenisasi di jaringan Solana, memungkinkan investor ritel memperdagangkan saham (utuh maupun fraksional) kapan saja tanpa terikat jam bursa.
  • 🔄 Integrasi DeFi: Token saham SPCX tidak hanya berfungsi sebagai bukti kepemilikan, tetapi juga bisa digunakan sebagai agunan atau jaminan di ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).
  • 🚀 Dominasi Pasar & AI: SpaceX memonopoli peluncuran luar angkasa lewat Falcon 9, resmi mengakuisisi xAI (Februari 2026), dan mengamankan kontrak komputasi AI jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Sejarah SpaceX

Space Exploration Technologies Corp (SpaceX) didirikan pada tahun 2002 oleh Elon Musk dengan tujuan utama mengurangi biaya transportasi luar angkasa dan memungkinkan kolonisasi Mars. Pada awalnya, perusahaan ini menghadapi banyak kegagalan peluncuran yang hampir membuatnya bangkrut. Namun, keberhasilan peluncuran Falcon 1 pada tahun 2008 menjadi titik balik yang mengantarkan SpaceX pada kontrak besar dengan NASA.

Sumber: Yahoo Finance

Berikut adalah lini bisnis SpaceX:

  • Layanan Peluncuran Komersial & Pemerintah: Menyediakan jasa peluncuran satelit untuk berbagai klien global menggunakan armada roket yang dapat digunakan kembali (reusable), seperti Falcon 9 dan Falcon Heavy.
  • Kemitraan Strategis dengan NASA: Menggunakan wahana antariksa Dragon untuk menjalankan kontrak penting, termasuk pengiriman pasokan kargo dan transportasi astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
  • Penerbangan Luar Angkasa Swasta: Memfasilitasi misi penerbangan luar angkasa komersial dan pariwisata luar angkasa untuk warga sipil atau pihak swasta.
  • Starlink (Internet Satelit): Mengoperasikan konstelasi satelit Low Earth Orbit berskala besar untuk menyediakan layanan internet broadband berkecepatan tinggi ke seluruh dunia, melayani pelanggan individu, korporat, maritim, hingga aviasi.
  • Eksplorasi Antarplanet (Starship): Mengembangkan roket super berat generasi berikutnya, Starship, yang dirancang khusus untuk program pendaratan di Bulan (seperti misi Artemis NASA) dan tujuan jangka panjang kolonisasi Mars.

Apa itu SPCX Tokenized Stock dan Bagaimana Cara Kerjanya?

SPCX Tokenized Stock adalah representasi digital dari saham asli perusahaan SpaceX yang diperdagangkan di pasar tradisional. Token ini diterbitkan di jaringan blockchain seperti Solana, BNB Chain, maupun Ethereum melalui perantara pihak ketiga yang diregulasi, salah satunya adalah entitas seperti Backpack Securities atau Ondo Global Markets.

Setiap satu token SPCX didukung secara rasio 1:1 oleh saham asli SpaceX (SPCX) yang dibeli melalui broker atau pialang terdaftar di Amerika Serikat. Saham asli tersebut kemudian disimpan oleh kustodian berlisensi. Sistem ini memastikan bahwa pemegang token SPCX memiliki hak ekonomi yang sama dengan pemegang saham tradisional, termasuk penyesuaian nilai jika terjadi pembagian dividen atau pemecahan saham.

Perbedaan utamanya terletak pada infrastruktur perdagangannya. Karena SPCX berada di atas jaringan blockchain, token ini bisa diperdagangkan kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Selain itu, investor bisa membeli SPCX dalam pecahan kecil atau fraksional sehingga modal yang dibutuhkan jauh lebih terjangkau.

Pelajari tentang Tokenisasi Aset: Pengertian, Cara Kerja, dan Risiko RWA di 2026 di Pintu Academy

Selama lebih dari dua dekade, SpaceX beroperasi sebagai perusahaan tertutup yang pendanaannya berasal dari modal ventura dan investasi privat. Transformasi besar di pasar modal akhirnya terjadi pada 12 Juni 2026 ketika SpaceX resmi mencatatkan sahamnya (IPO) di bursa NASDAQ dengan kode saham SPCX. Saham ini ditawarkan pada harga awal $135 per lembar. IPO ini memecahkan rekor global dengan menghimpun dana segar sebesar $75 miliar dan mendorong valuasi SpaceX menembus $1,77 triliun.

Sebelum IPO, SpaceX juga memperluas cakupan bisnisnya ke sektor kecerdasan buatan. Pada Februari 2026, SpaceX resmi menyelesaikan akuisisi xAI, perusahaan AI yang didirikan oleh Elon Musk. Langkah strategis ini mengintegrasikan kapabilitas AI generatif ke dalam ekosistem SpaceX, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur komputasi AI melalui pusat data Colossus.

Metrik dan Kinerja SPCX

Sejak diluncurkan pada Juni 2026, SPCX langsung menjadi salah satu aset dengan volume perdagangan tertinggi baik di pasar tradisional maupun crypto. Berikut adalah beberapa metrik kinerja penting dari ekosistem SpaceX dan token SPCX:

  • Pencapaian Jaringan: Token SPCX di jaringan Solana berhasil mencatatkan volume perdagangan spot menembus angka $80 juta hanya dalam waktu 24 jam setelah peluncuran. Hal ini menjadikannya salah satu tokenized stock paling likuid di dunia crypto.
  • Pendapatan Perusahaan: Pada tahun 2025, pendapatan SpaceX mencapai $18,67 miliar, dengan Starlink sebagai kontributor terbesar yang menyumbang $11,4 miliar (61% dari total pendapatan). Sejumlah analis memproyeksikan kontribusi Starlink dapat menembus $20 miliar di 2026. Per Februari 2026, Starlink telah melampaui 10 juta pelanggan aktif di 160 negara, dan SpaceX menaikkan harga paket Starlink hingga $10/bulan pada Mei 2026.
  • Dominasi Peluncuran: SpaceX mencetak rekor dunia baru pada tahun 2025 dengan menyelesaikan 165 peluncuran orbital dengan tingkat keberhasilan misi lebih dari 99%. FAA juga mengotorisasi peningkatan kapasitas peluncuran di Starbase, Texas dari 5 menjadi 25 peluncuran per tahun, membuka potensi revenue dari segmen launch yang jauh lebih besar ke depannya.

Performa Saham SPCX dan Masa Depannya

Sumber: Companiesmarketcap

Pada hari pertama perdagangannya di bursa NASDAQ pada 12 Juni 2026, saham SPCX melonjak 19% dan ditutup pada harga $161 per lembar. Kenaikan harga ini sempat mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui $2,1 triliun. Momentum positif ini terus berlanjut hingga harga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di kisaran $222 beberapa hari kemudian.

Namun, layaknya aset dengan volatilitas tinggi, saham SPCX juga mengalami koreksi harga setelah reli panjang. Pada minggu-minggu berikutnya, harga saham dan token SPCX terkonsolidasi di kisaran $150 hingga $160.

Perkembangan Revenue SpaceX dari Tahun 2023 Hingga 2026

Sumber: Companiesmarketcap

Grafik riwayat pendapatan SpaceX (SPCX) menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak tahun 2023 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2025. Data mencatat adanya peningkatan yang signifikan dari $14,01 miliar USD di tahun 2024 menjadi $18,67 miliar USD pada tahun 2025, yang merepresentasikan performa finansial tertinggi perusahaan dalam rentang waktu tersebut.

Namun, tren positif ini berbalik arah dengan tajam saat memasuki tahun 2026, di mana grafik menukik turun secara drastis. Berdasarkan data Trailing Twelve Months (TTM) terbaru untuk tahun 2026, pendapatan SpaceX tercatat di angka $8,76 miliar USD.

Catatan penting: Angka TTM ini adalah data parsial setengah tahun pertama 2026 dan tidak bisa dibandingkan langsung dengan pendapatan full-year 2025 ($18,67 miliar). Ini bukan indikasi penurunan fundamental bisnis SpaceX.

Faktor Risiko SpaceX yang Perlu Diperhatikan

Sebelum berinvestasi pada SPCX, investor perlu memahami beberapa risiko material berikut:

  • Low Free Float: Dengan ~80% saham dikunci oleh Elon Musk dan pihak internal, hanya sekitar 4,2% saham yang beredar bebas. Kondisi ini menciptakan volatilitas harga yang sangat tinggi.
  • Risiko Starship: Elon Musk memperingatkan adanya “genuine risk of bankruptcy” jika Starship gagal mencapai frekuensi penerbangan minimal 2 kali per minggu. Starship adalah kunci untuk misi Mars dan kontrak NASA jangka panjang.
  • Valuasi Premium: CFRA menginisiasi rating “Sell” dengan target $115, menilai valuasi ~$2 triliun sudah terlalu tinggi relatif terhadap fundamental, mengingat SpaceX masih membukukan kerugian bersih $4,9 miliar di 2025.
  • Konsentrasi Pendapatan: Lebih dari 61% pendapatan bersumber dari Starlink, ketergantungan pada satu segmen membawa risiko jika terjadi gangguan kompetitif atau regulatori.
  • Risiko Smart Contract: Bagi pemegang SPCX tokenized, terdapat risiko tambahan terkait keamanan smart contract di jaringan blockchain, di luar risiko pasar konvensional.

Update Terbaru SpaceX dan Pandangan Analis di X

Banyak analis keuangan di platform X dan Wall Street memberikan pandangan beragam terkait masa depan SPCX, beberapa di antaranya adalah:

SpaceX Raih Kesepakatan AI $6,3 Miliar dari Reflection

Menurut Matthew Sigel, head of research di VanEck, melalui thread nya di X, SpaceX ($SPCX) baru saja menandatangani kesepakatan penyediaan infrastruktur komputasi senilai $6,3 miliar dengan startup AI bernama Reflection. Dalam perjanjian jangka panjang tersebut, Reflection akan membayar divisi AI SpaceX (SpaceXAI) sebesar $150 juta per bulan mulai Juli hingga tahun 2029 untuk memanfaatkan perangkat keras di pusat data Colossus 2 milik SpaceX di Memphis.

Reflection sendiri merupakan startup AI open-source asal Amerika yang digadang-gadang sebagai pesaing Deepseek, didirikan pada tahun 2024 oleh mantan peneliti Google DeepMind dan turut didanai oleh Nvidia. Produk utama mereka adalah Asimov, sebuah agen riset kode yang dirancang khusus untuk membantu tim engineer memahami sistem kode yang besar dan kompleks. Fokus ini didasari oleh premis bahwa sekitar 70% waktu engineering lebih banyak dihabiskan untuk membaca dan memahami sistem yang sudah ada ketimbang menulis kode baru dari nol.

SpaceX Amankan Kontrak AI Raksasa dengan Alphabet/Google

Selain kesepakatan dengan Reflection, SpaceX juga mengumumkan kontrak komputasi AI senilai $920 juta per bulan dengan Alphabet (Google), berlaku hingga Oktober 2029. Kesepakatan ini menjadikan SpaceX, melalui divisi infrastruktur komputasi dan pusat data Colossus-nya, sebagai tulang punggung infrastruktur AI bagi perusahaan teknologi terbesar di dunia. Kombinasi kontrak jangka panjang ini menciptakan aliran recurring revenue yang stabil di luar bisnis peluncuran dan Starlink.

Potensi Short Squeeze Raksasa SpaceX ($SPCX)

Menurut analis Crypto Deus melalui thread-nya di X, saham SpaceX ($SPCX) berpotensi memicu short squeeze pasif terbesar di Wall Street akibat krisis pasokan ekstrem. Dengan 80% saham dikunci oleh Elon Musk dan pihak internal, hanya ada sekitar 4,2% saham yang beredar bebas (free float). Kelangkaan pada perusahaan bervaluasi nyaris $2 triliun ini menciptakan efek bottleneck, di mana pesanan beli dalam jumlah besar akan langsung melambungkan harga terlepas dari fundamentalnya.

Lonjakan ini akan semakin dipicu oleh “kewajiban beli” dari reksa dana indeks (MSCI USA dan FTSE Russell 1000) pada akhir pekan ini. Menyadari momentum tersebut, para Market Maker telah memborong saham di kisaran $159 untuk dijual dengan harga premium ke ETF pasif nantinya. Sejalan dengan strategi ini, Crypto Deus memposisikan dirinya dengan menargetkan Take Profit (TP) pertama di level $178, dan TP kedua jika harga berhasil menembus $190.

Rekor Sejarah: Permintaan Ritel IPO SpaceX Tembus $405 Juta

Menurut The Kobeissi Letter, melalui thread nya di X, antusiasme investor ritel terhadap saham SpaceX ($SPCX) pada minggu pertama perdagangannya mencetak rekor bersejarah. Dalam lima sesi perdagangan awal, investor ritel tercatat memborong saham SpaceX senilai lebih dari $405 juta. Berdasarkan data Vanda Research, pencapaian ini menjadikannya pembelian ritel minggu pertama terbesar dalam sejarah IPO, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Rivian ($185 juta) dengan selisih lebih dari dua kali lipat.

Lebih menakjubkannya lagi, total aliran dana ritel ke SpaceX ini berhasil melampaui gabungan pembelian bersih saham kelompok raksasa teknologi “Magnificent 7” yang hanya mencapai $158 juta pada periode yang sama. Bahkan, SpaceX mampu menarik lebih banyak modal ritel dibandingkan gabungan pembelian ETF S&P 500 ($SPY) dan ETF Nasdaq 100 ($QQQ) yang tercatat di angka $352 juta. Hal ini menegaskan bahwa belum pernah ada debut saham yang mampu memicu ledakan permintaan ritel sebesar ini.

Pandangan Bearish: CFRA Inisiasi Rating “Sell”

Meski antusiasme investor ritel sangat tinggi, tidak semua analis optimistis terhadap SPCX. Lembaga riset keuangan independen CFRA menginisiasi liputan saham SPCX dengan rating “Sell” dan target harga $115 per saham, di bawah harga IPO $135.

CFRA berargumen bahwa valuasi SpaceX yang hampir menyentuh $2 triliun sudah terlalu mahal (overvalued) jika dibandingkan dengan fundamental keuangannya, termasuk kerugian bersih $4,9 miliar yang dibukukan di tahun 2025.

Di sisi berlawanan, NewStreet Research memberikan target yang lebih optimistis di angka $165 per saham. Perbedaan pandangan analis ini mencerminkan betapa pentingnya investor melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.

Perbedaan Saham SPCX Tradisional vs. SPCX Tokenized Stock

Aspek PerbandinganSaham Tradisional (SPCX)Tokenized Stock (SPCX)
Jenis AsetSaham Ekuitas Tradisional (NASDAQ)Aset Crypto / RWA (Real-World Asset)
Aset PendukungKepemilikan langsung di perusahaanSaham SPCX asli yang disimpan di kustodian berlisensi
Waktu PerdaganganJam bursa AS (Senin – Jumat)24 Jam setiap hari tanpa hari libur
InfrastrukturSistem kliring tradisional (DTCC)Jaringan Blockchain (Solana, dll)
Akses PembelianBroker saham globalBursa crypto dan Web3 Wallet
Pembelian FraksionalTerbatas tergantung kebijakan brokerSangat fleksibel dengan pecahan kecil
Utilitas TambahanTidak adaBisa digunakan dalam protokol DeFi

Legalitas dan Perpajakan Tokenized Stock SpaceX (SPCX)

Tokenisasi saham di tingkat global harus mematuhi aturan sekuritas yang ketat. Di Amerika Serikat, penerbit tokenized stock seperti Backpack Securities atau entitas lainnya beroperasi di bawah lisensi pialang yang diawasi oleh SEC (Securities and Exchange Commission). Mereka harus memastikan bahwa token yang dicetak benar-benar didukung oleh saham asli di dunia nyata.

Di Indonesia, pengaturan dan pengawasan aset kripto beserta aset keuangan digital kini diawasi sepenuhnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), setelah kewenangannya resmi beralih dari Bappebti sejak 10 Januari 2025. Kerangka hukum peralihan ini diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK) dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2024.

Dari sisi perpajakan, transaksi jual beli aset kripto di bursa lokal kini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025. Berdasarkan aturan terbaru tersebut, PPN transaksi kripto resmi dihapus (0%) dan dialihkan ke PPh Final yang kini menjadi 0,21%. Total potongan di bursa lokal tetap sama (0,21%), namun secara hukum murni dicatat sebagai satu pajak saja (PPh Final).

Pelajari tentang Perbandingan Pajak Tokenisasi Saham vs Saham Konvensional AS di Pintu Academy!

Kesimpulan

SpaceX (SPCX) tidak hanya mencatatkan sejarah melalui misi luar angkasa, tetapi juga berhasil mengguncang pasar keuangan global melalui IPO terbesarnya di tahun 2026. Hadirnya SpaceX Tokenized Stock memberikan revolusi aksesibilitas investasi. Investor kini tidak perlu lagi terhalang oleh jam bursa, batas minimum modal yang besar, atau proses pendaftaran broker tradisional yang rumit. Dengan dukungan teknologi blockchain, siapa pun dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan teknologi paling ambisius di abad ini secara aman dan transparan.

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Harga aset crypto bersifat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah SPCX Tokenized Stock aman dibeli?

Aset ini relatif aman karena diterbitkan oleh institusi berlisensi yang menyimpan saham fisiknya di kustodian terdaftar. Namun, Anda tetap harus mempertimbangkan risiko volatilitas pasar dan risiko terkait smart contract blockchain.

Apakah harga token SPCX akan selalu sama dengan harga saham SpaceX di NASDAQ?

Ya, harga token didesain untuk melacak pergerakan harga saham asli secara presisi. Arbitrase yang dilakukan oleh penyedia likuiditas (market maker) akan memastikan tidak ada perbedaan harga yang signifikan antara token crypto dan saham tradisional.

Apakah saya mendapatkan dividen jika memegang SPCX Tokenized Stock?

Jika SpaceX membagikan dividen di masa depan, pemegang tokenized stock umumnya akan mendapatkan keuntungan tersebut. Biasanya nilai dividen akan diinvestasikan kembali (reinvested) yang secara otomatis akan meningkatkan nilai intrinsik dari token yang Anda pegang.

Berapa modal minimum untuk membeli SPCX?

Melalui pembelian fraksional di platform crypto, Anda bisa membeli token SPCX dengan modal yang sangat kecil, seringkali dimulai hanya dari puluhan ribu Rupiah.

Bagaimana Cara Membeli SpaceX Tokenized Stocks (SPCX) di Pintu?

Jika aset tokenized stock ini sudah tersedia di aplikasi Pintu, berikut adalah langkah mudah untuk membelinya:

  1. Buka dan masuk ke akun aplikasi Pintu Anda.
  2. Navigasi ke menu Market atau Pasar.
  3. Cari aset crypto dengan ticker SPCX.
  4. Masukkan nominal Rupiah yang ingin Anda investasikan.
  5. Konfirmasi pembelian Anda dan selesaikan transaksi.

Referensi

Bagikan

Lihat Aset di Artikel Ini

LEO
->

Harga LEO (24 Jam)

Rp 0

Kapitalisasi Pasar

-

Volume Global (24 Jam)

-

Suplai yang Beredar

-