
Tesla adalah pelopor pengembangan mobil listrik jarak jauh (long-range EV). Selama bertahun-tahun, perusahaan ini menikmati tingginya permintaan terhadap produk-produk premium mereka yang dianggap inovatif dan bergengsi. Strategi awal Tesla menggunakan pendekatan dari atas ke bawah (top-down), yaitu dengan terlebih dahulu merancang dan menjual mobil listrik mewah berperforma tinggi. Pendekatan ini terbukti sangat berhasil dan menciptakan efek citra positif yang besar (halo effect) terhadap brand Tesla di mata konsumen global.
🏢 Tesla Motors, Inc. didirikan pada 1 Juli 2003.
⛓️ TSLAX adalah aset tokenisasi yang mencerminkan harga pasar saham Tesla Inc. secara real-time.
📈 Dalam waktu sekitar 5 tahun, pendapatan Tesla melonjak dari sekitar $30 miliar menjadi mendekati $100 miliar.
🚗 Pada tahun 2025, total pengiriman Tesla mencapai 1,636 juta unit.
Tesla, Inc. (NASDAQ: TSLA) adalah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang otomotif dan energi berkelanjutan. Dikenal luas sebagai pelopor kendaraan listrik (EV), Tesla membawa revolusi besar dalam industri mobil melalui inovasi teknologi dan pendekatan bisnis yang berbeda dari pabrikan otomotif tradisional.
Meskipun Tesla paling dikenal sebagai produsen kendaraan listrik, perusahaan ini juga mengembangkan berbagai produk teknologi dan sistem penyimpanan energi. Hingga tahun 2025, kegiatan bisnis Tesla terbagi ke dalam tiga bidang utama:
Segmen terbesar Tesla mencakup penjualan dan penyewaan kendaraan listrik, serta fitur perangkat lunak seperti Full Self-Driving (FSD). Pada tahun 2024, segmen ini menghasilkan pendapatan sekitar $77 miliar, meskipun pertumbuhannya mulai melambat akibat persaingan yang semakin ketat.
Tesla merancang dan memasang sistem tenaga surya, serta memproduksi produk penyimpanan energi seperti Powerwall dan Megapack. Pada 2024, segmen ini mencatat pendapatan lebih dari $10 miliar, menjadikannya salah satu lini bisnis Tesla yang terus berkembang.
Pendapatan dari layanan perawatan kendaraan, asuransi, pengisian daya, serta lisensi teknologi mencapai sekitar $10,5 miliar pada tahun 2024, menunjukkan peran penting layanan pendukung dalam ekosistem bisnis Tesla.
Selama bertahun-tahun, Tesla juga mendapatkan keuntungan besar dari penjualan kredit karbon regulasi, yang pada tahun 2024 saja menghasilkan pendapatan sebesar $2,76 miliar. Namun, sumber pendapatan ini kini mulai menyusut akibat perubahan kebijakan emisi—terutama sejak diberlakukannya One Big Beautiful Bill Act tahun 2025—serta tren industri otomotif yang semakin mengarah ke kendaraan tanpa emisi.
Tesla awalnya didirikan pada 1 Juli 2003 dengan nama Tesla Motors oleh dua insinyur, Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Setelah sukses menjual perusahaan pertama mereka, keduanya memiliki visi untuk membawa mobil listrik ke pasar global. Saat itu, produsen otomotif besar telah mencoba mengembangkan EV, namun gagal menarik minat pasar luas di luar kalangan pecinta lingkungan dan teknologi.
Saat mencari pendanaan, banyak investor menilai proyek ini terlalu berisiko karena belum ada contoh sukses dari mobil listrik mewah yang menguntungkan. Namun, pendekatan ini berubah saat mereka bertemu Elon Musk, pengusaha terkenal pendiri PayPal dan SpaceX. Musk tertarik pada visi Tesla, lalu berinvestasi besar dan bergabung sebagai anggota dewan direksi.
Pada tahun 2008, Martin Eberhard dan Marc Tarpenning meninggalkan perusahaan. Setelah kepergian mereka, Elon Musk mengambil alih posisi CEO dan mulai memimpin arah perusahaan. Pada tahun 2010, Tesla melakukan penawaran saham perdana (IPO) dan berhasil mengumpulkan dana sekitar $226 juta, menandai langkah penting Tesla ke pasar publik.
Dengan pendekatan bisnis yang berbeda, inovasi teknologi yang agresif, serta visi ambisius dari sang CEO, Elon Musk, Tesla mencuri perhatian dunia. Berikut adalah rangkuman perjalanan Tesla dalam beberapa tahun terakhir, dilihat dari tonggak-tonggak penting yang membentuk citra dan arah perkembangan perusahaan ini:
| Tahun | Peristiwa / Inovasi |
|---|---|
| 2014 | – Tesla merilis semua paten mobil listriknya untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik dan mengurangi emisi karbon global. – Mengumumkan pembangunan Gigafactory pertama di Nevada untuk produksi baterai lithium-ion dalam skala besar. – Mulai menyematkan teknologi Autopilot dengan fitur seperti autosteering dan peringatan tangan tidak menyentuh setir. |
| 2015 | – Membangun jaringan Supercharger yang memungkinkan perjalanan jarak jauh (misalnya New York ke Los Angeles). |
| 2016–2017 | – Mengumumkan semua mobil baru akan dilengkapi perangkat keras untuk mengemudi otonom penuh (kamera, radar, dll). – Gigafactory Nevada resmi dibuka. – Tesla mulai menghapus fasilitas isi daya gratis tanpa batas di Supercharger. – Pembangunan Gigafactory kedua di New York. |
| 2018–2020 | – Mulai membangun Gigafactory ketiga di China. – Oktober 2018: Menghapus opsi “Full Self-Driving” dari situs karena membingungkan konsumen. – Meluncurkan Tesla Model Y, crossover yang lebih kecil dan terjangkau dari Model X, berbagi komponen dengan Model 3. – Penjualan Model Y cepat menyaingi Model 3 dan menjadi salah satu mobil terpopuler Tesla. |
| 2021–2023 | – Elon Musk mengumumkan peluncuran versi beta Full Self-Driving (FSD). – Beberapa kecelakaan fatal memunculkan keraguan publik atas keamanan FSD. – Peluncuran Cybertruck dengan desain futuristik dan tajam, serta pre-order diperkirakan mencapai dua juta unit. |
| 2025 | – Tesla merilis varian lebih murah dari Model 3 dan Model Y, masing-masing seharga $37.000 dan $40.000, dengan jangkauan baterai lebih pendek dan fitur yang lebih sederhana. |
TSLAX adalah aset tokenisasi yang mencerminkan harga pasar saham Tesla Inc. (TSLA) secara real-time. Token ini diterbitkan oleh Backed Finance melalui lini produk xStocks, dan memungkinkan pengguna untuk mengakses performa harga saham Tesla langsung di blockchain, tanpa perlu membuka akun di perusahaan sekuritas tradisional.
Setiap token TSLAX didukung sepenuhnya oleh satu lembar saham TSLA yang disimpan dalam kustodian resmi dan diatur secara ketat, sehingga nilai token tetap transparan dan bisa diverifikasi. Ketika harga saham Tesla berubah di bursa Nasdaq, nilai TSLAX juga akan ikut berubah secara langsung di jaringan blockchain.
Meskipun saham ter-tokenisasi seperti TSLAX dirancang untuk mencerminkan nilai saham tradisional (TSLA), pengalaman perdagangannya sangat berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada cara akses, penyelesaian transaksi, dan integrasinya dalam alur investasi.
Berikut perbandingan secara garis besar antara saham Tesla tradisional dengan token TSLAX:
| Fitur | Saham TSLA Tradisional | Saham Tokenisasi TSLAX |
|---|---|---|
| Jam Perdagangan | Terbatas pada jam perdagangan bursa | Tersedia untuk diperdagangkan 24 jam sehari |
| Akses | Membutuhkan akun broker dan verifikasi KYC | Dapat diakses melalui dompet kripto |
| Waktu Penyelesaian | Biasanya memakan waktu dua hari kerja | Transaksi selesai di blockchain dalam hitungan menit |
| Investasi Minimum | Biasanya harus membeli satu lembar saham penuh | Mendukung kepemilikan sebagian saham |
| Batasan Geografis | Bisa dibatasi oleh wilayah atau negara | Tersedia secara global |
| Integrasi | Terpisah dari sistem kripto | Dapat digunakan dalam platform kripto dan DeFi |
Penting untuk diingat bahwa saham tokenisasi tidak diperdagangkan di bursa tradisional dan mungkin tunduk pada regulasi serta aturan hukum yang berbeda, tergantung pada platform dan yurisdiksi yang digunakan.
Bagi sebagian investor, Tesla mungkin hanya dianggap sebagai produsen mobil listrik. Namun bagi CEO Tesla, Elon Musk, peran Tesla jauh lebih besar dari itu.
“Kita sedang berada di titik penting bagi Tesla dan arah strategi kami ke depan, saat kami mulai menghadirkan teknologi AI ke dunia nyata,” ujar Musk dalam pembukaan panggilan hasil keuangan kuartal ketiga perusahaan.
“Saya rasa penting untuk menekankan bahwa Tesla benar-benar menjadi pemimpin dalam AI dunia nyata.”
Salah satu wujud dari strategi ini adalah peluncuran awal layanan taksi otonom Robotaxi, yang menggunakan mobil Tesla sendiri. Musk meyakini layanan ini akan mengubah secara mendasar cara orang berpindah tempat.
Optimisme Musk terhadap Robotaxi cukup beralasan. Ia percaya bahwa semua mobil Tesla akan mampu mengemudi sendiri tanpa pengawasan manusia. Menurutnya, yang dibutuhkan hanyalah penyempurnaan perangkat lunak yang sedang dikerjakan.
Begitu perangkat lunak tersebut siap, Tesla bisa langsung mengirimkannya ke mobil-mobil pelanggan melalui pembaruan over-the-air (OTA). Artinya, dalam waktu singkat, Tesla berpotensi menjadi perusahaan taksi otonom terbesar di dunia, menyediakan baik armada maupun layanannya secara langsung.
Dilansir dari The Motley Fool (20/1/26), keberhasilan besar dari proyek Robotaxi ini mungkin sudah terlalu dini tercermin dalam harga saham Tesla. Saat ini, rasio harga terhadap laba (P/E ratio) saham Tesla mencapai lebih dari 300—angka yang sangat tinggi, apalagi mengingat belum ada contoh nyata di dunia mengenai jaringan taksi otonom yang berhasil dijalankan dalam skala besar, apalagi yang menguntungkan.
Investor harus benar-benar percaya pada visi Tesla, meskipun masih banyak ketidakpastian terkait kesiapan teknologi, persetujuan regulasi, model bisnis, dan waktu peluncuran dalam skala luas.

Masalah lainnya, pengiriman mobil Tesla justru menurun. Pada 2025, total pengiriman mencapai 1,636 juta unit, turun dari 1,789 juta unit di tahun 2024. Kinerja keuangan pun ikut terdampak—laba bersih Tesla anjlok sekitar 37% dibandingkan tahun sebelumnya di kuartal terbaru yang dilaporkan.


Data dari Companiesmarketcap di atas memperlihatkan perjalanan signifikan harga saham Tesla, Inc. selama 16 tahun terakhir. Pada awal 2010-an, harga saham Tesla bergerak relatif datar dan stabil di level rendah di sekitar $1.
Namun, mulai sekitar akhir 2019 hingga 2021, terjadi lonjakan tajam yang menandai fase pertumbuhan agresif perusahaan. Setelah mencapai puncak, saham Tesla sempat mengalami volatilitas tinggi dengan naik-turun tajam pada periode 2022–2024. Meski demikian, tren jangka panjang tetap positif.
Hingga 21 Januari 2026, harga saham Tesla tercatat sebesar $419,3, mendekati titik tertinggi sepanjang masa yang berhasil dicatatkan pada akhir 2025 di sekitar $456.6. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun menghadapi tantangan pasar dan fluktuasi kinerja, minat investor terhadap saham Tesla tetap kuat.

Grafik di atas menunjukkan pertumbuhan pendapatan Tesla yang sangat signifikan selama lebih dari satu dekade terakhir. Pada periode awal, yaitu antara tahun 2009 hingga sekitar 2015, pendapatan Tesla tumbuh secara bertahap dan masih berada di bawah angka $10 miliar. Namun, setelah itu, terutama mulai 2018, pendapatan mulai meningkat lebih cepat.
Lonjakan yang paling tajam terjadi setelah tahun 2020, di mana Tesla mencatat pertumbuhan pendapatan yang luar biasa. Dalam waktu sekitar lima tahun, pendapatan perusahaan melonjak dari sekitar $30 miliar menjadi mendekati $100 miliar pada tahun 2023 dan 2024.
Namun, menjelang 2025, grafik menunjukkan sedikit penurunan, menandakan bahwa pertumbuhan mulai melambat atau bahkan mengalami koreksi ringan.

Perjalanan rasio P/E (harga terhadap laba) Tesla selama 15 tahun terakhir ini mencerminkan bagaimana pasar menilai valuasi perusahaan dibandingkan dengan laba yang dihasilkan. Pada periode awal (2010–2019), rasio P/E Tesla sebagian besar berada di bawah nol atau sangat rendah, mengindikasikan bahwa perusahaan masih merugi atau belum menghasilkan laba yang signifikan.
Namun, titik balik besar terjadi sekitar 2020, saat rasio P/E melonjak tajam, bahkan sempat menyentuh angka mendekati 1000, mencerminkan ekspektasi pasar yang sangat tinggi terhadap pertumbuhan Tesla ke depan.
Setelah puncak tersebut, rasio P/E mengalami penurunan bertahap namun tetap berada di level tinggi dibandingkan perusahaan otomotif tradisional. Hingga 21 Januari 2026, rasio P/E Tesla tercatat sebesar 255,6, angka yang masih tergolong sangat tinggi dan menunjukkan bahwa saham Tesla tetap dinilai premium oleh investor, meski dengan potensi risiko jika pertumbuhan tidak sesuai ekspektasi.
Mengutip laporan analis pasar Fabien Yip (21/1/26), saat ini, saham Tesla diperdagangkan dengan valuasi sebesar 201 kali proyeksi laba ke depan (forward earnings). Lebih lanjut, analis Wall Street memberikan harga target rata-rata sebesar $389, yang berarti potensi penurunan sekitar 7% dari harga saat ini.
Kekhawatiran soal valuasi juga terlihat dari rekomendasi analis: 30 dari 51 analis menyarankan untuk “tahan” atau bahkan “jual” saham Tesla.

Selain itu, setelah penurunan tajam pada April 2025 dan pergerakan harga yang cukup fluktuatif, saham Tesla secara keseluruhan belum menunjukkan kemajuan berarti dalam satu tahun terakhir. Meski tren naik sejak April sempat memberikan dukungan, harga saham kini mendekati titik rawan penurunan. Indikator momentum menguatkan potensi arah turun ini:

Jika laporan laba perusahaan Q4 tahun 2025, yang akan dipublikasikan pada 28 Januari 2026, mengecewakan, harga saham diperkirakan bisa turun ke level support berikutnya di kisaran $383.
Sebaliknya, jika hasil keuangan di atas ekspektasi, harga berpotensi naik menuju resistensi di $452, yang berada di sekitar rata-rata pergerakan 20 hari (20-day MA).
Di Pintu, cara investasi Tesla cukup mudah. Pembelian TSLAX dapat dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp11.000, sehingga pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap valuasi Tesla tanpa modal besar.
Selain TSLAX Pintu juga menyediakan berbagai tokenized stock lain seperti CRCLX, HOODX, QQQX, dan aset sejenis lainnya melalui laman Market Tokenized Stocks, memungkinkan pengguna mengakses beragam saham global dalam bentuk on-chain dengan mudah.
Berikut cara mudah beli TSLAX di Pintu:
Secara keseluruhan, Tesla bukan sekadar perusahaan produsen mobil listrik tetapi juga merepresentasikan inovasi di persimpangan otomotif, energi, dan kecerdasan buatan. Dengan visi ambisius untuk merevolusi transportasi global melalui teknologi ramah lingkungan dan otonom, Tesla berhasil membangun citra sebagai pelopor industri masa depan.
Dari sisi pasar modal, harga saham Tesla menunjukkan pertumbuhan luar biasa, melonjak dari sekitar $1,59 pada tahun 2010 menjadi lebih dari $419 per Januari 2026. Meski disertai volatilitas tinggi dan valuasi yang sering diperdebatkan, antusiasme investor terhadap prospek jangka panjang Tesla tetap kuat.
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Referensi:
Bagikan
Table of contents