Menengah
Disertai Video

Ondo Finance (ONDO): Analisis Proyek RWA 2026

Update 3 Jul 2026 • Waktu Baca 9 Menit
Gambar Ondo Finance (ONDO): Analisis Proyek RWA 2026
Reading Time: 9 minutes

Tokenisasi saham adalah salah satu perkembangan era digitalisasi yang membawa saham tradisional ke dalam teknologi blockchain. Keunikannya, investor atau trader dapat memperdagangkan tokenisasi saham seperti Nvidia , Google , dan Chevron kapan pun, tanpa jam buka-tutup seperti pasar keuangan tradisional. Salah satu proyek paling terkenal yang membawa inovasi ini adalah Ondo Finance. Dalam artikel ini, kami akan membahas analisis fundamental dan teknikal dari proyek tersebut yang perlu kamu ketahui.

Ringkasan Artikel

  • 📈 Ondo Finance adalah pemimpin sektor RWA dengan TVL terbesar senilai $3,54 miliar.
  • 🏦 3 produk utama Ondo Finance: USDY, OUSG, dan Ondo Global Market, yang berfokus pada tokenisasi aset tradisional.
  • 🌐 Ondo Global Markets menyediakan lebih dari 430 saham dan ETF AS dalam bentuk token yang bisa diperdagangkan 24 jam.
  • 💰 Secara fundamental, Ondo memimpin pasar saham token dengan pangsa sekitar 58% dan menghasilkan fee tahunan sekitar US$55,55 juta.
  • 📊 Secara teknikal, ONDO diperdagangkan sekitar US$0,32 dengan zona support US$0,2733 sampai US$

Apa Itu Ondo Finance?

Ondo Finance adalah platform yang membawa aset keuangan tradisional ke dalam blockchain. Proyek ini bergerak di ranah Decentralized Finance , yaitu layanan keuangan yang berjalan di blockchain tanpa perantara pihak ketiga. Fokus utamanya adalah men-tokenisasi aset yang biasanya hanya bisa diakses lewat institusi keuangan, seperti surat utang pemerintah AS, saham, dan ETF.

Aset seperti obligasi pemerintah AS punya imbal hasil stabil, tapi sulit diakses investor ritel global secara langsung. Ondo mencoba menutup celah itu dengan menerbitkan token yang nilainya dijamin aset nyata, sehingga bisa dipindahkan dan diperdagangkan secepat token crypto pada umumnya.

Pelajari fundamental Ondo selengkapnya di Pintu Academy: Apa Itu Ondo Finance?

Ujung Tombak Produk Ondo Finance

Berikut ini 3 produk utama yang menjadi pendorong pendapatan Ondo. Secara keseluruhan, ketiga produk ini menghasilkan fee tahunan (annualized) sekitar US$55,55 juta dan pendapatan (revenue) tahunan sekitar US$17,16 juta berdasarkan data DeFiLlama, 2 Juli 2026.

1. USDY (US Dollar Yield)

Token yang dijamin surat utang AS jangka pendek dan simpanan bank. Imbal hasil masuk lewat kenaikan nilai token. Terdapat 2 versi, pertama yang harganya naik (accumulating), kedua, versi yang harganya tetap di US$1 tapi jumlah tokennya bertambah (rebasing).

USDY menghasilkan pendapatan untuk Ondo lewat biaya pengelolaan (management fee) sekitar 0,25% per tahun yang dipotong dari imbal hasil surat utang. Per April 2026, USDY memberikan imbal hasil sekitar 4,65% per tahun dengan pasokan sekitar US$740 juta menurut data Ondo. Karena berbasis imbal hasil surat utang yang stabil, USDY menjadi penyumbang fee paling konsisten di antara produk Ondo lainnya.

2. OUSG (Ondo Short-Term US Treasuries)

Dari sisi pendapatan, OUSG memiliki potensi biaya pengelolaan hingga 0,15% per tahun, tapi biaya ini masih digratiskan. Untuk saat ini OUSG hampir tidak menghasilkan pendapatan secara langsung bagi Ondo, karena seluruh imbal hasilnya dikapitalisasi ke nilai aset bersih (Net Asset Value) dana, sehingga manfaatnya mengalir ke investor, bukan ke penerbitnya.

Dana yang berinvestasi di surat utang AS, sebagian besar lewat dana digital milik BlackRock bernama BUIDL, dengan imbal hasil di kisaran 5% per data Ondo dan CCN.

3. Ondo Global Markets: Saham AS Tertokenisasi

Ondo Global Market membawa saham ke dalam teknologi blockchain yang memungkinkan pengguna membeli saham dan ETF AS versi token crypto tanpa adanya jam tutup. Per Juni 2026, terdapat 430 saham dan ETF, termasuk sektor AI, robotika, pertahanan, dan sejumlah ETF BlackRock yang didukung oleh Ondo.

Baca lebih lanjut di Pintu Academy – Apa Itu Tokenized ETF dan Cara Beli ETF Global Lewat Crypto

Volume perdagangan kumulatifnya disebut sudah melewati US$18 miliar. Platform ini juga melakukan ekspansi ke beberapa blockchain lain seperti BNB Chain dan Solana, serta terhubung langsung juga dengan beberapa non-custodial wallet seperti Metamask.

Dari sisi bisnis, Ondo Global Markets menghasilkan pendapatan dari aktivitas perdagangan tokenisasi saham, dan kontribusinya terus tumbuh mengikuti volume. Meski begitu, mayoritas fee protokol Ondo saat ini masih berasal dari produk berbasis imbal hasil seperti USDY.

Pelajari mengenai Tokenisasi Aset: Pengertian, Cara Kerja, dan Risiko RWA di 2026.

Produk Baru Ondo Di Tahun 2026

Sumber: x.com/@OndoFinance

Ondo terus menambah lini produk. Pada 9 Juni 2026, Ondo mengeluarkan Ondo Perps, platform perpetual futures yang memungkinkan pengguna di luar Amerika Serikat dapat memperdagangkan saham dan ETF AS token dengan leverage hingga 20 kali lipat.

Yang membedakan Ondo Perps dengan kompetitor lainnya yaitu jaminan (collateral) yang tidak terbatas hanya pada stablecoin, tapi juga bisa berupa aset sekuritas token. Peluncuran ini menjadi salah satu langkah besar pertama di bawah CEO baru Ondo, Ian De Bode, yang memimpin setelah pendiri Ondo meninggal dunia pada Mei 2026.

Analisis On Chain Ondo

Dalam bagian ini, kami akan mengulas beberapa metrik utama, mulai dari fee yang dihasilkan protokol, TVL yang dimiliki hingga struktur pasokan token ONDO. Ulasan ketiga metrik tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pertumbuhan proyek.

Data TVL dan Fee Ondo

Sumber data: DeFiLlama

Data kuartalan DeFiLlama memperlihatkan lonjakan besar pada total dana yang disimpan di Ondo (TVL). Dari US$1,945 miliar pada kuartal keempat 2025, TVL naik ke US$3,044 miliar pada kuartal pertama 2026, lalu US$3,568 miliar pada kuartal kedua 2026. Artinya TVL mengalami lonjakan hampir dua kali lipat hanya dalam dua kuartal.

Yang menarik, pertumbuhan fee tidak secepat TVL. Fee justru sedikit turun dari US$13,32 juta pada kuartal keempat 2025 ke US$13,26 juta pada kuartal pertama 2026 meski TVL melonjak, baru kemudian naik ke US$15,3 juta pada kuartal kedua 2026. Pola ini mengindikasikan sebagian besar dana baru masuk ke produk yang belum menghasilkan fee besar bagi protokol, seperti OUSG yang biayanya masih digratiskan dan Global Markets yang pendapatannya bergantung pada volume. Bagi investor, ini mempertegas bahwa ukuran platform Ondo tumbuh lebih cepat daripada pendapatan yang benar-benar mengalir ke protokol.

Tokenomics Ondo

Memahami token ONDO penting karena perannya berbeda dari yang sering diasumsikan investor.

Sumber: Tokenomist.ai dan DropsTab

Sebagian besar token Ondo dibuka bertahap lewat proses cliff tahunan dari 18 Januari sampai 2029. Unlock besar berikutnya akan terjadi pada 18 Januari 2027 sekitar 1,94 miliar token ONDO atau 19,39% dari total pasokan token, yang bernilai sekitar US$638 juta.

Saat TVL dan fee pada protokol mengalami pertumbuhan, pemegang token ONDO belum tentu ikut menikmati efeknya. Hal ini karena pendapatan fee protokol, TVL yang dikelola, dan nilai token belum memiliki keterkaitan yang kuat. Selain itu, token unlock secara bertahap juga dapat berpotensi memengaruhi dinamika harga Ondo di pasar.

Analisis Teknikal Ondo

Timeframe: Mingguan

Support: $0,2733-$0,3045.

Resistance: $0,4155-$0,4439.

Dengan pendekatan analisis teknikal support dan resistance, terdapat area harga yang kerap bereaksi secara historis. Saat ini, Ondo berada di harga sekitar $0,3299. Ondo membuka pekan ini dengan candle mingguan hijau di awal Juli, setelah dua minggu berturut-turut mengalami penurunan.

Area support $0,2733–$0,3045 menjadi area penting yang harus dijaga agar momentum pantulan tetap bertahan, dengan tantangan terdekat berada di area resistance $0,4155–$0,4439.

Secara historis, harga Ondo kerap mengalami konsolidasi sebelum akhirnya memantul, namun berulang kali gagal menembus area resistance tersebut setelah beberapa kali percobaan. Ondo perlu berhasil menembus area resistance ini untuk memvalidasi kelanjutan pantulan. Namun, analisis ini bukan prediksi harga, melainkan kerangka untuk mengukur probabilitas.

Posisi Ondo Finance di Pasar RWA dan Pesaingnya

Dari sisi TVL, Ondo merupakan salah satu pemimpin di sektor RWA, khususnya pada segmen tokenisasi aset dan produk berbasis surat utang. Keunggulan utamanya terletak pada jaringan kemitraan dengan institusi keuangan besar. Ondo bekerja sama dengan BlackRock melalui dana BUIDL, serta berpartisipasi dalam berbagai inisiatif bersama JPMorgan, Mastercard, dan Ripple.

Dari sisi regulasi, Ondo telah menyampaikan masukan tertulis kepada regulator pasar modal AS (SEC) yang berisi usulan kerangka pengembangan tokenisasi sekuritas. Sementara itu, pada Juli 2026, DTCC dijadwalkan memulai uji coba terbatas perdagangan tokenisasi sekuritas melalui layanan tokenisasinya bersama lebih dari 50 perusahaan, termasuk Ondo Finance, BlackRock, JPMorgan, dan Goldman Sachs. Keterlibatan dalam inisiatif tersebut menunjukkan bahwa Ondo menjadi salah satu peserta yang terlibat dalam pengembangan infrastruktur tokenisasi bersama sejumlah institusi keuangan besar.

Ketahui lebih lanjut Apa Itu Real World Asset (RWA) di Pintu Academy.

Dibanding pesaing langsungnya di pasar tokenisasi saham, Ondo memimpin cukup jauh. Menurut data rwa.xyz, Ondo Global Markets menguasai sekitar 58% pangsa pasar saham token on-chain, sementara xStocks dari Backed berada di posisi kedua di sekitar 37%.

Ondo menyediakan lebih dari 430 tokenisasi saham dan ETF di berbagai blockchain, seperti Solana, Ethereum, dan BNB Chain. Sebaliknya, xStocks lebih berfokus pada Solana dengan mengutamakan kecepatan dan likuiditas. Perbedaan utama Ondo terletak pada fokusnya terhadap kepatuhan regulasi dan infrastruktur institusional, yang didukung oleh ekspansi ke Uni Eropa serta kolaborasi dengan institusi besar.

Perbandingan Ondo vs xStocks

MetrikOndo Global MarketsxStocks (Backed)
Pangsa pasar saham token on-chainSekitar 58%Sekitar 37%
Nilai aset on-chainSekitar US$638 jutaSekitar US$408 juta
Volume perdaganganKumulatif lebih dari US$18 miliarLebih dari US$10 miliar dalam 4 bulan
Jumlah aset tokenLebih dari 430 saham dan ETFPuluhan saham dan ETF utama
BlockchainSolana, Ethereum, BNB ChainFokus di Solana
Keunggulan utamaRegulasi dan mitra dari institusiKecepatan dan likuiditas
Data tabel per rwa.xyz dan laporan pasar, Juni 2026.

Dari tabel tersebut terlihat bahwa Ondo dan xStocks mengadopsi strategi yang berbeda. Ondo memiliki pangsa pasar yang lebih besar (sekitar 58% dibandingkan 37%), nilai aset on-chain yang lebih tinggi, variasi aset yang lebih beragam, serta dukungan terhadap lebih banyak blockchain.

Sebaliknya, xStocks lebih berfokus pada aktivitas investor ritel, yang tercermin dari volume perdagangan yang tinggi dalam waktu relatif singkat meski menawarkan lebih sedikit aset dan hanya berjalan di jaringan Solana. Secara umum, Ondo lebih menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur dan kemitraan institusional, sedangkan xStocks berfokus pada likuiditas dan aktivitas perdagangan di ekosistem Solana.

Potensi dan Risiko Ondo Finance di 2026

Potensi

Potensi terbesar Ondo berasal dari besarnya pasar yang dibidik. Sektor RWA diproyeksikan terus berkembang hingga 2030, dengan estimasi nilai mencapai triliunan dolar AS menurut sejumlah lembaga riset. Sebagai salah satu proyek dengan TVL terbesar di sektor RWA serta didukung berbagai kemitraan institusional, Ondo berada pada posisi yang relatif kuat untuk memanfaatkan pertumbuhan tersebut apabila adopsi tokenisasi aset terus meningkat. Selain itu, perkembangan regulasi di AS yang semakin jelas juga berpotensi mendorong partisipasi institusi dalam tokenisasi aset.

Pelajari Ide Portofolio Aset Tokenisasi: Jenis dan Cara Memilihnya dari Pintu Academy.

Risiko

Risiko utama justru berada pada tokennya, bukan pada perkembangan bisnisnya. Hingga saat ini, ONDO belum memiliki mekanisme yang secara langsung menghubungkan pertumbuhan pendapatan platform dengan nilai token. Selain itu, jadwal unlock token yang masih berlangsung hingga 2029 berpotensi meningkatkan pasokan yang beredar di pasar. Risiko lainnya berasal dari aspek regulasi, mengingat kerangka hukum untuk tokenisasi sekuritas masih terus berkembang di berbagai yurisdiksi. Di sisi internal, Ondo juga sedang menjalani transisi kepemimpinan sehingga perkembangan strategi dan eksekusinya perlu terus diperhatikan.

Kesimpulan

Ondo Finance menunjukkan bahwa pertumbuhan sebuah proyek crypto tidak selalu diikuti oleh peningkatan nilai tokennya. Melalui produk seperti USDY, OUSG, dan Ondo Global Markets, Ondo menjadi salah satu proyek yang aktif menghubungkan aset keuangan tradisional dengan infrastruktur blockchain, sekaligus membangun posisi sebagai salah satu pemimpin di sektor RWA berdasarkan TVL.

Disclaimer*: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.*

FAQ

Apa itu Ondo Finance?

Ondo Finance adalah platform yang men-tokenisasi aset keuangan tradisional seperti surat utang pemerintah AS, saham, dan ETF, lalu menerbitkannya sebagai token di blockchain. Tujuannya membuat aset itu bisa diakses dan diperdagangkan layaknya crypto.

Apa fungsi token ONDO?

ONDO adalah token governance untuk ikut memberi suara dalam keputusan protokol. Token ini tidak otomatis membagikan pendapatan platform ke pemegangnya, jadi nilainya tidak langsung mengikuti pertumbuhan bisnis Ondo.

Apakah ONDO bisa dibeli di Indonesia?

ONDO termasuk aset crypto yang bisa diperjualbelikan di bursa yang berizin dan diawasi OJK di Indonesia. Selalu pastikan kamu membeli lewat platform yang resmi dan berizin seperti Pintu.

Kenapa harga ONDO bisa turun saat TVL naik?

Karena TVL mengukur dana yang dikelola platform, sedangkan harga ONDO dipengaruhi permintaan terhadap tokennya. Keterkaitan token dengan pendapatan protokol masih lemah, dan tekanan unlock token menambah pasokan, sehingga harga bisa melemah meski bisnis tumbuh.

Apakah investasi di ONDO aman?

Tidak ada aset crypto yang bebas risiko. ONDO menghadapi risiko volatilitas harga, tekanan unlock, dan ketidakpastian regulasi. Lakukan riset sendiri dan sesuaikan dengan profil risikomu sebelum berinvestasi.

Cara Mulai Investasi Token Ondo di Pintu

Setelah memahami proyek RWA seperti Ondo, kamu bisa dengan mudah melakukan investasi/trading aset RWA seperti Ondo dan tokenisasi saham seperti Nvidia (NVDAX), Google (GOOGLX), dan Chevron (CVXON) di aplikasi Pintu. Semua tersedia dalam satu aplikasi yang aman, mudah digunakan, dan sesuai untuk pemula maupun investor berpengalaman.

Berikut cara membeli aset crypto di Pintu:

  1. Buat akun Pintu dan ikuti proses verifikasi identitasmu untuk mulai trading.
  2. Pada homepage, klik tombol deposit dan isi saldo Pintu menggunakan metode pembayaran pilihanmu.
  3. Buka halaman market dan cari aset favoritmu!
  4. Klik beli dan isi nominal yang kamu mau.
  5. Sekarang kamu sudah mempunyai aset crypto!

Ayo download aplikasi kripto Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & CFX.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya!

Referensi

Bagikan

Lihat Aset di Artikel Ini

DEFI

0.0%

->
NVDAX

0.0%

->
GOOGLX

0.0%

->
CVXON

0.0%

->

Harga DEFI (24 Jam)

Rp 0

Kapitalisasi Pasar

-

Volume Global (24 Jam)

-

Suplai yang Beredar

-