
Jakarta, Pintu News – Ethereum saat ini memperlihatkan dua sinyal kewaspadaan secara bersamaan. Di satu sisi, momentum pada grafik harian mulai melemah. Di sisi lain, terdapat klaster likuidasi besar yang berada sedikit di atas harga saat ini, tepatnya di kisaran $2,100.
Kombinasi kedua kondisi ini menandakan bahwa ETH sedang berada di area yang cukup sempit, dengan potensi pergerakan harga yang lebih tajam apabila tekanan meningkat ke salah satu arah. Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum saat ini?

Pada 1 April 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $2,097 atau setara dengan Rp35.789.661, mengalami kenaikan 1,62% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp34.534.835 dan level tertingginya di Rp36.102.731.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp4.312 triliun, dengan volume perdagangan harian yang naik 13% menjadi Rp336,13 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di $67.000 Hari Ini (1/4/26): Apa Selanjutnya?
Grafik harian ETH ini menunjukkan pola yang menyerupai rising wedge setelah penurunan tajam pada Februari. Harga sempat membentuk higher low tipis, sementara sisi atasnya tetap tertahan di area resistance yang relatif sama, yaitu di sekitar $2,200. Artinya, pembeli memang berhasil mendorong ETH naik dari titik terendahnya, tetapi belum mampu menembus batas resistance tersebut.
Bagian yang lebih penting pada grafik ini adalah garis RSI di bawahnya. Sebelumnya, RSI bergerak dalam tren naik sejak awal Februari dan mendukung pemulihan harga yang berlangsung perlahan. Namun kini, tren naik RSI tersebut tampak sudah patah. Kondisi seperti ini biasanya menandakan bahwa momentum mulai memudar bahkan sebelum harga benar-benar mengalami penurunan yang lebih dalam.
Jadi, poin utama yang ingin disampaikan Ted adalah bahwa pelemahan pada RSI bisa muncul lebih dulu, lalu pergerakan harga menyusul setelahnya.
Saat ini, ETH masih berada di dalam pola tersebut. Karena itu, grafik ini belum mengonfirmasi breakdown secara penuh. Meski begitu, susunannya terlihat cukup rapuh. Jika ETH turun menembus garis tren naik bawah di area $2,000 hingga $2,030, maka pola wedge berpotensi gagal dan harga bisa kembali menguji area support yang lebih rendah, kemungkinan di sekitar $1,900, lalu area terendah Februari di kisaran $1,750 hingga $1,800.
Sebaliknya, jika ETH mampu kembali menguat dan ditutup di atas resistance horizontal dekat $2,200, maka skenario bearish ini menjadi kurang relevan. Dalam kondisi tersebut, pola yang saat ini terbentuk bisa berubah menjadi upaya pemulihan yang lebih kuat, bukan lagi sinyal menuju breakdown.
Baca juga: 6 Data Ekonomi AS Ini Berpotensi Guncang Crypto Jelang Good Friday
Secara keseluruhan, grafik ini untuk sementara masih cenderung bearish karena momentum sudah lebih dulu melemah, sementara harga masih berada dalam fase menguji area support.
Heatmap likuidasi dari CoinAnk menunjukkan bahwa klaster likuidasi ETH terbesar berada di sekitar level $2,100. Area yang paling terang pada grafik terkonsentrasi di zona tersebut, yang menandakan adanya akumulasi besar posisi berleverage yang berpotensi terlikuidasi apabila harga bergerak masuk ke area itu.
Hal ini penting karena zona likuidasi sering kali berfungsi seperti magnet harga. Dengan kata lain, pasar cenderung bergerak menuju level-level tersebut ketika likuiditas terkumpul di sana. Dalam konteks ini, grafik mengindikasikan bahwa $2,100 menjadi area utama yang sedang diperhatikan trader, karena memuat konsentrasi potensi likuidasi paling besar.
Pada saat yang sama, grafik juga memperlihatkan adanya tumpukan likuiditas di atas area tersebut, khususnya di kisaran $2,100 hingga $2,200. Karena itu, apabila ETH berhasil naik menembus $2,100, volatilitas berpotensi meningkat dengan cepat. Pergerakan ke zona itu dapat memicu penutupan posisi secara paksa dan menciptakan reaksi harga yang lebih tajam.
Di sisi bawah, juga terlihat likuiditas support yang cukup jelas di area $1,900 hingga $1,950. Artinya, ETH saat ini sedang diperdagangkan di antara dua kantong likuiditas penting. Meski demikian, pesan paling jelas dari grafik ini adalah bahwa level $2,100 menonjol sebagai area likuidasi utama sekaligus titik tekanan yang paling berpotensi mendorong pergerakan harga ke sisi atas.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: