Bitcoin Memasuki Bulan Februari: Seberapa Besar Peluang Rebound Berdasarkan Sejarah?

Di-update
February 3, 2026
Bagikan
Gambar Bitcoin Memasuki Bulan Februari: Seberapa Besar Peluang Rebound Berdasarkan Sejarah?

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin masih berada dalam tekanan menjelang pergantian bulan, setelah mencatatkan kinerja negatif sepanjang Januari. Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 82.891 atau sekitar Rp 1,39 miliar, turun 7,5% secara mingguan dan lebih dari 20% secara tahunan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan klasik di pasar crypto dan cryptocurrency: apakah Februari mampu membawa pemulihan, atau justru memperpanjang fase koreksi? Jawabannya banyak dicari melalui pola historis dan pandangan analis pasar.

Januari Melemah, Kuartal Pertama Masih Tanda Tanya

Secara historis, Januari kerap menjadi indikator awal bagi pergerakan kuartal pertama Bitcoin (BTC). Data menunjukkan bahwa kinerja Q1 tidak selalu konsisten, dengan fluktuasi ekstrem dari tahun ke tahun. Pada 2021, kuartal pertama mencatatkan lonjakan lebih dari 100%, sementara 2018 justru mengalami penurunan hampir 50%. Variasi ini menegaskan bahwa pelemahan Januari tidak otomatis menentukan arah penuh Q1.

btc performance review
Sumber: Coin Edition

Pada Januari 2026, tekanan jual masih mendominasi pasar crypto, seiring melemahnya sentimen risiko global. Penurunan harga Bitcoin (BTC) juga berdampak pada altcoin utama seperti Ethereum dan Ripple , yang ikut terkoreksi. Meski demikian, sejarah menunjukkan bahwa fase awal tahun sering kali diwarnai volatilitas sebelum arah yang lebih jelas terbentuk. Karena itu, pelaku pasar mulai mengalihkan fokus ke performa Februari sebagai konfirmasi lanjutan.

Baca juga: Nama Jeffrey Epstein Muncul di Arsip Awal Industri Crypto, Ini Temuannya

Rekam Jejak Februari: Bulan Favorit Bitcoin?

Analisis data bulanan sejak 2011 menunjukkan bahwa Februari secara statistik termasuk bulan yang relatif kuat bagi Bitcoin (BTC). Dari seluruh periode tersebut, hanya empat kali Februari ditutup negatif, sementara sisanya mencatatkan kenaikan dengan rata-rata sekitar 13%.

februari historical context
Sumber: Coin Edition

Bahkan, beberapa reli terbesar Bitcoin terjadi pada Februari, termasuk lonjakan lebih dari 60% pada 2011 dan hampir 45% pada 2024. Fakta ini membuat Februari sering dipandang sebagai bulan pemulihan setelah Januari yang lemah.

Menariknya, Februari kerap mengikuti bias arah Januari, namun tidak sepenuhnya bergantung padanya. Dalam beberapa kasus, meski Januari ditutup merah, Februari tetap mampu berbalik positif. Hal ini menunjukkan bahwa Februari memiliki kekuatan independen sebagai periode evaluasi awal tahun. Bagi pasar cryptocurrency, bulan ini sering menjadi penentu apakah sentimen bullish mulai terbentuk atau justru risiko masih mendominasi.

Baca juga: Pekan Krusial Pasar Crypto: Bangkit dari Koreksi atau Anjlok Lebih Dalam?

Proyeksi Analis: Antara Risiko Turun dan Sinyal Balik Arah

Pandangan analis terhadap prospek Bitcoin (BTC) di Februari dan semester pertama 2026 masih terbelah. Sejumlah analis teknikal menilai risiko penurunan lanjutan masih terbuka, dengan area USD 75.000 atau sekitar Rp 1,26 miliar sebagai support penting.

Bahkan, skenario ekstrem menempatkan zona USD 65.000–60.000 sebagai target jika tekanan makro berlanjut. Dalam pandangan ini, reli jangka pendek dinilai akan tertahan oleh resistance teknikal.

Di sisi lain, analis lain menilai Bitcoin (BTC) mulai mendekati fase valuasi menarik secara historis. Indikator seperti RSI terhadap emas dan MVRV Z-Score disebut berada di level yang kerap muncul menjelang akhir pasar bearish.

Jika Bitcoin mampu menembus kembali area USD 87.000 atau sekitar Rp 1,46 miliar, peluang kembali ke kisaran harga sebelumnya terbuka, dengan target psikologis USD 100.000. Perspektif ini menguatkan narasi bahwa Februari bisa menjadi titik awal perubahan momentum.

Kesimpulan

Performa Februari akan menjadi ujian penting bagi arah pasar crypto di awal 2026. Data historis memberikan alasan untuk optimisme, namun risiko penurunan belum sepenuhnya hilang menurut sejumlah analis. Dengan Januari ditutup negatif, Februari berpotensi menjadi periode konfirmasi apakah tekanan telah mereda atau masih berlanjut. Bagi pelaku pasar, kombinasi pola historis, indikator on-chain, dan dinamika makro akan menjadi kunci dalam membaca langkah Bitcoin (BTC) selanjutnya.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->