
Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali diguncang oleh dua kabar besar yang membuat para pelaku industri dan investor waspada. Odds Clarity Act Crypto 2026 di Polymarket anjlok drastis dari 82% menjadi hanya 53%, menandakan kepercayaan terhadap kepastian regulasi semakin menipis.
Di saat yang sama, kebijakan tarif global 15% yang diberlakukan melalui Trade Act Section 122 menambah tekanan makroekonomi. Kombinasi dua faktor ini membuat indeks Fear & Greed kripto terperosok ke zona Extreme Fear, memperkuat sentimen negatif di seluruh pasar aset digital.
Penurunan odds Clarity Act Crypto 2026 di Polymarket bukan sekadar anomali pasar prediksi, melainkan sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap kepastian regulasi kripto di Amerika Serikat sedang mengalami krisis. Selama berbulan-bulan, pelaku industri dan institusi keuangan tradisional menaruh harapan besar pada RUU ini sebagai solusi pembagian pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Banyak penerbit stablecoin dan institusi besar yang telah menyiapkan strategi kepatuhan berdasarkan kerangka kerja yang dijanjikan Clarity Act. Namun, dengan odds yang anjlok 30 poin persentase, kini ketidakpastian institusional kembali mendominasi sentimen pasar.
Tanpa adanya kepastian hukum, kekhawatiran akan regulasi berbasis penegakan hukum (regulation by enforcement) kembali menghantui. Bank-bank besar mulai menahan diri, sementara desk treasury memilih untuk mengurangi risiko. Fenomena ini memicu gelombang FUD (Fear, Uncertainty, Doubt) di kalangan pelaku pasar kripto menjelang 2026. Indeks Fear & Greed kripto pun terjebak di level 11–14, menandakan suasana pasar yang sangat pesimistis dan mendekati titik kapitulasi.
Baca juga: Ethereum Foundation Kunci 70.000 ETH, Apa Dampaknya untuk Harga ETH?
Di tengah kebuntuan politik di Washington, kebijakan tarif global 15% yang diumumkan pemerintah Amerika Serikat menambah beban berat bagi pasar kripto. Meskipun Mahkamah Agung sebelumnya telah membatalkan otoritas tarif lama, pemerintah kini memanfaatkan Trade Act Section 122 untuk memberlakukan tarif baru yang efektif mulai 24 Februari.
Kebijakan ini langsung memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat narasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Akibatnya, likuiditas di pasar aset berisiko seperti kripto semakin terkuras.
Kripto, yang selama ini sering diperlakukan sebagai proxy saham teknologi dengan volatilitas tinggi, sangat rentan terhadap tekanan makroekonomi seperti ini. Momentum bearish semakin kuat, membuat investor dan trader memilih untuk menahan diri atau bahkan keluar dari pasar.
Banyak analis menilai bahwa selama ketidakpastian tarif dan regulasi belum mereda, harga-harga aset digital akan sulit untuk pulih. Situasi ini juga memperkuat persepsi bahwa kripto masih jauh dari status sebagai aset lindung nilai yang stabil.
Baca juga: Harga Emas Perhiasan Semar Nusantara Hari Ini, 25 Februari 2026
Tekanan makro dan regulasi langsung tercermin pada pergerakan harga aset kripto utama. Bitcoin kini berjuang mempertahankan level support di $65.000, dengan $60.000 menjadi batas psikologis berikutnya yang sangat krusial.

Identitas Bitcoin (BTC) sebagai aset lindung nilai atau sekadar instrumen spekulatif kembali dipertanyakan di tengah gejolak ini. Ethereum juga mengalami nasib serupa, setelah menembus level $1.890 dan kini mendekati $1.750, membuat narasi Real World Asset (RWA) dan stablecoin kehilangan momentum.
Solana pun tak luput dari tekanan, turun ke kisaran $75 setelah sebelumnya sempat menembus $80. Meskipun aktivitas pengembang di ekosistem Solana (SOL) masih tinggi, hal ini belum mampu menahan dampak dari guncangan makro. Ripple , yang memiliki sejarah regulasi unik, juga ikut tertekan dan kini diperdagangkan di bawah $1,35, bergerak seirama dengan tekanan pasar secara umum. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sentimen negatif telah menyebar merata ke hampir seluruh aset kripto utama, tanpa terkecuali.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi