
Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah melonjak hingga $65.082 pada Rabu, mencatat kenaikan 3% dalam 24 jam terakhir. Lonjakan ini terjadi di tengah pidato State of the Union (SOTU) Presiden Donald Trump yang sama sekali tidak menyinggung isu kripto maupun Bitcoin (BTC).
Ketidakhadiran topik kripto dalam pidato tersebut memicu perdebatan di kalangan investor dan pengamat pasar mengenai arah pergerakan Bitcoin (BTC) selanjutnya. Di tengah euforia pasar, muncul pula peringatan dari tokoh kontroversial Peter Schiff yang menyoroti potensi koreksi tajam pada aset digital ini.
Peter Schiff, seorang pendukung emas yang dikenal vokal, kembali melontarkan kritik tajam terhadap Bitcoin (BTC) di platform X. Menurut Schiff, lonjakan harga Bitcoin (BTC) menjelang pidato Trump berpotensi diikuti aksi jual, baik karena kekecewaan jika tidak disebutkan, maupun aksi ambil untung jika disebutkan.
Schiff menegaskan bahwa investor seharusnya tetap memilih emas sebagai aset lindung nilai utama, bukan Bitcoin (BTC) yang kerap disebut sebagai “emas digital”. Ia juga menuding para promotor Bitcoin (BTC) sengaja mengalihkan calon pembeli emas ke aset kripto demi kepentingan mereka sendiri.
Schiff bahkan memperingatkan risiko penurunan harga Bitcoin (BTC) hingga ke level $20.000, jauh di bawah harga saat ini. Ia menilai bahwa euforia pasar kripto sering kali tidak didukung oleh fundamental yang kuat, sehingga rentan terhadap koreksi mendadak.
Menurutnya, narasi “emas digital” hanyalah strategi pemasaran yang menyesatkan dan berpotensi merugikan investor pemula. Schiff tetap konsisten pada pendiriannya bahwa emas fisik jauh lebih aman dan stabil dibandingkan aset kripto seperti Bitcoin (BTC).
Baca juga: 3 Harga Crypto Ini Meroket, Awal Bull Run 2026?
Di sisi lain, sejumlah pelaku pasar menilai bahwa pergerakan harga Bitcoin (BTC) lebih banyak dipengaruhi oleh faktor likuiditas dan arus dana dari Exchange-Traded Fund (ETF) ketimbang pidato politik.
Seorang trader mengungkapkan bahwa lebih dari 25.000 Bitcoin (BTC) telah ditebus dari ETF, sehingga menekan harga akibat aksi jual oleh manajer dana untuk memenuhi permintaan penebusan. Fenomena ini menunjukkan bahwa dinamika pasar kripto sangat dipengaruhi oleh mekanisme penawaran dan permintaan di ETF, bukan sekadar sentimen politik.
Selain itu, pengamat pasar lainnya menyoroti bahwa narasi dan isu-isu politik memang dapat memicu volatilitas jangka pendek, namun tren jangka panjang tetap ditentukan oleh likuiditas dan posisi investor.
Fluktuasi harga tajam bisa terjadi sebelum maupun sesudah peristiwa besar, terlepas dari isi pidato atau kebijakan yang diumumkan. Hal ini menegaskan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan arus modal dan sentimen investor global. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk lebih memperhatikan data fundamental daripada sekadar mengikuti isu sesaat.
Baca juga: XRP Siap Tembus $2? Data On-Chain Ungkap Aksi Borongan Whale!
Pada pidato SOTU kali ini, Trump lebih banyak menyoroti isu domestik dan ekonomi tanpa membahas kripto sama sekali. Meski demikian, lonjakan harga Bitcoin (BTC) sebesar 3% selama pidato berlangsung dinilai lebih dipicu oleh meningkatnya selera risiko dan posisi investor menjelang laporan keuangan Nvidia, bukan karena pengaruh langsung dari pidato Trump. Hal ini ditegaskan oleh analis seperti Derek Lim dari Caladan, sebuah perusahaan market maker kripto terkemuka.
Secara teknikal, Bitcoin (BTC) memang berhasil memangkas sebagian kerugian mingguan, namun masih tercatat turun 4% dalam sepekan dan anjlok 26% dalam sebulan terakhir. Kenaikan pasca SOTU hanya mampu mempersempit kerugian, belum menghapus tekanan jual yang terjadi sebelumnya.
Para analis menilai bahwa arus dana ETF, kondisi likuiditas global, serta posisi investor institusi akan menjadi penentu utama arah harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan ke depan. Dengan volatilitas yang masih tinggi, kehati-hatian tetap menjadi kunci bagi para pelaku pasar.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC) pasca pidato Trump menunjukkan bahwa sentimen politik hanya memberikan dampak jangka pendek terhadap pasar kripto. Faktor utama yang mempengaruhi harga tetap berasal dari arus dana ETF, likuiditas, dan posisi investor besar.
Peringatan dari Peter Schiff mengenai potensi crash ke $20.000 menjadi pengingat bahwa volatilitas di pasar kripto masih sangat tinggi. Ke depan, pelaku pasar perlu lebih cermat membaca data fundamental dan tren global agar tidak terjebak dalam euforia sesaat.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi