
Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum kembali terkoreksi setelah gagal mempertahankan level US$2.200 atau sekitar Rp36.964.400 (kurs 1 USD = Rp16.802). Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran US$2.026 atau sekitar Rp34.040.852, turun sekitar 1,4% dalam 24 jam terakhir. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan investor crypto, apakah cryptocurrency terbesar kedua ini akan kembali menguji level terendah tahunannya.

Sepanjang Februari 2026, Ethereum (ETH) bergerak dalam kisaran US$1.800–US$2.200 atau sekitar Rp30.243.600–Rp36.964.400. Awal bulan ini, harga sempat menyentuh area US$1.800 yang menjadi titik terendah sejak Mei 2025. Kegagalan menembus resistance Rp36,9 juta memperlihatkan tekanan jual masih mendominasi.
Pergerakan sideways ini menunjukkan pasar masih mencari arah yang jelas. Selama harga belum keluar dari rentang tersebut, volatilitas jangka pendek kemungkinan tetap tinggi. Bagi pelaku pasar crypto, fase konsolidasi sering kali menjadi penentu tren berikutnya.
Baca Juga: 5 Langkah Mudah Cara Membeli Emas di Butik Emas, Investasi Aman Selain Crypto!

Sentimen pasar saat ini tercermin dari Fear & Greed Index yang berada di angka 16. Angka tersebut menunjukkan kondisi fear ekstrem, yang biasanya menandakan kepanikan investor. Dalam siklus cryptocurrency, fase ini kerap muncul di dekat area support kuat.
Namun, sentimen negatif tidak selalu berarti pembalikan harga akan segera terjadi. Tanpa katalis fundamental yang kuat, tekanan jual bisa berlanjut. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk tidak hanya mengandalkan indikator sentimen.

Di tengah pelemahan harga, beberapa institusi justru meningkatkan kepemilikan Ethereum (ETH). BitMine Immersion dilaporkan menambah lebih dari 170.000 ETH, sementara Coinbase juga menambah lebih dari 2.000 ETH ke cadangannya. Langkah ini menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap fundamental jaringan Ethereum.
Akumulasi institusi sering kali dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar crypto. Namun, dampaknya terhadap harga jangka pendek tidak selalu instan. Skala pembelian perlu cukup besar untuk mendorong perubahan tren yang signifikan.
Perkembangan penting lainnya datang dari arus dana ETF spot Ethereum di Amerika Serikat. Setelah sebelumnya mengalami net outflow, kini aliran dana mulai mencatat net inflow. Perubahan ini membantu menopang harga di sekitar level US$1.800 atau Rp30,2 juta.
Meski demikian, nilai inflow saat ini masih relatif kecil. Belum ada lonjakan modal besar yang mampu mendorong reli tajam. Banyak pelaku pasar menanti keputusan suku bunga The Fed pada akhir Maret sebagai potensi katalis pergerakan berikutnya.
Secara teknikal, area US$1.800 atau Rp30,2 juta menjadi support kunci. Jika level ini ditembus, risiko pelemahan lanjutan terbuka. Sebaliknya, penembusan konsisten di atas US$2.200 atau Rp36,9 juta dapat membuka peluang pembalikan tren.
Pergerakan Ethereum (ETH) juga sangat dipengaruhi kondisi makro dan arah pasar crypto secara keseluruhan. Korelasi dengan Bitcoin tetap tinggi, sehingga volatilitas BTC dapat berdampak langsung pada ETH. Dalam situasi ini, manajemen risiko dan disiplin strategi menjadi faktor krusial.
Ethereum (ETH) saat ini berada di titik krusial setelah gagal mempertahankan level Rp36,9 juta dan kembali ke kisaran Rp34 juta. Support Rp30,2 juta menjadi batas penting yang menentukan apakah tren turun akan berlanjut atau bertahan. Arus dana ETF yang mulai positif dan akumulasi institusi memberi dukungan, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong reli besar.
Sebagai investor crypto maupun pemula di dunia cryptocurrency, kamu perlu memantau kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Keputusan suku bunga The Fed berpotensi menjadi katalis penting dalam beberapa minggu ke depan. Dalam kondisi pasar yang sensitif, pendekatan rasional dan terukur lebih relevan dibanding spekulasi berlebihan.
Baca Juga: 5 Kabar Baik Status Hukum Ethereum (ETH), Kini Resmi Jadi Komoditas Digital Bukan Sekuritas!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
Baca Juga: 5 Rahasia Harga Emas Dunia Hari Ini di Pasar Forex, Investor Crypto Wajib Simak!
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.