
Jakarta, Pintu News – Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah harga aset kripto terbesar ini menembus level $70.000 untuk kedua kalinya dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga ini memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar, apakah Bitcoin (BTC) benar-benar telah menemukan titik terendah setelah koreksi berbulan-bulan, atau justru sedang terjebak dalam perangkap bear market yang menyesatkan.
Di tengah volatilitas yang tinggi, para investor dan trader kini dihadapkan pada ketidakpastian arah pasar, terutama dengan berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan harga. Artikel ini akan membahas secara mendalam faktor-faktor yang memicu lonjakan harga, analisis teknikal dan on-chain, serta potensi risiko bear market yang masih membayangi.
Kenaikan harga Bitcoin (BTC) hingga menembus $70.000 tidak lepas dari sejumlah faktor fundamental yang mendukung. Salah satunya adalah data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat yang tetap berada di atas ekspektasi pasar, meskipun sedikit turun ke angka 52,4 pada Februari 2026 dari 52,6 di Januari.
Data ini menandakan ekspansi sektor manufaktur untuk bulan kedua berturut-turut, memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan, termasuk aset kripto. Selain itu, arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot, kemajuan regulasi melalui CLARITY Act, serta sinyal on-chain yang mulai membaik turut memperkuat optimisme pelaku pasar. Namun, di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, menambah ketidakpastian.
Lonjakan indeks dolar AS (DXY) ke level 98,72 pada Selasa lalu menunjukkan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran inflasi dan penundaan pemangkasan suku bunga The Fed. Situasi ini membuat volatilitas pasar semakin tinggi, dengan volume perdagangan Bitcoin (BTC) tetap besar di tengah ketidakpastian arah pasar. Para pelaku pasar kini menantikan data ekonomi penting seperti ISM Services PMI dan Nonfarm Payrolls untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca juga: Harga Beli Emas di Raja Emas Indonesia 5 Karat Hingga 24 Karat, Rabu 4 Maret 2026
Lembaga riset 10x Research menyoroti bahwa peluang jangka pendek memang mulai muncul di pasar kripto, namun tetap mengingatkan agar pelaku pasar tidak terjebak euforia sesaat. Menurut 10x Research, penting untuk tetap berpegang pada data dan melakukan analisis risiko secara objektif, agar tidak salah menafsirkan rebound harga Bitcoin (BTC) sebagai perubahan tren jangka panjang.

Mereka mencontohkan lonjakan harga saham Circle (CRCL) yang naik 55% dalam waktu kurang dari 10 hari, meski di tengah konflik AS-Iran, namun secara teknikal dan on-chain, pasar kripto masih menunjukkan sinyal bear market.
Analisis juga membandingkan situasi saat ini dengan kondisi tahun 2022 ketika Rusia menginvasi Ukraina. Saat itu, banyak pihak menganggap invasi sebagai titik terendah lokal setelah koreksi panjang, dan harga Bitcoin (BTC) sempat naik 40% dalam sebulan.
Namun, setelah itu, koreksi harga kembali terjadi dan tren bearish berlanjut. Hal ini menjadi peringatan bahwa lonjakan harga di tengah ketidakpastian geopolitik belum tentu menandakan akhir dari bear market.
Baca juga: Harga Jual Emas 22 Karat Hari Ini, Rabu 4 Maret 2026
Firma analitik on-chain Glassnode mencatat bahwa koreksi harga Bitcoin (BTC) mulai stabil seiring membaiknya momentum dan aktivitas on-chain. Namun, para trader derivatif masih menunjukkan sikap hati-hati, sementara arus modal ke pasar kripto masih rapuh meski tekanan jual mulai mereda. Indikator spot memang menunjukkan peningkatan, tetapi indikator futures justru menurun, dan opsi (options) berada dalam kondisi moderat.
Sementara itu, arus masuk ke ETF Bitcoin (BTC) tetap stabil, menandakan minat institusional yang masih kuat. Meskipun demikian, indikator on-chain seperti Bitcoin Bull Score Index dan Bitcoin Bull-Bear Market Cycle Indicator dari CryptoQuant masih menunjukkan kondisi bear market.

Nilai indikator yang berada di bawah 0 dan di bawah rata-rata pergerakan 365 hari menjadi konfirmasi bahwa risiko penurunan harga Bitcoin (BTC) masih cukup besar. Dengan demikian, meski ada sinyal stabilisasi, pasar kripto belum sepenuhnya keluar dari ancaman bear market dan potensi koreksi lanjutan masih terbuka lebar.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi