Prediksi Harga Bitcoin: Anjlok ke $55.000 atau Tembus $170.000 Pasca Keputusan FOMC

Di-update
March 20, 2026
Bagikan
Gambar Prediksi Harga Bitcoin: Anjlok ke $55.000 atau Tembus $170.000 Pasca Keputusan FOMC

Jakarta, Pintu News – Menjelang pengumuman kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC), pasar kripto, khususnya Bitcoin , tengah berada di persimpangan penting. Harga Bitcoin (BTC) saat ini berkonsolidasi di sekitar $72.400, menunggu sinyal dari bank sentral Amerika Serikat yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Para pelaku pasar dan investor institusi kini bersiap menghadapi lonjakan volatilitas, dengan potensi pergerakan harga yang sangat ekstrem. Apakah Bitcoin (BTC) akan terjun bebas ke $55.000 atau justru melesat menembus $170.000? Semua tergantung pada keputusan dan proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed.

FOMC dan Dampaknya pada Likuiditas Pasar Kripto

Keputusan FOMC sangat berpengaruh terhadap dinamika pasar aset berisiko seperti Bitcoin (BTC), karena berkaitan langsung dengan tingkat likuiditas global. Ketika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, sehingga investor cenderung memilih aset berisiko rendah dan meninggalkan aset seperti Bitcoin (BTC) yang tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, jika The Fed memberi sinyal pelonggaran, biaya modal menurun dan investor terdorong untuk mencari peluang di aset berisiko lebih tinggi, termasuk kripto.

Sumber: Coinspeaker

Data terbaru menunjukkan korelasi negatif antara Bitcoin (BTC) dan indeks S&P 500, menandakan bahwa pergerakan harga Bitcoin (BTC) kini lebih sensitif terhadap kebijakan moneter daripada sentimen pasar saham.

Dalam skenario hawkish, The Fed menekankan inflasi jasa yang masih tinggi dan menunda pemangkasan suku bunga, sehingga memperkuat Dolar AS dan menekan harga Bitcoin (BTC). Namun, jika The Fed bersikap netral, harga Bitcoin (BTC) cenderung bergerak dalam rentang sempit tanpa arah yang jelas. Sementara itu, sinyal dovish dari The Fed bisa menjadi pemicu masuknya likuiditas baru ke pasar kripto.

Baca juga: Survei: 74% Investor Institusi Siap Tambah Investasi Crypto di 2026

Tekanan Volatilitas: Skenario Teknis Bitcoin (BTC) antara $55.000 hingga $170.000

Secara teknikal, Bitcoin (BTC) saat ini berada dalam fase kompresi volatilitas yang sangat ketat, tercermin dari penyempitan Bollinger Band yang ekstrem. Fenomena ini biasanya menjadi pertanda akan terjadinya pergerakan harga besar, baik ke atas maupun ke bawah. Jika tekanan ini dilepaskan akibat keputusan FOMC, pergerakan harga Bitcoin (BTC) diperkirakan bisa mencapai 20-30% dari posisi saat ini, sesuai dengan pola historis.

Pada skenario bearish, jika The Fed mengambil sikap hawkish dan Bitcoin (BTC) gagal bertahan di atas $70.000, harga berpotensi turun hingga menyentuh support kuat di area $55.000.

Sumber: Coinspeaker

Sebaliknya, jika terjadi breakout bullish akibat sinyal dovish, harga Bitcoin (BTC) bisa menembus resistance di $78.000 dan membuka peluang menuju level psikologis $100.000, bahkan hingga target ekstensi Fibonacci di $170.000. Konfirmasi arah breakout akan terlihat dari penutupan harian di atas atau di bawah Bollinger Band utama.

Baca juga: Harga Emas Anjlok Drastis, Inflasi AS Melejit: Pasar Keuangan Panik?

Strategi Institusi: ETF, Opsi, dan Antisipasi Volatilitas Ekstrem

Menjelang keputusan FOMC, institusi besar dan investor profesional cenderung mengambil posisi lindung nilai untuk mengantisipasi lonjakan volatilitas. Data terbaru menunjukkan arus masuk dan keluar yang beragam pada produk ETF Bitcoin (BTC) seperti milik BlackRock dan Fidelity, namun ada tren akumulasi dari investor besar yang terlihat dari transfer lebih dari 1.900 Bitcoin (BTC) dari bursa.

Sementara itu, pasar opsi mencerminkan kekhawatiran tinggi, dengan volatilitas tersirat yang melonjak karena pelaku pasar membayar premi untuk perlindungan dari pergerakan harga ekstrem.

Struktur posisi ini mengindikasikan bahwa aksi jual besar-besaran setelah pengumuman FOMC kemungkinan kecil terjadi, karena pasar sudah bersikap hati-hati. Jika The Fed mengambil sikap netral, volatilitas bisa mereda dan harga Bitcoin (BTC) perlahan naik seiring unwinding posisi hedging.

Namun, kejutan dari FOMC, seperti perubahan suku bunga di luar ekspektasi, dapat memicu lonjakan harga yang sangat tajam sesuai dengan skenario teknikal yang telah dipaparkan. Sampai ada kejelasan dari The Fed, volatilitas harga Bitcoin (BTC) diperkirakan tetap tinggi dan pergerakan harga akan sangat sensitif terhadap setiap perubahan proyeksi ekonomi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->