Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mengguncang pasar keuangan global, memicu perubahan besar dalam preferensi aset investasi. Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, Bitcoin (BTC) justru menunjukkan performa impresif, sementara harga emas mengalami penurunan tajam.
Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam strategi investor, yang kini mulai melirik aset digital sebagai alternatif utama di tengah krisis. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana dinamika Bitcoin (BTC) dan emas berubah drastis, serta faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan pasar selama konflik berlangsung.
Sejak 28 Februari, data pasar menunjukkan perbedaan mencolok antara performa Bitcoin (BTC) dan emas. Bitcoin (BTC) berhasil mencatat kenaikan sekitar 7% hingga 10%, sedangkan harga emas justru anjlok hingga 19%. Harga emas turun dari sekitar $5.500 sebelum serangan menjadi $4.493 pada saat artikel ini ditulis. Sementara itu, Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi 3,31% dalam satu hari terakhir, diperdagangkan di kisaran $66.224.
Perbedaan kinerja ini tidak lepas dari perubahan likuiditas dan lonjakan imbal hasil obligasi global. Brent crude melonjak 40% hingga mencapai $108 per barel selama konflik, sementara imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik ke level 4,415%. Kenaikan yield ini meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas, karena emas tidak memberikan pendapatan tetap. Akibatnya, banyak institusi keuangan mulai mengurangi eksposur terhadap emas dan mencari alternatif lain.
Baca juga: 2 Skenario Harga Ripple (XRP) Jika CLARITY Act Disahkan atau Gagal
Perubahan besar juga terlihat dari arus dana di produk investasi berbasis emas dan Bitcoin (BTC). Dana yang keluar dari ETF berbasis emas mencapai $7,9 miliar atau sekitar 54,8 ton, menurut data World Gold Council dan JPMorgan. Sebaliknya, Bitcoin (BTC) justru menyerap lebih dari $1,1 miliar dana masuk ke ETF dalam dua minggu pertama konflik. Pada 2 Maret saja, tercatat arus masuk sebesar $458 juta ke ETF Bitcoin (BTC), menurut Farside Investors.
Keunggulan Bitcoin (BTC) terletak pada struktur perdagangan yang berlangsung 24 jam tanpa henti, sehingga memberikan likuiditas tinggi bahkan saat pasar tradisional tutup. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang membutuhkan fleksibilitas dalam mengelola portofolio di tengah volatilitas pasar.
Dengan demikian, perbedaan antara Bitcoin (BTC) dan emas bukan hanya soal preferensi investor, tetapi juga perubahan infrastruktur perdagangan global. Likuiditas yang tinggi dan aksesibilitas Bitcoin (BTC) menjadi faktor utama yang mendukung lonjakan permintaan aset digital ini.
Selain faktor keuangan, gangguan infrastruktur juga turut menambah tekanan di pasar global. Serangan Iran ke fasilitas Ras Laffan di Qatar pada 18 Maret menyebabkan gangguan pasokan helium dunia, di mana Qatar menyumbang sepertiga produksi helium global.
QatarEnergy bahkan menyatakan force majeure, dengan estimasi perbaikan yang bisa memakan waktu tiga hingga lima tahun. Kondisi ini berdampak pada industri semikonduktor, terutama di Korea Selatan yang mengimpor 64,7% helium dari Qatar, sehingga harga spot helium pun melonjak dua kali lipat.
Baca juga: 3 Altcoin Potensial yang Ramai Diperbincangkan di Awal April 2026
Di sisi lain, perubahan sistem pembayaran dalam perdagangan internasional juga mulai terlihat. Pada 22 Maret, kapal berbendera Panama bernama Newvoyager melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan Iran dan melakukan pembayaran menggunakan mata uang yuan Tiongkok.
Fenomena ini menandai pergeseran signifikan dalam dominasi dolar AS sebagai alat pembayaran global, sekaligus memperkuat tren diversifikasi aset dan mata uang di tengah ketidakpastian geopolitik.
Selama periode konflik, Bitcoin (BTC) tercatat mengungguli emas hingga 23%, berdasarkan laporan Coingape. Bitcoin (BTC) sempat bertahan di atas $70.000 setelah pengumuman penghentian aktivitas selama lima hari oleh Presiden AS Donald Trump, sementara harga emas justru turun di bawah $4.300 akibat melemahnya permintaan aset safe haven.
Sejak 28 Februari, harga Bitcoin (BTC) melonjak dari sekitar $66.000 menjadi $72.700, mencatat kenaikan sekitar 33% selama masa konflik. Data ini semakin mempertegas pergeseran minat investor dari emas ke aset kripto sebagai pelindung nilai baru di era modern.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi