6 Data Ekonomi AS Ini Berpotensi Guncang Crypto Jelang Good Friday

Di-update
March 31, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) memasuki pekan terakhir Maret 2026 dengan tekanan tinggi, diperdagangkan di kisaran Rp1,145 miliar setelah berbulan-bulan bergerak dalam fase konsolidasi. Pasar crypto kini bersiap menghadapi rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah pergerakan cryptocurrency dalam jangka pendek.

Faktor makro seperti kebijakan suku bunga hingga kondisi tenaga kerja menjadi kunci utama yang memengaruhi sentimen investor. Dalam kondisi ini, volatilitas diperkirakan meningkat tajam menjelang libur Good Friday.

Pidato Jerome Powell Jadi Pemicu Awal Volatilitas Crypto

Pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, menjadi agenda utama yang akan membuka pekan dengan tensi tinggi. Investor crypto akan mencermati setiap pernyataan terkait arah kebijakan suku bunga, terutama apakah ada peluang pemangkasan dalam waktu dekat. Saat ini, The Fed masih mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, dengan proyeksi hanya satu kali pemangkasan sepanjang 2026. Kondisi ini membuat pasar sangat sensitif terhadap perubahan nada kebijakan.

Jika Powell memberikan sinyal dovish, pasar crypto berpotensi mengalami reli karena ekspektasi likuiditas meningkat. Sebaliknya, pernyataan hawkish dapat memperkuat dolar AS dan menekan aset berisiko seperti cryptocurrency. Bitcoin (BTC) sendiri masih bergerak dalam rentang Rp1,105 miliar hingga Rp1,292 miliar sepanjang Maret. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih menunggu katalis kuat untuk menentukan arah berikutnya.

Data JOLTS dan Kepercayaan Konsumen Uji Kesehatan Ekonomi

Pada hari Selasa, dua data penting akan dirilis bersamaan, yaitu JOLTS Job Openings dan Consumer Confidence. Data JOLTS diperkirakan berada di sekitar 7 juta lowongan kerja, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya. Angka ini menjadi indikator penting bagi The Fed untuk menilai kekuatan pasar tenaga kerja. Penurunan signifikan dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Baca juga: Harga Minyak Dunia per Barel Hari Ini, Selasa 31 Maret 2026

Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen diperkirakan turun ke level 88 dari sebelumnya 91,2. Penurunan ini mencerminkan potensi melemahnya daya beli masyarakat. Bagi pasar crypto, kombinasi data lemah dapat menjadi sinyal positif karena meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter. Namun, jika penurunan terlalu tajam, kekhawatiran resesi juga dapat membebani pasar.

ADP dan Retail Sales Jadi Indikator Awal Laporan Tenaga Kerja

Rabu akan menjadi hari penting dengan rilis data ADP Nonfarm Employment dan Retail Sales. Data ADP diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 63.000 pekerjaan di sektor swasta. Meski sering berbeda dengan data resmi pemerintah, angka ini tetap menjadi acuan awal kondisi tenaga kerja. Kejutan besar dalam data ini dapat langsung memengaruhi pasar crypto.

Di sisi lain, laporan Retail Sales diproyeksikan naik 0,4% setelah sebelumnya turun 0,2%. Data ini mencerminkan kekuatan konsumsi masyarakat yang menyumbang sebagian besar ekonomi AS. Jika kedua data ini melemah, pasar bisa memperkirakan pelonggaran kebijakan lebih cepat. Hal tersebut berpotensi mendorong Bitcoin (BTC) naik menuju kisaran Rp1,156–Rp1,190 miliar.

Laporan Tenaga Kerja AS Jadi Penentu Arah Bitcoin

Puncak pekan ini adalah rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Data ini diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 45.000 pekerjaan setelah sebelumnya minus 92.000. Tingkat pengangguran diprediksi naik menjadi 4,5%, menandakan pelemahan pasar tenaga kerja. Laporan ini akan menjadi indikator utama arah kebijakan The Fed.

Baca juga: Harga Jual Emas Tanpa Surat Kadar 5K – 24K Hari Ini, Selasa 31 Maret 2026

Jika hasil data lebih lemah dari ekspektasi, peluang pemangkasan suku bunga meningkat. Hal ini dapat mendorong kenaikan harga cryptocurrency dalam jangka pendek. Namun, jika data terlalu buruk dan memicu kekhawatiran resesi, pasar crypto justru bisa tertekan. Risiko ini membuat investor berada dalam posisi yang sangat hati-hati.

Good Friday Perbesar Risiko Volatilitas Pasar Crypto

Menariknya, rilis data NFP kali ini bertepatan dengan Good Friday saat pasar saham tutup. Kondisi ini menciptakan potensi volatilitas tinggi karena reaksi pasar tertunda. Pergerakan besar bisa terjadi saat pasar dibuka kembali pada hari berikutnya. Hal ini meningkatkan risiko gap harga yang signifikan.

Dalam situasi ini, pasar crypto yang tetap beroperasi 24 jam berpotensi menjadi lebih reaktif dibanding pasar tradisional. Investor akan menjadikan Bitcoin (BTC) sebagai aset utama untuk merespons berita makro. Likuiditas dan sentimen dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi sangat krusial.

Bitcoin di Persimpangan: Breakout atau Koreksi Lebih Dalam?

Saat ini, Bitcoin (BTC) berada di titik kritis setelah gagal menembus resistance selama dua bulan terakhir. Arus masuk ETF sempat mencapai Rp24,99 triliun di awal Maret, namun kembali melemah setelah keputusan The Fed. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen institusional masih sangat bergantung pada kondisi makro. Pasar crypto pun bergerak mengikuti ekspektasi kebijakan moneter.

Jika data ekonomi mendukung pelonggaran, Bitcoin berpotensi keluar dari fase konsolidasi. Namun, jika tekanan makro meningkat, harga bisa turun ke kisaran Rp1,054–Rp1,071 miliar. Pergerakan ini akan menentukan arah jangka menengah cryptocurrency. Oleh karena itu, pekan ini menjadi momen krusial bagi pasar crypto global.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->