
Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum berada di level $2,108 pada grafik 12 jam per 7 April, melemah sekitar 1%. Secara sekilas, pergerakan ini terlihat biasa saja dan belum menunjukkan perubahan besar. Meski begitu, ada empat metrik berbeda dari sisi teknikal, derivatif, dan on-chain yang mulai mengarah pada kesimpulan yang sama, dan tidak satu pun mengindikasikan pelemahan lebih lanjut.
Terakhir kali kondisi serupa terjadi, setidaknya dari perspektif teknikal, harga Ethereum sempat menguat hingga 16%. Apakah pola tersebut akan terulang masih bergantung pada beberapa level kunci yang kini semakin dekat untuk diuji. Lalu, bagaimana pergerakan harga ETH saat ini?

Pada 8 April 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $2,233 atau setara dengan Rp38.117.664, mengalami kenaikan 5,58% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp35.360.182 dan level tertingginya di Rp38.738.095.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp4.595 triliun, dengan volume perdagangan harian yang naik 36% menjadi Rp391,33 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Bangkit ke $71.000 Hari Ini (8/4/26): Efek dari Gencatan Senjata AS-Iran?
Metrik pertama adalah struktur Exponential Moving Average (EMA), yaitu indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada pergerakan harga terbaru. Pada grafik 12 jam, EMA 20 periode di level $2,083 kini semakin mendekati EMA 50 periode di $2,086. Ketika EMA yang lebih cepat menembus ke atas EMA yang lebih lambat, kondisi ini membentuk bullish crossover yang umumnya menandakan perubahan momentum jangka pendek ke arah positif.
Pola yang sama sempat mulai terbentuk pada pertengahan Maret. Saat crossover itu muncul, harga Ethereum kemudian naik sebesar 15.63%. Dalam pergerakan tersebut, ETH juga berhasil kembali menembus EMA 100 periode.
Kini, struktur serupa kembali terbentuk. Sejak 5 April, harga telah naik sekitar 7.59%, sementara jarak antara EMA 20 dan EMA 50 tinggal sekitar $3. Adapun EMA 100 periode berada di level $2,144, sehingga crossover yang terkonfirmasi akan langsung mengarahkan perhatian pasar ke area tersebut.

Metrik kedua adalah Relative Strength Index (RSI), yakni osilator momentum. Dalam periode 19 Maret hingga 6 April, harga membentuk lower low pada grafik 12 jam, sementara RSI justru mencetak higher low.
Divergensi bullish yang umum ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah meskipun harga sempat menguji level yang lebih rendah. Sinyal divergensi ini masih dinilai valid selama harga Ethereum bertahan di atas $2,086. Jika harga turun menembus level tersebut, struktur lower low yang lebih luas memang belum sepenuhnya rusak, tetapi swing terbaru tidak lagi bisa dianggap sebagai titik terendah yang terkonfirmasi sampai pola baru terbentuk kembali.
Secara keseluruhan, konvergensi EMA dan divergensi RSI menjadi dasar teknikal yang cukup kuat untuk membuka peluang terjadinya pantulan harga. Namun, pola teknikal saja tidak cukup untuk menggerakkan pasar. Data derivatif dan on-chain diperlukan untuk menunjukkan apakah ada dorongan yang cukup besar untuk mendukung kenaikan tersebut.

Metrik ketiga berasal dari pasar derivatif. Pada 4 April, total open interest Ethereum tercatat sebesar $10.49 miliar dengan funding rate sekitar -0.0015%. Lalu pada 7 April, open interest naik menjadi $10.77 miliar, sementara funding rate turun lebih dalam ke -0.007%.
Kenaikan open interest yang disertai funding rate yang semakin negatif menunjukkan satu hal: trader sedang membuka lebih banyak posisi short baru. Penumpukan posisi short ini justru dapat menjadi bahan bakar dari sisi kontrarian, karena jika harga bergerak berlawanan dengan posisi mereka, para trader short akan dipaksa membeli kembali untuk menutup posisinya. Kondisi ini dapat mempercepat kenaikan harga melalui skenario short squeeze.
Baca juga: 3 Jadwal Token Unlock Crypto pada Pekan Kedua April 2026 yang Wajib Dipantau!

Metrik keempat berkaitan dengan perilaku whale. Sejak 3 April, wallet whale non-exchange tercatat meningkatkan kepemilikan mereka dari 122.73 juta menjadi 122.92 juta ETH. Kenaikan sekitar 190,000 ETH, atau kurang lebih setara $400 juta, mencerminkan akumulasi yang berlangsung stabil, bukan aksi beli agresif dalam waktu singkat.
Namun, poin terpentingnya adalah whale tidak mengurangi kepemilikan mereka di tengah pelemahan harga belakangan ini. Mereka tetap menahan aset saat harga turun dan bahkan menambah posisi secara bertahap. Hal ini memberi dukungan di pasar spot yang berada di bawah potensi short squeeze dari pasar derivatif.

Secara keseluruhan, struktur teknikal memberi petunjuk arah pergerakan. Pasar derivatif menyediakan dorongan kontrarian. Sementara itu, akumulasi whale membentuk area penopang di pasar spot. Ketika keempat metrik ini bergerak ke arah yang sama, level-level harga selanjutnya menjadi penentu utama apakah skenario kenaikan benar-benar akan terwujud.
Grafik 12 jam dengan level teknikal dari swing yang telah terbentuk kini menjadi acuan utama untuk membaca area-area krusial pergerakan harga.
Hambatan pertama berada di $2,116, yakni pada level 0.382. Jika Ethereum mampu ditutup di atas area ini pada grafik 12 jam, harga akan kembali bergerak di atas zona yang berpotensi mengonfirmasi EMA crossover, sehingga momentum kenaikan dapat semakin menguat. Setelah itu, level $2,172 menjadi resistance paling penting.
Area ini telah beberapa kali menahan kenaikan harga sejak pertengahan Maret, sehingga penembusan yang solid di atasnya akan menjadi sinyal awal perubahan struktur jangka pendek yang lebih berarti.
Agar pantulan ini benar-benar menunjukkan kekuatan yang meyakinkan, Ethereum perlu bergerak menuju $2,228 pada level 0.618, atau sekitar 5.77% di atas harga saat ini. Penutupan di atas $2,228 akan mengonfirmasi bahwa keempat metrik yang sebelumnya mengarah pada potensi kenaikan benar-benar berhasil diterjemahkan menjadi perubahan tren yang nyata, bukan sekadar rebound sementara yang kembali gagal.

Dari sisi bawah, level $2,086 menjadi batas penting untuk menjaga validitas divergensi RSI. Selama harga tetap berada di atas area ini, sinyal teknikal tersebut masih dianggap berlaku. Jika turun ke bawahnya, maka area $2,047 pada level 0.236 akan menjadi support terdekat.
Apabila level $2,047 ikut ditembus, maka harga berpotensi melanjutkan penurunan ke $1,935. Skenario tersebut akan menunjukkan bahwa empat metrik yang sempat berkumpul ke arah bullish belum cukup kuat untuk melawan tekanan bearish yang lebih besar.
Secara ringkas, penutupan grafik 12 jam di atas $2,172 akan menjadi konfirmasi utama bahwa skenario pantulan yang didukung empat metrik tersebut benar-benar mulai berjalan. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level $2,086 akan menunda peluang tersebut dan membuat harga Ethereum kembali rentan menguji area $1,935.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: