5 Dampak Crypto & Emas Jika Minyak Tembus Rp2,55 Juta!

Di-update
April 8, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Produksi minyak Timur Tengah diperkirakan turun hingga 9 juta barel per hari akibat konflik Iran yang semakin memanas. Harga crude oil sudah naik di atas US$115 atau sekitar Rp1.954.655 per barel dengan kurs Rp16.997. Sementara Brent crude berada di atas US$110 atau sekitar Rp1.869.670, memicu kekhawatiran terhadap pasar crypto dan cryptocurrency global.

1. Produksi Minyak Turun 9 Juta Barel Picu Risiko Inflasi

Penurunan produksi diperkirakan mencapai 9,1 juta barel per hari pada April. Angka ini meningkat dari 7,5 juta barel pada bulan sebelumnya. Gangguan pasokan terjadi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Jika suplai terus berkurang, harga energi global bisa melonjak. Inflasi biasanya meningkat saat harga minyak naik. Kondisi ini berdampak langsung ke pasar crypto.

Baca Juga: 5 Cara Investasi Minyak Dunia: Mulai dari Rp11.000, Bisa Lewat Crypto?

2. Minyak Berpotensi Tembus Rp2,55 Juta per Barel

Analis memperkirakan harga minyak bisa mencapai US$150 hingga US$200. Jika dikonversi, kisaran tersebut sekitar Rp2.549.550 hingga Rp3.399.400 per barel. Kenaikan ini terjadi jika konflik meningkat.

Lonjakan harga energi biasanya memicu volatilitas pasar global. Saham teknologi dan indeks utama sudah mengalami tekanan. Crypto sering ikut bergerak mengikuti sentimen risiko.

3. Bitcoin Bisa Jadi Safe Haven Alternatif

Ketika inflasi meningkat, investor mencari aset lindung nilai. Bitcoin (BTC) mulai dilihat sebagai alternatif emas digital. Hal ini dapat meningkatkan permintaan cryptocurrency.

Namun volatilitas juga bisa meningkat dalam jangka pendek. Likuiditas global biasanya mengetat saat harga energi naik. Ini membuat pergerakan crypto lebih tajam.

4. Pasokan Hormuz Jadi Kunci Pasar Global

Selat Hormuz menjadi jalur utama distribusi minyak dunia. Penutupan jalur ini mengurangi pasokan global secara signifikan. Hal ini memicu lonjakan harga energi.

Pasar crypto sering bereaksi terhadap ketegangan geopolitik. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) biasanya mengalami volatilitas tinggi. Trader memanfaatkan momentum tersebut.

5. Emas dan Crypto Bisa Naik Bersamaan

Harga emas sudah naik sekitar 7,5% sejak awal tahun. Kenaikan minyak biasanya memperkuat permintaan safe haven. Crypto dapat mengikuti tren tersebut.

Investor global mulai melakukan diversifikasi. Emas dan cryptocurrency sering bergerak bersamaan saat krisis. Kondisi ini membuka peluang volatilitas besar.

Apa Artinya untuk Investor Crypto

Lonjakan harga minyak dapat memicu perubahan besar di pasar crypto. Inflasi tinggi biasanya mendorong minat ke Bitcoin (BTC). Namun volatilitas jangka pendek tetap tinggi.

Kamu perlu memantau harga minyak dan perkembangan geopolitik. Perubahan pasokan energi berdampak langsung pada cryptocurrency. Pasar kemungkinan tetap sensitif dalam waktu dekat.

Baca Juga: 3 Sinyal Ethereum: Bisa Tembus Rp40 Juta atau Turun Lagi?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Pantau Harga Minyak Dunia Lewat Token Crypto 

1 Barel Minyak Berapa Liter?
Generated by AI

Bayangkan kamu bisa memantau dan berpotensi mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga minyak dunia secara langsung melalui aset crypto. Salah satu caranya adalah melalui Chevron (CVXON) dan saham AS lainnya yang dapat kamu akses di platform Pintu, sehingga investor dapat mengikuti dinamika pasar energi global dari ekosistem cryptocurrency.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, kamu bisa melihat pergerakan harga, melakukan transaksi dengan mudah, serta menjelajahi peluang diversifikasi portofolio antara aset komoditas global dan crypto dalam satu aplikasi.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->