5 Fakta Blokade Selat Hormuz: Harga Minyak Melejit 7%, Bitcoin (BTC) Anjlok ke Rp1,2 Miliar!

Di-update
April 13, 2026
Bagikan
Gambar 5 Fakta Blokade Selat Hormuz: Harga Minyak Melejit 7%, Bitcoin (BTC) Anjlok ke Rp1,2 Miliar!

Jakarta, Pintu News – Gejolak geopolitik global kembali mengguncang pasar keuangan setelah Presiden Donald Trump secara resmi memerintahkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz menyusul kegagalan perundingan nuklir dengan Iran di Islamabad.

Langkah drastis ini langsung memicu lonjakan harga minyak dunia yang terpantau sangat signifikan pada platform desentralisasi Hyperliquid, mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Di sisi lain, aset berisiko seperti crypto justru mengalami tekanan jual karena investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian yang meningkat.

1. Lonjakan Harga Minyak dan Dominasi Platform Hyperliquid

prediksi harga hyperliquid hype februari 2026
Sumber: Crypto Economy

Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan tajam segera setelah pengumuman blokade tersebut, dengan kontrak berjangka WTI melonjak hingga 7% dalam waktu singkat. Lonjakan ini terpantau sangat aktif pada platform desentralisasi Hyperliquid, di mana volume perdagangan WTI mencapai angka fantastis sebesar $1,53 miliar atau setara Rp26,16 triliun. Data ini membuktikan bahwa platform berbasis blockchain semakin menjadi pilihan utama bagi investor untuk mencari kepastian harga ketika pasar tradisional sedang tutup.

Penggunaan infrastruktur digital ini sejalan dengan tren di mana stablecoin kini telah menjadi lapisan penyelesaian transaksi yang nyata dan mampu memindahkan dana dalam skala besar secara instan. Kecepatan transaksi pada platform cryptocurrency memungkinkan penemuan harga yang lebih efisien dibandingkan sistem perbankan koresponden yang lambat dan terbatas waktu operasionalnya. Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi blockchain mulai mengambil alih peran penting dalam memfasilitasi perdagangan komoditas global di tengah situasi krisis.

Berikut adalah rincian pergerakan harga komoditas pada platform Hyperliquid hari ini:

  • WTI Crude Oil: $96,40 (Rp1.648.632) per barel, naik 7%.
  • Brent Crude Oil: $96,00 (Rp1.641.792) per barel, naik 6%.
  • Volume Perdagangan WTI: $1,53 miliar (Rp26,16 triliun).

Baca Juga: 10 Aplikasi AI Gratis 2026, Bisa Bantu Cuan Pasif dari Crypto hingga Saham

2. Ancaman Guncangan Pasokan Energi Terbesar dalam Sejarah

Blokade di Selat Hormuz terjadi pada saat yang sangat kritis karena cadangan minyak strategis global yang dikoordinasikan oleh IEA mulai mendekati batas bawahnya. Penurunan cadangan darurat ini awalnya dilakukan untuk menutupi kekurangan pasokan sebesar 5 juta barel per hari sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu. Jika blokade ini terus berlanjut tanpa solusi diplomatik, kesenjangan pasokan diperkirakan akan melebar drastis hingga mencapai 11 juta barel per hari bagi pasar dunia.

Kementerian Energi Arab Saudi memperingatkan bahwa situasi ini dapat memicu guncangan pasokan minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pasar energi modern. Kepala IEA, Fatih Birol, juga telah memperingatkan bahwa tekanan pasokan pada bulan April ini berisiko jauh lebih buruk dibandingkan dengan kondisi pada bulan Maret sebelumnya. Kondisi ini memaksa para pelaku pasar untuk segera mengatur ulang asumsi pertumbuhan ekonomi global akibat potensi inflasi yang melonjak tinggi secara tiba-tiba.

3. Reaksi Pasar Cryptocurrency Terhadap Krisis Geopolitik

Sentimen negatif dari krisis energi ini langsung merembet ke pasar cryptocurrency, di mana aset utama seperti Bitcoin terpantau mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung atau memindahkan modal mereka ke aset yang lebih stabil karena khawatir akan dampak inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak. Penurunan ini mencerminkan korelasi Bitcoin (BTC) yang kuat dengan aset berisiko lainnya ketika menghadapi ketidakpastian geopolitik yang ekstrem di tingkat global.

Aset digital lainnya seperti Ethereum dan Ripple juga tidak luput dari tekanan jual yang serupa seiring dengan meningkatnya volatilitas pasar secara keseluruhan. Meskipun teknologi blockchain menawarkan efisiensi penyelesaian transaksi, sentimen makroekonomi tetap menjadi penggerak utama harga aset digital dalam jangka pendek. Kamu perlu memperhatikan bahwa pergerakan harga ini sangat sensitif terhadap berita terbaru mengenai blokade militer yang sedang berlangsung di jalur perdagangan internasional tersebut.

Berikut adalah pergerakan harga beberapa aset utama di pasar crypto saat ini:

  • Bitcoin (BTC): $70.850 (Rp1.211.676.700), turun hampir 3%.
  • Ethereum (ETH): $2.188 (Rp37.419.176).
  • XRP (XRP): $1,33 (Rp22.745).
  • Solana : $81,77 (Rp1.398.430).

4. Dampak Ekonomi Makro dan Risiko Inflasi Tinggi

Lonjakan harga energi secara mendadak dipastikan akan meningkatkan beban biaya produksi dan transportasi di seluruh dunia, yang pada akhirnya memicu kenaikan inflasi secara sistemik. Para pedagang kini mulai mewaspadai kemungkinan terjadinya guncangan pada pasar ekuitas karena kekhawatiran akan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif dari bank sentral. Krisis ini memaksa investor untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan modal mereka pada instrumen investasi yang memiliki volatilitas tinggi seperti cryptocurrency saat ini.

Blokade Selat Hormuz bukan hanya masalah regional, tetapi merupakan ancaman nyata bagi stabilitas rantai pasokan global yang saat ini sedang dalam tahap pemulihan. Dengan berakhirnya mekanisme rilis stok darurat IEA, pasar global kehilangan salah satu penyangga utama untuk menyeimbangkan harga energi di tingkat internasional. Jika pasokan normal tidak segera dipulihkan, risiko volatilitas yang lebih luas akan terus menghantui baik pasar tradisional maupun ekosistem aset digital secara berkelanjutan dalam beberapa pekan mendatang.

Baca Juga: 5 Cara Membeli Bitcoin Semudah Cincin Emas Rp1 Juta: Panduan Crypto untuk Pemula

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->