
Jakarta, Pintu News – Jakarta, Pintu News – Michael Saylor, pendiri dan Executive Chairman MicroStrategy (STRC), kembali mengguncang dunia cryptocurrency dengan sinyal pembelian Bitcoin BTC) dalam skala raksasa. Melalui unggahan media sosialnya yang ikonik dengan grafik “Orange Dots”, Saylor memberikan petunjuk bahwa perusahaan akan segera melakukan akuisisi yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Analis memperkirakan pembelian kali ini bisa menembus angka fantastis sebesar $3 miliar atau sekitar Rp51,4 triliun, sebuah langkah yang berpotensi mengubah dinamika pasar di tengah periode konsolidasi saat ini.

Michael Saylor baru saja mengunggah pesan singkat di platform X bertuliskan “Think even Bigger” yang disertai dengan grafik pembelian historis perusahaan. Berdasarkan pola sebelumnya, unggahan ini biasanya menjadi pendahulu dari pengumuman resmi pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh MicroStrategy. Para pakar industri, termasuk analis Mike Flaum, memproyeksikan perusahaan bisa menambah lebih dari 40.000 koin ke dalam perbendaharaan digital mereka pada pekan ini.
Hingga saat ini, strategi akumulasi agresif yang dilakukan Saylor telah menempatkan perusahaan sebagai salah satu pemegang aset digital terbesar di dunia. Berikut adalah rincian kepemilikan dan data finansial terkait rencana pembelian terbaru dalam konversi Rupiah:
Baca Juga: 5 Prediksi Harga Emas Mei 2026: Tembus USD 5.000, Saatnya Borong untuk Masa Depan?

Meskipun ada sentimen beli yang sangat besar dari institusi, harga Bitcoin (BTC) saat ini masih terjebak dalam fase konsolidasi di kisaran Rp1,3 Miliar. Tekanan pasar dipicu oleh ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran melanggar perjanjian gencatan senjata. Namun, indikator dominasi Bitcoin (BTC.D) justru menunjukkan penembusan (breakout) ke level yang lebih tinggi, mendekati angka 60%, yang sering kali menjadi pertanda kurang baik bagi koin alternatif (altcoins).
Analis teknis menyebutkan bahwa breakout pada dominasi Bitcoin (BTC) menandakan aliran modal mulai kembali terpusat pada aset cryptocurrency utama karena investor mencari keamanan di tengah ketidakpastian global. Jika tren ini berlanjut bersamaan dengan aksi beli masif dari Michael Saylor, harga BTC berpotensi mendapatkan momentum dorongan ke atas yang signifikan. Kamu perlu memperhatikan bahwa dalam skenario seperti ini, selera risiko investor biasanya berkurang pada altcoins dan beralih sepenuhnya pada kekuatan Bitcoin (BTC).
Langkah MicroStrategy ini semakin menegaskan posisi perusahaan sebagai pemimpin dalam adopsi standar Bitcoin (BTC) oleh korporasi global. Meskipun dikritik oleh pihak seperti Peter Schiff, Michael Saylor terus membuktikan bahwa strategi akumulasi jangka panjangnya memberikan hasil yang transformatif bagi nilai perusahaan. Perkembangan ini sangat krusial bagi kamu sebagai investor untuk memantau apakah dukungan institusional ini mampu membawa pasar keluar dari zona stagnasi dan mencetak rekor harga baru di tahun 2026.
Baca Juga: 5 Tempat Beli Saham Tesla 2026: Harga Mulai Rp17.131, Cek Cara Mudahnya di Sini!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: