Harga Bitcoin Mandek di $75.000 Hari Ini (30/4): Imbas Keputusan The Fed dan Aksi Ambil Untung?

Di-update
April 30, 2026
Bagikan
Gambar Harga Bitcoin Mandek di $75.000 Hari Ini (30/4): Imbas Keputusan The Fed dan Aksi Ambil Untung?

Jakarta, Pintu News – Bitcoin tetap berada di bawah tekanan pada hari Rabu (29/4), turun ke bawah $76.000 setelah Federal Reserve (Fed) mempertahankan tingkat suku bunganya.

Federal Open Market Committee (FOMC) menahan suku bunga acuan (federal funds rate) agar tetap berada di level 3,50%-3,75%, dengan alasan risiko inflasi yang terus berlanjut di tengah ketegangan geopolitik, termasuk konflik AS-Iran yang sedang berlangsung. Meskipun para pelaku pasar telah mengantisipasi keputusan tersebut, terdapat pandangan berbeda (dissenting views) dari tiga presiden bank regional.

Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin saat ini?

Harga Bitcoin Turun 0,81% dalam Waktu 24 Jam

Pada 30 April 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $75,837 atau setara dengan Rp1.319.801.579, mengalami koreksi tipis 0,81% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.304.556.607 dan harga tertingginya di Rp1.348.183.031.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp26.34 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 29% menjadi Rp754,39 triliun.

Baca juga: 3 Altcoin yang Diborong Whale Crypto Menjelang Keputusan FOMC

Bitcoin Tertahan di Bawah Resistensi Utama

Bitcoin tertahan di bawah resistensi utama di dekat $79.000, di mana True Market Mean sejajar erat dengan basis biaya Pemegang Jangka Pendek (Short-Term Holder/STH), menurut sebuah laporan dari Glassnode.

Perusahaan tersebut mencatat bahwa penolakan (rejection) pada level ini memicu peningkatan aksi ambil untung (profit-taking) di antara para pembeli baru-baru ini dan mengekspos kurangnya likuiditas di sisi beli untuk mempertahankan pergerakan yang lebih tinggi.

“Sisi beli jelas kekurangan likuiditas yang cukup untuk menyerap gelombang realisasi keuntungan ini, sehingga membatasi momentum dan memicu penolakan berikutnya,” tulis Glassnode.

Bitcoin Tertahan di Tengah Aksi Ambil Untung Pemegang Jangka Pendek

Perusahaan tersebut melaporkan bahwa Keuntungan Terealisasi Pemegang Jangka Pendek (Short-Term Holder Realized Profit) naik menjadi sekitar $4 juta per jam, sekitar empat kali lipat dari garis dasar yang terlihat sejak pertengahan April, mencerminkan distribusi yang agresif saat harga menguat. Lonjakan keuntungan yang terealisasi tersebut memperkuat tekanan jual di sekitar kisaran $78.000-$79.000 dan berkontribusi pada pembentukan puncak lokal (local top).

Baca juga: Sinyal Breakout Pi Network: Analis Proyeksikan Reli 1.400% ke $2,80?

Terlepas dari penolakan tersebut, perusahaan ini menunjuk pada struktur support kunci antara $65.000 dan $70.000, di mana klaster akumulasi yang padat telah terbentuk selama dua bulan terakhir. Support struktural terdekat berada di dekat pita deviasi standar -1 di sekitar $68.000, sebuah level yang diidentifikasi sangat penting untuk menentukan apakah pasar akan stabil atau memasuki koreksi yang lebih dalam.

Glassnode menguraikan dua skenario utama. Dalam skenario bullish, pembeli menyerap pasokan di atas (overhead supply) dan mendorong harga menuju $84.000. Dalam skenario bearish, penurunan (breakdown) di bawah $68.000 dapat mengekspos level yang lebih rendah di dalam atau di bawah zona akumulasi tersebut.

Perusahaan itu juga menyoroti pemulihan pada Spot Volume Delta menuju netral dengan “lonjakan delta positif yang terputus-putus.” Kebangkitan ini menunjukkan bahwa urgensi penjual mungkin mereda, meskipun permintaan yang lebih kuat diperlukan untuk mengonfirmasi tren tersebut.

“Meskipun belum menunjukkan akumulasi yang kuat, pergerakan menuju keseimbangan ini menandakan membaiknya permintaan spot dan berkurangnya urgensi dari penjual,” tambah Glassnode.

Penempatan posisi derivatif juga menunjukkan kehati-hatian yang bercampur dengan potensi squeeze. Glassnode mengatakan bahwa perpetual futures menunjukkan rekor bias net short, dengan Perpetual Market Directional Premium berada di level paling negatif dalam catatan seiring dengan meningkatnya aktivitas lindung nilai (hedging) dan pelepasan posisi long (long unwinds).

“Secara historis, kondisi ekstrem seperti itu muncul selama periode ketidakpastian yang tinggi dan sering kali mendahului titik balik (inflection points),” kata Glassnode.

Perusahaan tersebut berpendapat bahwa peningkatan permintaan spot atau sentimen dapat memicu squeeze pada level derivatif saat ini, meskipun pergerakan harga jangka pendek Bitcoin masih belum pasti.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->