Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – CEO Ripple (XRP), Brad Garlinghouse, baru-baru ini memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan di tengah panasnya pembahasan mengenai regulasi aset digital di Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Ripple (XRP) sebenarnya sudah memiliki kejelasan status hukum yang kuat meskipun tanpa kehadiran Undang-Undang CLARITY Act yang sedang diperdebatkan.
Garlinghouse menjelaskan bahwa keputusan Hakim Analisa Torres dalam gugatan melawan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah memberikan perlindungan hukum yang sangat signifikan bagi token tersebut. Pernyataan ini muncul sesaat sebelum agenda pembahasan markup CLARITY Act yang diharapkan mampu memberikan kepastian hukum lebih luas bagi seluruh industri cryptocurrency.
Brad Garlinghouse menegaskan bahwa Ripple (XRP) telah memenangkan pertempuran hukum yang sangat panjang dan melelahkan melawan pihak otoritas SEC selama lima tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa keputusan Hakim Analisa Torres secara eksplisit menyatakan bahwa token Ripple (XRP) bukanlah sebuah kontrak investasi atau sekuritas dalam konteks penjualan di pasar sekunder.
Kemenangan hukum ini dianggap sebagai pondasi utama yang membuat token ini tetap berdiri kokoh di pasar global tanpa rasa khawatir akan status legalitasnya. Ripple (XRP) kini dipandang memiliki kejelasan hukum yang jauh lebih matang dibandingkan dengan banyak aset cryptocurrency lainnya yang masih berada di zona abu-abu.
Meskipun status hukumnya sudah jelas, Garlinghouse tetap memberikan dukungan penuh terhadap proses legislasi CLARITY Act demi kepentingan ekosistem crypto secara menyeluruh. Ia menyadari bahwa banyak proyek blockchain lain masih membutuhkan kerangka kerja yang lebih definitif agar dapat beroperasi secara legal tanpa ancaman tuntutan mendadak.
Dukungan Ripple terhadap undang-undang ini bukan semata-mata untuk kepentingan internal perusahaan, melainkan sebagai bentuk solidaritas terhadap pertumbuhan industri masa depan. Dengan adanya kepastian hukum, diharapkan adopsi cryptocurrency di lembaga keuangan besar dapat berjalan lebih cepat tanpa adanya hambatan birokrasi yang membingungkan.
Munculnya perdebatan mengenai klasifikasi aset sebagai komoditas atau sekuritas telah menjadi isu sentral yang memicu ketegangan di antara para pelaku industri crypto. Garlinghouse menyoroti bahwa bimbingan dari otoritas saat ini mengenai klasifikasi komoditas untuk aset besar seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih dianggap belum cukup kuat.
Ia khawatir bahwa tanpa undang-undang yang mengikat, kebijakan tersebut bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada siapa yang memimpin lembaga regulator di masa mendatang. Oleh karena itu, kehadiran CLARITY Act menjadi sangat krusial bagi Amerika Serikat untuk mempertahankan daya saingnya di panggung inovasi teknologi finansial dunia.
Baca juga: Mengapa Harga Ethereum (ETH) Mendadak Anjlok Baru-baru Ini?
Dalam sebuah diskusi, Garlinghouse juga sempat menanggapi kritik pedas yang dilontarkan oleh pendiri Cardano (ADA), Charles Hoskinson, terkait arah kebijakan Ripple. Meski mendapatkan kritik, ia memilih untuk tetap fokus pada upaya strategis perusahaan dalam memperjuangkan kejelasan regulasi bagi seluruh pemain di sektor mata uang digital.
Persaingan antar proyek crypto seharusnya tidak menghalangi upaya bersama dalam menciptakan lingkungan bisnis yang lebih aman dan terprediksi bagi para investor. Ripple berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa inovasi blockchain tidak mati karena tekanan regulasi yang tidak konsisten.
Komite Perbankan Senat telah menjadwalkan agenda penting pada tanggal 14 Mei untuk melakukan pemungutan suara terkait kemajuan rancangan undang-undang CLARITY Act. Garlinghouse menyatakan optimisme yang besar bahwa undang-undang ini akan berhasil melewati proses markup dan segera disahkan menjadi hukum yang berlaku nasional.
Jika undang-undang ini gagal disahkan, ia khawatir banyak pemangku kepentingan di industri cryptocurrency akan mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan hukum yang tidak menentu. Hal ini sangat penting mengingat batas waktu yang sempit sebelum Senat memasuki masa reses panjang selama lima minggu pada bulan Agustus mendatang.
Meskipun optimis terhadap regulasi baru, Garlinghouse kembali menegaskan sebuah kalimat yang menenangkan para pemegang aset bahwa Ripple (XRP) akan tetap baik-baik saja. Kepercayaan diri ini didasarkan pada kesiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai skenario politik yang mungkin terjadi di Washington D.C. selama beberapa tahun ke depan. Ia juga mencatat bahwa banyak eksekutif keuangan merasa cemas jika panduan saat ini berubah setelah Paul Atkins meninggalkan posisinya sebagai ketua SEC nantinya.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: