
Jakarta, Pintu News – Pada saat berita ini dirilis, harga Bitcoin bergerak di kisaran $81.000 setelah menguji resistansi di atas $82.000. Namun, risiko geopolitik tetap aktif setelah Presiden Donald Trump menolak proposal balasan terbaru Iran untuk mengakhiri konflik AS-Iran.
Media pemerintah Iran menyatakan bahwa tuntutan Teheran mencakup pampasan perang, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi Amerika.
Meski demikian, para analis mengatakan bahwa beberapa faktor telah membantu Bitcoin kembali mendapatkan momentumnya. Faktor-faktor ini termasuk kembali berlanjutnya aliran dana masuk (inflows) pada ETF Bitcoin spot, partisipasi institusional yang lebih kuat, peningkatan jumlah kepemilikan oleh para whale, serta ekspektasi bahwa rancangan undang-undang Digital Asset Market Clarity Act dapat mengalami kemajuan di Amerika Serikat.

Baca juga: SUI Crypto Naik 31%, Token Utilitas Kuasai Tren CoinGecko?
Pada 12 Mei 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $81,160 atau setara dengan Rp1.416.950.840, mengalami kenaikan 1,32% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.399.414.114 dan harga tertingginya di Rp1.424.618.859.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp28.463 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 1,58% menjadi Rp559,01 triliun.
ETF Bitcoin spot tetap menjadi salah satu pendorong utama di balik pemulihan Bitcoin. ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar $623 juta pada minggu lalu, menandai arus masuk positif selama enam minggu berturut-turut. Data ini menunjukkan bahwa posisi institusional pada Bitcoin tetap kuat, meskipun para trader jangka pendek tampaknya mulai mengambil keuntungan di sekitar area $80.000.
Tren arus keluar selama dua hari yang terjadi baru-baru ini juga patut diperhatikan. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa modal yang bergerak cepat mulai mengurangi eksposur setelah Bitcoin mengalami rebound, sementara permintaan alokasi jangka panjang terus menopang tren yang lebih luas.
Bitcoin tetap menjadi alokasi kripto institusional yang utama, tetapi arus masuk saat ini tidak lagi terbatas pada BTC. ETF Ethereum mencatat pemasukan sebesar $70,49 juta minggu lalu, dipimpin oleh ETHA milik BlackRock dengan arus masuk bersih sebesar $100 juta. Hal tersebut menunjukkan adanya minat baru terhadap ETH, meskipun permintaannya tampak terpusat pada satu produk utama alih-alih tersebar merata di seluruh pasar ETF Ethereum.
Solana dan XRP juga berhasil menarik modal baru. ETF Solana spot mencatat arus masuk bersih sebesar $39,23 juta, sementara ETF XRP spot bertambah sebesar $34,21 juta. Arus dana tersebut menunjukkan bahwa seiring dengan meredanya tekanan makro dan membaiknya minat terhadap risiko, para investor mulai menambah eksposur pada kripto dengan volatilitas yang lebih tinggi (higher-beta) selain Bitcoin.
Data on-chain juga menunjukkan tanda-tanda membaiknya kondisi pasar. Adjusted spent output profit ratio (SOPR) Bitcoin telah bertahan di atas angka 1,0 selama sembilan hari berturut-turut sejak 1 Mei.
Adjusted SOPR mengukur apakah koin yang dipindahkan secara on-chain sedang dijual dalam kondisi untung atau rugi. Angka di atas 1,0 berarti rata-rata pemegang aset melepas koin mereka dalam keadaan untung.
Tren sembilan hari tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin mampu menyerap aksi ambil untung (profit-taking) tanpa mengalami penurunan harga yang tajam. Para analis menyebutkan bahwa ini adalah rangkaian aksi ambil untung berkelanjutan yang terkuat sejak periode Oktober hingga November 2025.
Sinyal bullish awal lainnya juga telah muncul pada Indikator Siklus Pasar Bull-Bear Bitcoin, menurut analis bernama CW. Sinyal ini merupakan yang pertama kali muncul sejak awal tahun 2023.
Baca juga: Laba Coca-Cola Lampaui Ekspektasi, Proyeksi Pendapatan Naik Seiring Lonjakan Permintaan!
CW mencatat bahwa sinyal bullish awal di masa lalu tidak selalu langsung berujung pada reli harga. Namun, analis tersebut menegaskan bahwa jumlah kepemilikan whale (investor berskala besar) saat ini masih berada di dekat level tertingginya, berbeda dengan siklus sebelumnya di mana para pemegang aset besar justru menjual koin mereka saat tren harga sedang kuat.
Optimisme terkait regulasi juga turut mendukung sentimen pasar. Digital Asset Market Clarity Act (RUU Kejelasan Pasar Aset Digital) diperkirakan akan dibahas dalam sidang Komite Perbankan Senat pada minggu ini.
RUU tersebut akan menciptakan aturan federal yang lebih jelas untuk aset digital dan membagi pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Para pelaku pasar memandang undang-undang ini penting bagi adopsi institusional karena dapat mengurangi ketidakpastian hukum di sekitar pasar kripto.
Peristiwa makroekonomi juga dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin selanjutnya. Data harga konsumen bulan April dijadwalkan rilis pada hari Selasa, diikuti oleh data harga produsen dan laporan bulanan OPEC pada hari Rabu. Sementara itu, data penjualan ritel dan sidang CLARITY Act diperkirakan akan berlangsung pada hari Kamis.
QCP Capital menyatakan bahwa pasar juga sedang memantau rencana pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing. Pembicaraan tersebut diperkirakan akan mencakup masalah perdagangan, keamanan nasional, rantai pasokan logam tanah jarang (rare earth), dan konflik Timur Tengah.
Selain itu, dengan perang Rusia-Ukraina yang memasuki fase akhir, seperti yang kami laporkan, BTC mungkin sedang bersiap untuk pergeseran tren menuju bullish.
Sebagai akibatnya, struktur teknikal Bitcoin tetap berfokus pada zona-zona harga utama. Menurut analis kripto Michaël van de Poppe, Bitcoin masih mempertahankan struktur bullish meskipun terjadi koreksi jangka pendek (pullback) yang berkaitan dengan gap kecil pada kontrak berjangka (futures) CME.
Berdasarkan analisisnya, support harga BTC berada di sekitar $79.100 hingga $80.600, sementara resistance utama tetap berada di dekat $86.500. Pergerakan di atas zona tersebut dapat mengalihkan perhatian pasar menuju angka $90.000, namun hilangnya level support bisa membuat area $73.400 kembali menjadi fokus.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: