Dua Raksasa Crypto Ini Saling Sikut Soal Aturan Baru Atas Perintah Trump, Ini Detailnya!

Di-update
May 24, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Dunia crypto saat ini diguncang perselisihan tajam antara dua tokoh besar mengenai masa depan regulasi di Amerika Serikat. Chief Legal Officer (CLO) Ripple (XRP), Stuart Alderoty, mendukung penuh rancangan undang-undang CLARITY Act demi memberikan kepastian hukum yang jelas.

Sebaliknya, pendiri BitMEX, Arthur Hayes, justru mengambil langkah ekstrem dengan mendesak Presiden Donald Trump memveto aturan tersebut agar independensi cryptocurrency tetap terjaga. Perdebatan sengit ini memicu spekulasi besar di kalangan investor mengenai arah kebijakan aset digital ke depan.

Kubu Ripple Tuntut Kepastian Hukum bagi Pengguna Cryptocurrency

Stuart Alderoty menegaskan di platform X bahwa RUU CLARITY Act dirancang untuk melindungi kepentingan partisipan ritel, bukan sekadar industri crypto semata. Menurutnya, kejelasan aturan sangat dibutuhkan agar masyarakat awam mendapatkan perlindungan hukum yang adil saat bertransaksi di pasar digital.

Ia juga mengungkapkan data bahwa sekitar 67 million (67 juta) warga Amerika Serikat kini telah memiliki aset digital. Dengan adopsi yang masif, nilai ekonomi cryptocurrency global saat ini telah mencapai angka fantastis atau setara dengan puluhan kuadriliun rupiah jika dikonversi (kurs $1 = Rp17.698). Pihak Ripple menilai pemerintah tidak boleh menunda lagi karena pasar sudah sangat siap menerima struktur hukum yang formal.

Baca juga: 3 AI Coin Catat Lonjakan Fantastis di Tengah Euforia Pasar

Arthur Hayes Desak Trump Veto Aturan Karena Alasan Mengejutkan

Sikap bertolak belakang diambil Arthur Hayes dalam sebuah wawancara eksklusif di podcast The Wolf Of All Streets. Ia menyatakan bahwa jika Bitcoin (BTC) membutuhkan regulasi ketat dari pemerintah untuk bertahan hidup, maka aset digital tersebut sebenarnya tidak bernilai sama sekali. Hayes menegaskan esensi utama crypto adalah menjadi sistem keuangan alternatif yang sepenuhnya mandiri dan bebas dari kontrol lembaga finansial tradisional.

Ia memperingatkan bahaya besar jika industri yang terdesentralisasi ini membiarkan dirinya terserap ke dalam kerangka birokrasi konvensional yang kaku. Meski mengkritik keras CLARITY Act, Hayes mengakui bahwa perbankan raksasa kini mulai melirik cryptocurrency akibat tingginya permintaan klien yang ingin melindungi kekayaan dari gerusan inflasi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->