Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Rupiah hari ini menghadapi tekanan ganda yang sulit dihindari. Di satu sisi, The Fed baru saja memutuskan menahan suku bunga di level tinggi — sinyal bahwa dolar AS tidak akan melemah dalam waktu dekat. Di sisi lain, pasar dalam negeri masih menahan napas menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan rampung hari ini. Ketidakpastian dari dua arah sekaligus membuat rupiah sulit menemukan pijakan yang kuat.

Pada pembukaan perdagangan Kamis (18/6/2026), nilai tukar rupiah langsung tertekan. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 96 poin atau 0,54% ke level Rp17.858 per dolar AS — melanjutkan tren pelemahan dari penutupan kemarin di Rp17.762. Sempat tertekan lebih dalam ke Rp17.866 atau turun 104 poin (0,59%) pada pukul 09.06 WIB. Sementara itu, kurs BCA hari ini mencatat E-Rate beli di Rp17.725 dan jual di Rp17.815.
Dari sisi global, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% dalam rapat FOMC yang berakhir Rabu (17/6/2026). Keputusan ini mengecewakan pelaku pasar yang berharap ada sinyal pelonggaran lebih awal. Indeks dolar AS (DXY) merespons dengan stagnan di posisi 99,53 — tidak melemah, tapi juga tidak menguat secara signifikan.
Dari sisi domestik, perhatian pasar tertuju penuh pada hasil RDG Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Sepekan sebelumnya, BI secara mengejutkan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% — langkah agresif untuk menjaga stabilitas rupiah. Mayoritas ekonom memproyeksikan suku bunga akan dipertahankan di level tersebut pada RDG kali ini, setelah serangkaian pengetatan yang sudah cukup signifikan.
Satu-satunya angin segar datang dari kesepakatan damai AS–Iran yang memungkinkan Iran kembali mengekspor minyak. Sentimen geopolitik yang mereda ini sempat menahan laju penguatan dolar sebagai safe haven, namun dampaknya terbatas karena ancaman tarif impor AS terhadap sejumlah produk Indonesia masih menggantung.
Fokus utama pasar hari ini adalah pengumuman hasil RDG Bank Indonesia. Jika BI mempertahankan suku bunga di 5,50% sesuai ekspektasi, rupiah kemungkinan tidak akan bergerak terlalu jauh dari kisaran saat ini. Pengamat mata uang memperkirakan rupiah pada perdagangan Kamis ini akan ditutup melemah di rentang Rp17.760–Rp17.800 per dolar AS.
Dalam jangka menengah, stabilitas rupiah akan bergantung pada konsistensi kebijakan BI dan perkembangan negosiasi dagang bilateral Indonesia–AS. Target asumsi makro APBN 2026 di kisaran Rp16.800–Rp17.500 masih terasa jauh, namun langkah pengetatan BI setidaknya menunjukkan komitmen untuk mempersempit jarak tersebut.
Data kurs bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu pantau kurs resmi Bank Indonesia dan bank masing-masing sebelum bertransaksi.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi.