Pemula
Disertai Video

Formula Take Profit dan Stop Loss di Futures Trading

Update 5 May 2026 • Waktu Baca 9 Menit
Gambar Formula Take Profit dan Stop Loss di Futures Trading
Reading Time: 9 minutes

Take Profit dan Stop Loss adalah fitur manajemen risiko yang wajib dipahami oleh setiap trader futures. Keduanya bekerja sebagai mekanisme otomatis untuk mengamankan keuntungan sekaligus membatasi kerugian di tengah volatilitas pasar yang tinggi. Dalam artikel ini, kami membahas formula dan cara perhitungan TP dan SL, pentingnya penerapannya dalam futures trading, serta cara menentukan levelnya berdasarkan area support dan resistance.

Ringkasan Artikel

  • Fungsi TP dan SL: TP dan SL bekerja sebagai mekanisme otomatis untuk menutup posisi di harga yang sudah ditentukan, baik saat profit maupun rugi, sehingga trader tidak perlu memantau pasar secara terus-menerus.
  • Cara Mengatur TP dan SL: Penentuan level TP dan SL yang efektif mengombinasikan analisis teknikal, seperti area support dan resistance, dengan manajemen risiko berbasis Risk Reward Ratio untuk menjaga kedisiplinan dalam trading.
  • Di Pintu Futures, level TP dan SL dapat ditentukan melalui tiga metode input berbeda, ROI%, nominal PnL, dan perubahan harga (CHG), masing-masing dengan acuan perhitungan yang berbeda.

Apa Itu Take Profit dan Stop Loss?

Take Profit (TP) adalah kondisi di mana posisi aktif ditutup secara otomatis saat mencapai target keuntungan yang telah ditentukan, sedangkan Stop Loss (SL) adalah kondisi di mana posisi aktif ditutup secara otomatis saat kerugian menyentuh batas maksimal yang ditetapkan trader. Keduanya merupakan komponen penting dalam manajemen risiko, karena membantu trader memperhitungkan potensi keuntungan dan kerugian sebelum membuka posisi.

Dalam praktiknya, trader tidak perlu menutup posisi secara manual, baik dalam kondisi profit maupun rugi. Platform seperti Pintu Futures sudah menyediakan fitur TP dan SL yang memungkinkan trader menentukan level harga tertentu sebagai acuan untuk menutup posisi secara otomatis.

Fitur TP dan SL sebenarnya tidak terbatas pada futures, pasar spot pun mendukung penggunaannya. Di pasar spot, risikonya relatif lebih terukur karena tidak ada leverage, sedangkan di futures, ketidakdisiplinan bisa berakibat jauh lebih fatal karena pergerakan harga yang kecil sekalipun dapat memperbesar kerugian secara signifikan. Dengan menetapkan level TP dan SL sebelum membuka posisi, trader sudah memiliki rencana yang jelas.

Kenapa TP dan SL Penting Dalam Futures Trading?

Sumber data: Coinglass.com

11 Oktober 2025 menjadi salah satu tanggal paling kelam dalam sejarah pasar kripto. Pada hari tersebut, total likuidasi mencapai $19,16 miliar dari posisi long maupun short, menjadikannya peristiwa likuidasi terbesar yang pernah tercatat hingga saat ini berdasarkan data Coinglass.

Peristiwa ini menjadi pengingat nyata bahwa masih banyak trader yang mengabaikan manajemen risiko, salah satunya dengan tidak memasang SL order sebelum membuka posisi. Futures trading menuntut perencanaan yang matang dan perhitungan risiko yang lebih presisi, kesalahan dalam keduanya dapat berujung pada kerugian besar bahkan likuidasi margin yang dimiliki.

Berikut beberapa alasan mengapa TP dan SL sangat penting dalam futures trading:

  1. SL order memberikan perlindungan otomatis sesuai batas kerugian yang telah ditentukan trader sebelum posisi dibuka.
  2. TP order memungkinkan trader memperkirakan target keuntungan yang realistis dari harga entry.
  3. Trader yang tidak menggunakan SL order memiliki eksposur penuh terhadap volatilitas pasar dan berisiko terkena likuidasi.
  4. Penentuan level TP dan SL mengharuskan trader untuk mengacu pada analisis teknikal maupun fundamental, sehingga keputusan keluar posisi didasarkan pada data, bukan spekulasi.
  5. TP dan SL order membentuk kebiasaan disiplin dalam trading, kapan harus mengambil keuntungan dan kapan harus membatasi kerugian sudah ditentukan sejak awal.

Tanpa TP dan SL, trader tidak memiliki acuan yang jelas sebagai target maupun batas maksimal kerugian pada setiap posisi, sehingga potensi likuidasi menjadi jauh lebih tinggi. Dalam menentukan level TP dan SL, trader dapat menggunakan beberapa pendekatan, contohnya berdasarkan persentase ROI, nominal PnL dalam USDT, maupun level harga dari analisis teknikal.

Fitur ini relevan untuk semua jenis trader, namun menjadi sangat krusial bagi trader aktif yang membuka posisi dengan frekuensi tinggi. Bagi kelompok ini, konsistensi dalam menerapkan batas risiko per trade, yang sangat dekat kaitannya dengan Risk Reward Ratio, merupakan salah satu fondasi dari strategi trading yang baik.

Cari tahu Cara Menggunakan Risk Reward Ratio di Pintu Academy

Formula TP dan SL yang Perlu Dipahami

Formula TP dan SL yang digunakan setiap exchange tidak selalu sama, masing-masing platform memiliki kalkulasinya sendiri. Di Pintu Futures, trader dapat langsung memasukkan harga TP dan SL sebagai acuan tanpa perlu menghitung formula apapun. Namun bagi trader yang ingin menentukan level TP dan SL berdasarkan persentase return, nominal keuntungan, atau pergerakan harga, Pintu Futures menyediakan mode lanjutan dengan tiga metode input yang berbeda.

Perhitungan Berdasarkan ROI (%)

Market Order TP/SL

Persentase ROI pada Tipe Trigger dihitung berdasarkan biaya margin sebagai acuan keuntungan maupun kerugian. Berikut contoh perhitungannya:

  • Harga Entry: 76.000 USDT
  • Nilai Posisi: 1.000 USDT
  • Leverage: 5x → Margin: 200 USDT
  • Biaya Margin: 200 USDT (20% dari nilai posisi)
  • ROI TP: 20% → Est. Keuntungan: 40,76 USDT (+4,12% dari nilai posisi)
  • ROI SL: -5% → Est. Kerugian: -10,20 USDT (-1,03% dari nilai posisi)

Persentase estimasi keuntungan dan kerugian yang ditampilkan sama-sama dihitung dari nilai posisi, sehingga ROI 20% menghasilkan estimasi keuntungan 40,76 USDT dan ROI -5% menghasilkan estimasi kerugian 10,20 USDT.

Limit Order TP/SL

Pada mode Limit, terdapat dua bagian yang perlu diisi: Harga Trigger sebagai titik untuk memicu order baik menggunakan Mark Price atau Last Price, dan Harga Limit sebagai acuan eksekusi posisi. Formula yang digunakan untuk menghitung Harga Limit identik dengan formula di mode Market, bedanya hanya pada mekanisme eksekusinya saja.

  • Harga Entry: 76.000 USDT
  • Nilai Posisi: 1.000 USDT
  • Leverage: 5x → Margin: 200 USDT
  • ROI TP: 20% → Harga Limit: 79.135,8 USDT → Est. Keuntungan: 40,76 USDT (+4,12% dari nilai posisi)
  • ROI SL: -5% → Harga Limit: 75.216 USDT → Est. Kerugian: -10,20 USDT (-1,03% dari nilai posisi)

Harga Trigger pada mode Limit ditentukan secara manual oleh trader dan berfungsi sebagai harga untuk memicu order, begitu harga menyentuh level tersebut, sistem akan memasang limit order di Harga Limit yang telah dihitung.

Perubahan Harga (%)

Market Order TP/SL

Persentase CHG pada Tipe Trigger dihitung berdasarkan pergerakan harga secara langsung dari harga entry. Contoh perhitungannya:

  • Harga Entry: 76.000 USDT
  • Nilai Posisi: 1.000 USDT
  • Leverage: 5x
  • CHG TP: 10% → Harga Trigger: 83.600 USDT → Est. Keuntungan: 98,80 USDT (+10,00% dari nilai posisi)
  • CHG SL: -5% → Harga Trigger: 72.200 USDT → Est. Kerugian: -49,40 USDT (-5,00% dari nilai posisi)

Input 10% berarti harga harus bergerak 10% dari harga entry untuk mencapai TP, dan -5% berarti harga turun 5% dari entry untuk menyentuh SL. Persentase estimasi keuntungan dan kerugian pada Tipe Trigger ini sama-sama dihitung dari nilai posisi.

Limit Order TP/SL

Trader dapat menentukan Harga Limit atau persentase pergerakan harga dari harga entry untuk menetapkan level TP/SL melalui penggunaan limit order. Dalam jenis order ini, Harga Trigger juga menjadi pemicu untuk mengaktifkan order.

  • Harga Entry: 76.000 USDT
  • Nilai Posisi: 1.000 USDT
  • Leverage: 5x → Margin: 200 USDT
  • CHG TP: 10% → Harga Limit: 83.600 USDT → Est. Keuntungan: 98,80 USDT (+10,00% dari nilai posisi)
  • CHG SL: -5% → Harga Limit: 72.200 USDT → Est. Kerugian: -49,40 USDT (-5,00% dari nilai posisi)

Nominal PnL (USDT)

Market Order TP/SL

Pada pilihan Tipe Trigger PNL, trader dapat langsung menentukan PNL dalam USDT atau memasukkan Harga Trigger. Berikut contoh perhitungannya:

  • Harga Entry: 76.000 USDT
  • Nilai Posisi: 1.000 USDT
  • Leverage: 5x
  • PnL TP: 100 USDT → Harga Trigger: 83.692,3 USDT → Est. Keuntungan: 100 USDT (+10,12% dari nilai posisi)
  • PnL SL: -50 USDT → Harga Trigger: 72.153,8 USDT → Est. Kerugian: -50 USDT (-5,06% dari nilai posisi)

Metode ini paling intuitif untuk trader yang terbiasa menentukan TP dan SL dalam nominal USDT, cukup tentukan berapa USDT yang ingin didapat sebagai target keuntungan dan berapa USDT yang bersedia hilang sebagai batas kerugian, sistem Pintu akan menghitung harga trigger-nya secara otomatis.

Limit Order TP/SL

Trader dapat langsung memasukkan nominal USDT atau menentukan Harga Limit sebagai acuan pada Limit Order TP/SL, kemudian menetapkan Harga Trigger untuk memicu order tersebut.

  • Harga Entry: 76.000 USDT
  • Nilai Posisi: 1.000 USDT
  • Leverage: 5x
  • PnL TP: 100 USDT → Harga Limit: 83.692,3 USDT → Est. Keuntungan: 100 USDT (+10,12% dari nilai posisi)
  • PnL SL: -50 USDT → Harga Limit: 72.153,8 USDT → Est. Kerugian: -50 USDT (-5,06% dari nilai posisi)

Cara Menentukan Level TP dan SL dari Support & Resistance di Pintu Futures

Analisis teknikal dapat membantu trader menentukan area entry dan exit berdasarkan level support dan resistance. Dari level tersebut, trader dapat menyesuaikan penempatan TP dan SL agar risk per trade tetap terukur sesuai rencana manajemen risiko.

Contoh Penggunaan Support dan Resistance dalam Futures Trading

Sebagai contoh, berdasarkan grafik di atas, terlihat adanya penolakan atau rejection berulang pada BTCUSDT-PERP di area 78.000 USDT yang terjadi beberapa kali. Pola ini kerap menjadi sinyal bagi trader untuk membuka posisi short dengan menjadikan area resistance sebagai acuan entry. Berikut detail posisinya:

Margin Balance30 USDT
Risk Per Trade5% dari Margin Balance = 1,5 USDT
Nilai Posisi80 USDT
Leverage5x
Tipe PosisiShort
Entry Short78.300 USDT (area resistance)
SL Order79.800 USDT (invalidation level, di atas resistance, apabila resistance berhasil ditembus ke atas) / -1,5 USDT
TP Order72.300 (area support atau resistance become support) / +6 USDT
Risk Reward Ratio1:4

Di Pintu Futures, trader dapat langsung memasukkan harga TP dan SL bersamaan dengan order entry menggunakan fitur limit/market order. Setelah semua level sudah ditentukan, trader cukup menekan tombol “Jual (Short)” untuk menempatkan keseluruhan order sekaligus.

Sebagai alternatif, jika ingin menentukan TP dan SL berdasarkan nominal USDT menggunakan mode lanjutan, trader dapat memilih Tipe Trigger PnL.

Berdasarkan contoh manajemen risiko yang sudah ditetapkan, trader dapat memasukkan nominal USDT sebagai TP dan batas kerugian sebagai SL, kemudian sesuaikan Harga Trigger dengan level TP dan SL yang sudah ditentukan dari analisis sebelumnya. Kemudian, pilih “Konfirmasi”.

Setelah “Konfirmasi”, trader dapat memilih “Jual (Short)” dan akan muncul bagian ini untuk konfirmasi final sebelum menempatkan order.

Setelah order dikonfirmasi, trader dapat memantau TP dan SL yang sudah terpasang di bagian “Open Order”. Pada contoh yang dilakukan, terlihat dua order aktif, Take Profit dengan kondisi Mark Price ≤ 72.300 USDT dan Stop Loss dengan kondisi Mark Price ≥ 79.800 USDT, keduanya akan tereksekusi secara otomatis di harga pasar begitu kondisi trigger terpenuhi.

Kesimpulan

Take Profit dan Stop Loss adalah dua instrumen manajemen risiko yang tidak bisa diabaikan dalam futures trading. Dengan memahami formula perhitungannya dan cara menentukan levelnya berdasarkan analisis teknikal, trader dapat membangun rencana trading yang lebih terukur, disiplin, dan terhindar dari keputusan yang didorong oleh emosi semata.

Frequently Asked Questions (FAQs)

Apa itu formula tp dan sl dalam trading futures?

Formula TP dan SL adalah perhitungan yang digunakan untuk menentukan Harga Trigger berdasarkan tiga metode input: ROI%, nominal PnL dalam USDT, atau perubahan harga (CHG%). Masing-masing metode memiliki acuan perhitungan yang berbeda namun menghasilkan output yang sama, yaitu harga di mana posisi akan ditutup secara otomatis.

Bagaimana cara menghitung take profit dan stop loss dari harga entry?

Perhitungan TP dan SL mengacu pada harga entry sebagai titik acuan. Menggunakan Tipe Trigger ROI% dengan formula Entry × (1 + ROI% ÷ Leverage) untuk posisi long, atau Entry × (1 − ROI% ÷ Leverage) untuk posisi short. Di Pintu Futures, platform menghitung Harga Trigger secara otomatis setelah trader memasukkan nilai ROI%, PnL, atau CHG% yang diinginkan.

Apa perbedaan mark price dan last price saat setting tp/sl?

Mark Price adalah harga rata-rata yang dihitung dari beberapa exchange, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pergerakan harga sesaat di satu platform. Last Price adalah harga transaksi terakhir yang terjadi di orderbook. Penggunaan Mark Price pada Harga Trigger umumnya lebih disarankan untuk SL guna menghindari ter-trigger akibat wick harga yang hanya terjadi sesaat.

Apakah tp/sl bisa diubah setelah posisi terbuka?

Ya, TP dan SL dapat diubah setelah posisi terbuka maupun setelah order ditempatkan. Di Pintu Futures, trader dapat mengedit order yang aktif langsung dari bagian “Open Order” dengan menekan ikon edit di samping order yang ingin diubah.

Trading Futures di Pintu Pro Web

Selain bisa mengakses Pintu Futures melalui aplikasi, kamu juga bisa membuka posisi long atau short seperti BTC, SOL, dan lainnya langsung melalui Pintu Pro Web. Di Pintu Pro Web, kamu bisa langsung trading Futures dan spot!

Cara trading Crypto Futures di Pintu Pro Web:

  1. Buka https://pintu.co.id/
  2. Klik tombol Buka Pro di Desktop di bagian atas tengah.
  3. Daftar atau masuk ke Pintu Pro Web.
  4. Buka bagian Futures.
  5. Trade BTC dan kripto lainnya.
Disclaimer: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.

Bagikan