
Seekor ayam betina kecil berkeliaran di halaman belakang rumah seorang petani. Tanah lembap setelah hujan semalam membuat cacing dan ulat-ulat kecil muncul di sela rumput. Dengan cekatan, ayam itu mematuk satu per satu ulat gemuk yang merayap di tanah, suaranya berkokok pelan sambil sesekali mengepakkan sayapnya.
Hari-hari berlalu, ayam itu makin sering berburu ulat di kebun. Tubuhnya yang semula kurus mulai tampak berisi, bulu-bulunya mengilap terkena sinar matahari pagi. Setiap kali petani datang memberi makan, ayam itu tampak lebih lincah, berlari menghampiri dengan mata berbinar.
Petani pun senang melihat ayam peliharaannya sehat dan kuat. Ia sadar bahwa ulat dan serangga kecil menjadi sumber protein alami yang membantu pertumbuhan ayamnya. Kini halaman belakang rumah bukan hanya tempat bermain ayam, tapi juga menjadi sumber kehidupan yang membuat ternaknya tumbuh subur.