
Jakarta, Pintu News ā Ketika pemerintah Iran memutus akses internet di tengah gelombang protes besar yang terjadi awal Januari 2026, muncul pertanyaan penting bagi pengguna crypto di negara tersebut: apakah masih mungkin menggunakan cryptocurrency seperti Bitcoin tanpa internet?
Pemerintah memutus koneksi internet nasional untuk meredam komunikasi publik, tetapi sejumlah solusi teknologi alternatif diperkirakan masih memungkinkan transaksi crypto, meskipun dengan keterbatasan tertentu. Laporan ini merangkum cara-cara yang dipertimbangkan dan dikembangkan untuk tetap mengakses jaringan blockchain meskipun tanpa konektivitas internet tradisional.
Salah satu opsi yang paling nyata bagi warga Iran adalah melalui layanan internet satelit seperti Starlink, yang dapat menyediakan koneksi tanpa bergantung pada infrastruktur lokal. Starlink bekerja dengan antena yang terhubung ke satelit yang kemudian mengirim data melalui laser dan stasiun bumi, menjadikannya sumber internet independen dari jaringan domestik yang diblokir.
Sebelumnya layanan seperti ini sering diminta oleh warga di wilayah blackout untuk mengakses internet dan platform online lainnya. Jika tersedia secara luas, akses satelit seperti Starlink memungkinkan perangkat pengguna tetap terhubung ke jaringan blockchain dan melakukan transaksi crypto.
Namun, penggunaan internet satelit di negara yang memberlakukan pemblokiran internet penuh tetap menghadapi risiko hukum atau pembatasan oleh pemerintah setempat. Akses melalui satelit bisa diblokir atau dipantau oleh otoritas, meskipun teknologi ini memberi jendela untuk mem-bypass kontrol jaringan.
Baca Juga: 5 Syarat Pasar Crypto Tembus All-Time High di 2026, Ini yang Perlu Terjadi!
Selain internet satelit umum, ada solusi yang lebih khusus yaitu jaringan satelit yang menyediakan data blockchain sendiri. Misalnya, perusahaan infrastruktur Bitcoin seperti Blockstream mengoperasikan jaringan satelit yang memancarkan data Bitcoin ke seluruh dunia. Dengan metode ini, pengguna bisa menerima data transaksi blockchain tanpa koneksi internet biasa.
Solusi ini memungkinkan node Bitcoin memverifikasi dan melihat data blockchain secara offline, walaupun untuk benar-benar menyiarkan (broadcast) transaksi tetap membutuhkan koneksi ke jaringan satelit atau internet. Jika perangkat mampu terhubung ke satelit yang memancarkan data blockchain, pengguna masih bisa mengikuti pergerakan blok dan saldo mereka.
Alternatif lain yang sedang berkembang adalah penggunaan jaringan peer-to-peer yang berbasis Bluetooth mesh. Teknologi ini memungkinkan perangkat berkomunikasi satu sama lain melalui koneksi langsung tanpa internet, sehingga data transaksi dapat dipertukarkan antar ponsel.
Contoh awal dari pendekatan ini adalah layanan pesan yang memungkinkan pengguna mengirim data terkait transaksi Bitcoin antar perangkat melalui mesh Bluetooth. Setelah data ini dikumpulkan, perangkat tersebut memerlukan koneksi internet untuk broadcast transaksinya ke jaringan blockchain.
Pendekatan seperti ini masih dalam tahap awal dan memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan serta kecepatan. Namun, dalam kondisi blackout, solusi peer-to-peer menjadi opsi teknis yang bisa dimanfaatkan komunitas lokal untuk tetap berinteraksi dengan jaringan crypto.
Sejumlah proyek lain juga sedang dikembangkan untuk memungkinkan transaksi crypto tanpa internet secara penuh atau sebagian. Misalnya, ada inisiatif yang menggunakan radio frekuensi panjang atau strategi jaringan mesh distribusi yang lain untuk mengirim data blockchain tanpa bergantung pada infrastruktur internet.
Walaupun solusi tersebut masih jauh dari implementasi luas, keberadaannya mencerminkan kebutuhan nyata akan metode alternatif untuk mengakses jaringan finansial terdesentralisasi. Jika berhasil diadopsi secara lokal, solusi ini bisa menjadi bagian dari alat mitigasi saat koneksi utama terputus.
Meskipun berbagai teknologi di atas menawarkan jalur untuk mengakses jaringan crypto saat internet tradisional diputus, semuanya memiliki keterbatasan. Misalnya, sebagian besar alat ini masih memerlukan koneksi internet (atau satelit) pada suatu titik untuk broadcast transaksi di blockchain.
Selain itu, penggunaan teknologi satelit atau jaringan alternatif sering kali menghadapi hambatan regulasi dan hukum, terutama di negara yang memblokir atau membatasi akses digital secara ketat. Pemanfaatan jaringan seperti ini mungkin dianggap ilegal atau diawasi ketat oleh otoritas setempat.
Keterbatasan infrastruktur, biaya perangkat tambahan seperti antena satelit, dan kebutuhan teknis yang lebih kompleks juga menjadi tantangan nyata bagi warga biasa yang ingin tetap menggunakan crypto di tengah blackout internet.
Walaupun pemutusan internet oleh pemerintah seperti yang terjadi di Iran pada awal Januari 2026 membuat akses standar ke jaringan blockchain menjadi sulit, beberapa teknologi alternatif masih membuka peluang bagi warga untuk tetap menggunakan cryptocurrency.
Solusi seperti internet satelit, jaringan satelit blockchain, jaringan peer-to-peer, dan proyek offline tengah berkembang sebagai jalur mitigasi. Namun, tantangan teknis dan hukum tetap tinggi, sehingga adopsi luas masih menghadapi hambatan signifikan.
Baca Juga: Polanya Terulang? Ripple (XRP) Siap Melesat Seperti Tahun 2017!
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin hari ini,Ā harga Solana hari ini,Ā Pepe coinĀ dan harga asetĀ cryptoĀ lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan
informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
⢠Cointelegraph via TradingView. Iran Is Cut Off From the Internet: Hereās How Crypto Could Still Work. Diakses tanggal 8 Januari 2026.