
Jakarta, Pintu News – Memahami arti 1 lot saham berapa lembar menjadi langkah dasar bagi investor pemula agar dapat menghitung modal, risiko, dan potensi keuntungan secara realistis sejak awal berinvestasi.
Ukuran lot menentukan jumlah saham minimum yang bisa dibeli dalam satu transaksi. Tanpa pemahaman ini, investor pemula berisiko salah menghitung kebutuhan dana dan biaya transaksi.
Dalam konteks perencanaan keuangan, lot saham membantu investor menetapkan strategi pembelian bertahap. Hal ini penting agar investasi tidak dilakukan secara impulsif, baik di saham maupun instrumen lain seperti crypto dan cryptocurrency.
Baca Juga: 5 Fakta Penting Kesenjangan Pasokan Perak vs Emas dan Dampaknya ke Crypto & Aset Komoditas
Lot saham adalah satuan perdagangan saham di bursa. Di Indonesia, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan satuan lot sebagai standar.
Lot berfungsi menyederhanakan transaksi dan memastikan keseragaman sistem perdagangan. Dengan standar ini, investor dapat dengan mudah membandingkan harga dan nilai transaksi antar saham.

Sebelum 2014, 1 lot saham di Indonesia setara dengan 500 lembar. Kebijakan ini kemudian diubah oleh BEI untuk meningkatkan partisipasi investor ritel.
Sejak perubahan tersebut, ukuran lot diperkecil agar saham lebih terjangkau. Langkah ini terbukti meningkatkan jumlah investor baru di pasar modal domestik.
Saat ini, 1 lot saham di Indonesia setara dengan 100 lembar saham. Aturan ini berlaku untuk seluruh saham yang diperdagangkan di BEI.
Dengan ukuran ini, investor pemula dapat mulai berinvestasi dengan modal relatif kecil. Konsep ini mirip dengan fractional mindset yang juga dikenal di dunia crypto, meski mekanismenya berbeda.
Di Indonesia, standar 1 lot adalah 100 lembar saham. Di Amerika Serikat, saham dapat dibeli per lembar tanpa konsep lot baku.
Perbedaan ini membuat pasar saham Indonesia lebih terstruktur, sementara pasar AS lebih fleksibel. Investor perlu memahami aturan lokal sebelum bertransaksi lintas negara.
Harga 1 lot saham dihitung dengan mengalikan harga per lembar dengan 100. Jika harga saham Rp5.000 per lembar, maka 1 lot bernilai Rp500.000.
Perhitungan sederhana ini membantu investor menentukan alokasi dana. Prinsip ini serupa dengan menghitung nilai aset digital seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), meski satuannya berbeda.

Selain harga saham, investor perlu memperhitungkan biaya broker dan pajak. Fee beli broker umumnya berkisar 0,15–0,25 persen dari nilai transaksi.
Biaya ini memengaruhi hasil akhir investasi, terutama untuk transaksi bernilai kecil. Oleh karena itu, memahami struktur biaya menjadi bagian penting dari literasi investasi.
Membeli saham per lot membantu investor disiplin dalam mengelola modal. Satuan ini juga memudahkan pencatatan dan evaluasi portofolio.
Bagi pemula, lot saham memungkinkan pembelajaran bertahap tanpa risiko besar. Pendekatan ini relevan bagi investor yang juga baru mengenal cryptocurrency.
Risiko utama membeli 1 lot saham adalah fluktuasi harga jangka pendek. Saham bisa turun sebelum naik kembali, sehingga kesabaran menjadi kunci.
Tips penting bagi pemula adalah memilih saham likuid dan fundamental kuat. Diversifikasi juga diperlukan agar risiko tidak terpusat pada satu aset.
Jika saham A diperdagangkan di Rp2.000 per lembar, maka 1 lot bernilai Rp200.000. Saham lain dengan harga Rp10.000 per lembar berarti 1 lot senilai Rp1.000.000.
Contoh ini menunjukkan bahwa harga 1 lot sangat bervariasi. Investor perlu menyesuaikan pilihan saham dengan kemampuan modal.
Pembelian 1 lot saham kini dapat dilakukan melalui aplikasi sekuritas secara online. Investor cukup memilih saham, memasukkan jumlah lot, dan mengonfirmasi transaksi.
Proses ini dirancang sederhana agar mudah diakses investor muda. Kemudahan ini sejalan dengan tren digitalisasi di sektor keuangan dan crypto.

Memahami bahwa 1 lot saham setara 100 lembar membantu investor pemula menyusun strategi yang realistis. Dengan modal terukur, risiko dapat dikelola lebih baik.
Pendekatan bertahap ini relevan bagi siapa pun yang ingin membangun kebiasaan investasi sehat, baik di saham maupun cryptocurrency.
Kamu bisa mulai berinvestasi di tokenized stocks seperti Tesla, Nvidia, Apple, dan Microstrategy langsung di aplikasi Pintu, langkah-langkahnya sangat sederhana:
Pintu juga kompatibel dengan dompet digital populer seperti Phantom dan MetaMask, sehingga transaksi kamu semakin mudah. Unduh aplikasi Pintu sekarang di Play Store atau App Store! Keamanan kamu terjamin, karena Pintu diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan CFX.
Apakah 1 lot saham selalu 100 lembar?
Ya, di Indonesia 1 lot saham selalu setara dengan 100 lembar sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.
1 lot saham berapa rupiah?
Nilainya tergantung harga saham per lembar, karena harga 1 lot dihitung dengan mengalikan harga saham dengan 100 lembar.
Apa beda lot saham Indonesia dan Amerika?
Di Indonesia saham diperdagangkan per lot (100 lembar), sedangkan di Amerika saham bisa dibeli per lembar tanpa satuan lot.
Bolehkah beli kurang dari 1 lot saham?
Tidak, pembelian saham di Bursa Efek Indonesia minimal harus 1 lot atau 100 lembar.
Apa keuntungan beli saham 1 lot pertama?
Membeli 1 lot pertama membantu investor pemula belajar mekanisme pasar saham dengan modal yang relatif terukur.
Contoh hitung untung 1 lot saham naik 10%
Jika 1 lot saham dibeli seharga Rp1.000.000 dan naik 10%, maka keuntungan kotor yang diperoleh adalah Rp100.000.