5 Wawasan Kunci: Minat Publik pada Bitcoin Turun Sementara Emas & Perak Naik

Di-update
January 28, 2026
Gambar 5 Wawasan Kunci: Minat Publik pada Bitcoin Turun Sementara Emas & Perak Naik

Jakarta, Pintu News – Data terbaru menunjukkan bahwa perhatian sosial terhadap Bitcoin dan pasar crypto secara umum mulai menurun di platform media sosial. Indikator social volume, yang mengukur frekuensi pembicaraan retail dan trader ritel tentang suatu aset, menunjukkan pergeseran minat dari crypto menuju emas dan perak yang baru-baru ini mencetak rekor sosial yang kuat. Pergeseran ini terjadi di tengah dinamika pasar lebih luas dan menjadi fokus analisis terkini.

1. Pengukuran Social Volume sebagai Cerminan Minat Retail

Social volume adalah metrik yang menghitung jumlah sebutan unik suatu topik di media sosial seperti X (Twitter), Reddit, dan forum lain. Selama Januari 2026, data menunjukkan bahwa pembicaraan tentang Bitcoin dan aset crypto terus menurun sementara diskusi tentang emas dan perak melonjak. Ini mencerminkan minat investor ritel yang sering kali berbasis hype dan sensasi pasar.

Perubahan ini penting karena retail trader biasanya bertindak cepat terhadap berita dan tren, sehingga pergeseran fokus mereka dapat mencerminkan sentimen pasar yang lebih luas. Volume sosial yang rendah bagi crypto dapat menjadi indikator bahwa minat spekulatif sementara beralih ke aset lain.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Kesenjangan Pasokan Perak vs Emas dan Dampaknya ke Crypto & Aset Komoditas

2. Emas & Perak Mendominasi Perhatian Publik

Selama beberapa minggu terakhir, social volume untuk emas melonjak signifikan ketika harga emas mencapai level tertinggi baru. Dalam beberapa periode, emas bahkan berada di puncak pembicaraan sosial, diikuti oleh perak yang mengalami rekor sosialnya sendiri. Tren ini menarik perhatian dari retail investor yang sebelumnya aktif dalam ekosistem crypto.

Fokus yang kuat terhadap emas dan perak ini mencerminkan fenomena di mana aset tradisional dengan status “safe haven” kembali menjadi pusat perhatian pasar, khususnya ketika kondisi makroekonomi berubah. Perak bahkan sempat mengambil alih posisi teratas dari emas dalam hal pembicaraan di media sosial pada akhir Januari.

3. Bitcoin dan Pasar Crypto Mendapati Minat yang Lebih Rendah

Sepanjang minggu terakhir Januari, pertumbuhan social volume untuk Bitcoin tidak sekuat untuk emas atau perak, meskipun terdapat periode retracement harga pada Bitcoin yang biasanya memicu diskusi pasar. Rendahnya volume sosial ini menunjukkan bahwa sebagian besar retail trader tidak terlalu aktif membicarakan atau mengejar momentum harga di sektor crypto saat ini.

Minat yang menurun tidak selalu berarti fundamental Bitcoin buruk, tetapi mencerminkan bahwa saat ini pasar ritel lebih tertarik pada dinamika harga aset lain. Investor muda dan pemula harus memahami bahwa social volume bersifat spekulatif dan dapat berubah cepat, sehingga tidak selalu mencerminkan nilai jangka panjang aset crypto.

4. Hubungan Antara Tren Sosial dan Pergerakan Harga

Biasanya, lonjakan pembicaraan sosial terkait dengan lonjakan harga atau hype pasar. Ketika banyak retail trader berbicara tentang suatu aset, hal ini seringkali bertepatan dengan kenaikan volatilitas dan aktivitas trading jangka pendek. Dalam konteks emas dan perak, lonjakan sosial ini terjadi saat harga keduanya mencetak rekor lebih tinggi, menarik perhatian retail di luar dunia crypto.

Untuk Bitcoin, meskipun harga masih relatif kuat dibandingkan dengan beberapa periode sebelumnya, kurangnya lonjakan sosial mungkin menunjukkan bahwa minat retail tidak sekuat pada fase pasar bullish sebelumnya. Ini bukan indikator harga pasti, tetapi memberikan wawasan tentang preferensi pasar saat ini.

5. Implikasi bagi Investor Crypto Muda dan Pemula

Bagi investor muda dan pemula di pasar crypto, tren ini menyoroti bahwa pasar tidak hanya dipengaruhi oleh data teknikal atau fundamental, tetapi juga oleh dinamika minat publik. Social volume yang tinggi dapat mempercepat volatilitas harga, sedangkan penurunan minat dapat menandakan periode konsolidasi harga.

Memahami bagaimana retail trader cenderung bergerak antara aset seperti crypto, emas, atau komoditas lain dapat membantu dalam menyusun strategi investasi yang lebih matang dan berbasis data empiris alih-alih sekadar mengikuti hype sesaat.

Baca Juga: Lonjakan Harga Altcoin: Fenomena Musiman yang Tak Boleh Dilewatkan!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->