
Jakarta, Pintu News ā Pada Januari 2026, dunia crypto kembali mencatat fenomena on-chain yang menarik perhatian pasar dan pelaku investasi. Beberapa dompet Bitcoin yang telah lama tidak aktif akhirnya memindahkan aset mereka, total hampir 4.905,98 BTCāsetara sekitar USD 383 juta atau kurang lebih Rp6,43 triliun berdasarkan nilai pasar pada saat laporan. Pergerakan besar ini mencatat salah satu aktivitas tertinggi dari dompet ātidurā era awal Bitcoin dan menjadi data penting yang perlu dipahami investor muda maupun pemula.

Pada Januari, data on-chain menunjukkan bahwa beberapa dompet Bitcoin yang lama tidak bertransaksi akhirnya mulai bergerak kembali. Wallet ini berasal dari periode 2010 hingga 2017, era awal cryptocurrency Bitcoin ketika sebagian besar BTC masih ditambang oleh individu kecil atau early adopter. Aktivitas ini menandai bahwa Bitcoin yang sebelumnya tidak bergerak selama bertahun-tahun kini bertransaksi lagi dalam jumlah besar.
Pergerakan ini bukan sekadar angka kecil. Total sekitar 4.905,98 BTC berpindah tangan, menunjukkan bahwa pemilik wallet tua kini memutuskan mengaktifkan kembali simpanannya. Bagi investor, ini bisa dipakai sebagai petunjuk tekanan supply jangka pendek di pasar, khususnya jika sejumlah besar BTC masuk ke bursa atau pasar spot.
Baca Juga: 7 Prediksi Harga Ethereum (ETH) 2026: Target Bullish, Risiko & Proyeksi
Bitcoin yang berpindah nilainya setara puluhan juta dolar AS dalam satu bulan. Jika dikonversi dengan kurs USD ke rupiah = Rp16.788, maka nilai pergerakan hampir 4 906 BTC mencapai sekitar Rp6,43 triliun. Besarnya nilai ini memperlihatkan bahwa pergerakan dompet tua tidak bisa dianggap sepele dari perspektif pasar crypto global.
Transaksi besar seperti ini sering kali memicu diskusi di kalangan analis mengenai potensi dampaknya terhadap likuiditas market. Volume besar BTC yang dikeluarkan dari wallet lama dapat masuk ke pasar dan meningkatkan tekanan jual dalam waktu singkat.
Ada beberapa alasan mengapa wallet tua akhirnya aktif lagi setelah lama dormant. Salah satunya adalah pemilik wallet lama kini mungkin merasa sudah waktunya merealisasikan keuntungan setelah periode harga Bitcoin yang panjang dan volatil. Wallet dari era awal mungkin saja menahan BTC sejak masa harga jauh di bawah nilai saat ini, sehingga momen ini dilihat sebagai kesempatan.
Faktor lain di balik aktivitas ini bisa terkait kebutuhan likuiditas dari pemilik individu atau institusi. Ketika harga atau sentimen pasar tertentu berubah, pemilik wallet lama dapat memilih untuk memindahkan atau menjual sejumlah kepemilikan mereka.
Pergerakan dari dompet dormant tight bronya to long term holding patterns in Bitcoin suggests supply rotation potential. Optimal timing of moving BTC from dormant holdings can indicate shifts in investor sentiment about future price trajectories.
Analisis on-chain juga menunjukkan bahwa ketika supply yang sebelumnya diam berubah menjadi cair, volatilitas jangka pendek cenderung meningkat. Hal ini dapat menjadi sinyal bagi investor bahwa pasar tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan, tetapi juga oleh supply yang beredar.
Bagi investor muda dan pemula di pasar crypto dan cryptocurrency, pergerakan dompet Bitcoin lama memberi pelajaran penting. Aktivitas on-chain besar dari wallet tua adalah salah satu faktor yang dapat memicu volatilitas harga jangka pendek, terutama jika aset dialirkan ke bursa atau pasar spot.
Memahami dinamika supply dan perilaku pemegang jangka panjang membantu investor membaca tekanan pasar lebih baik. Data on-chain seperti ini kadang lebih berguna untuk mengidentifikasi tren besar dibanding sekadar melihat harga harian di exchange.
Aktivasi kembali dompet Bitcoin tua yang telah lama tidak bergerak mencerminkan dinamika supply yang berubah di pasar cryptocurrency. Pergerakan hampir 4 906 BTC (sekitar Rp6,43 triliun) dalam satu bulan bukan hanya angka besar semata, tetapi juga data penting untuk memahami tekanan pasar. Investor pemula perlu memahami bahwa perubahan perilaku pemegang lama dapat mempengaruhi harga dan volatilitas dalam jangka pendek maupun menengah.
Baca Juga: 7 Prediksi Harga Emas Februari 2026: Kenaikan, Skenario & Faktor Risiko!
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.