5 Poin Panas Debat Sentralisasi XRP Ledger, Justin Bons vs David Schwartz: Siapa yang Benar?

Di-update
February 26, 2026
Bagikan
Gambar 5 Poin Panas Debat Sentralisasi XRP Ledger, Justin Bons vs David Schwartz: Siapa yang Benar?

Jakarta, Pintu News – Komunitas crypto baru-baru ini dihebohkan oleh debat sengit mengenai tingkat sentralisasi pada XRP Ledger (XRPL) antara pendiri Cyber Capital, Justin Bons, dan CTO Ripple, David Schwartz.

Bons melontarkan kritik tajam dengan menyebut bahwa jaringan tersebut masih sangat tersentralisasi dan memiliki risiko keamanan yang signifikan bagi para pemegangnya. Perdebatan ini sangat penting bagi kamu investor cryptocurrency, karena isu sentralisasi sering kali menjadi faktor penentu dalam valuasi jangka panjang sebuah aset digital di mata regulator maupun institusi besar.

Kritik Tajam Justin Bons Terhadap Struktur Jaringan XRP

Justin Bons berpendapat bahwa mekanisme konsensus pada XRP Ledger (XRPL) masih memberikan kontrol yang terlalu besar kepada pihak tertentu, terutama melalui daftar validator yang direkomendasikan. Ia menyatakan bahwa jika mayoritas validator dikendalikan atau dipengaruhi oleh satu entitas, maka prinsip dasar desentralisasi yang menjadi ruh dari teknologi blockchain telah hilang. Kamu perlu memahami bahwa kritik ini bukan hal baru, namun kembali mencuat seiring dengan meningkatnya standar transparansi pada berbagai proyek crypto papan atas saat ini.

Lebih lanjut, Bons memperingatkan bahwa struktur semacam ini bisa membuat jaringan lebih rentan terhadap intervensi hukum atau penyitaan aset oleh otoritas negara. Jika satu entitas memiliki pengaruh dominan, maka risiko sensor transaksi menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai oleh setiap pengguna di pasar forex maupun digital. Meskipun harga Ripple saat ini berada di kisaran $2,38 atau sekitar Rp39.886 per koin (kurs Rp16.759), isu fundamental seperti ini bisa memicu volatilitas yang tidak terduga di masa depan.

Baca Juga: 5 Alasan Sinyal Bullish BTC Muncul Lagi: Coinbase Premium Positif, BTC Tembus Rp1,5 Miliar?

Pembelaan David Schwartz Mengenai Keamanan XRPL

David Schwartz selaku petinggi teknis di Ripple menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa XRP Ledger (XRPL) dirancang untuk mencegah satu entitas mana pun memaksakan kehendaknya pada jaringan. Ia menegaskan bahwa validator memiliki kebebasan penuh untuk memilih daftar validator mereka sendiri tanpa harus tunduk pada rekomendasi dari pihak Ripple. Schwartz menekankan bahwa keamanan jaringan justru terletak pada keragaman validator yang terus berkembang, yang membuatnya berbeda secara fundamental dari sistem perbankan tradisional yang sepenuhnya tertutup.

Ia juga menambahkan bahwa mekanisme unik XRPL memungkinkan deteksi cepat jika ada validator yang mencoba bertindak curang atau menghambat jalannya konsensus global. Kamu sebagai investor harus melihat argumen ini sebagai bagian dari evolusi teknologi blockchain yang terus mencari keseimbangan antara kecepatan transaksi dan tingkat desentralisasi yang ideal. Dibandingkan dengan Bitcoin yang menggunakan bukti kerja (proof of work), sistem yang digunakan oleh Ripple (XRP) memang menawarkan efisiensi energi yang jauh lebih baik untuk penggunaan komersial skala besar.

Dampak Perdebatan Bagi Investor dan Masa Depan XRP

Perdebatan antara dua pakar ini menunjukkan bahwa transparansi tata kelola tetap menjadi topik yang sangat sensitif di dunia cryptocurrency. Bagi kamu, informasi ini sangat berguna untuk menilai profil risiko dari aset yang kamu miliki, terutama jika kamu juga berinvestasi pada koin lain seperti Ethereum atau Pepe Coin . Kejelasan mengenai sejauh mana sebuah proyek benar-benar desentralisasi akan memengaruhi keputusan investor institusional yang mencari keamanan hukum dan teknis yang maksimal dalam portofolio mereka.

Di sisi lain, perdebatan ini juga mendorong tim pengembang untuk terus melakukan inovasi dan memberikan pembuktian teknis yang lebih kuat kepada publik. Jika XRP mampu membuktikan tingkat desentralisasinya secara empiris, maka potensi adopsi sebagai jembatan pembayaran antarnegara akan semakin terbuka lebar. Kamu disarankan untuk tidak hanya melihat pergerakan harga harian, tetapi juga mendalami arsitektur di balik koin yang kamu beli agar tidak mudah goyah oleh narasi-narasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: 5 Alasan BlackRock Serok Bitcoin & Ethereum Rp2,52 Triliun, Sinyal Bullish Akhir Februari 2026!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin (BTC), USDT (USDT) dan harga saham Nvidia (NVDA) tertokenisasi lewat Pintu Market. Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Topik
#XRPL

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->