
Jakarta, Pintu News – Industri crypto mencatat penurunan kerugian signifikan pada Februari 2026, dengan total hanya USD 37,7 juta atau sekitar Rp634,67 miliar (kurs 1 USD = Rp16.835). Ini menjadi level terendah sejak Maret 2025, ketika ekosistem cryptocurrency sempat dihantam insiden besar bernilai miliaran dolar. Namun di balik kabar positif ini, frekuensi serangan justru meningkat tajam, terutama di jaringan Ethereum .
Februari 2026 menjadi bulan dengan kerugian terendah sejak Maret 2025. Total kerugian akibat penipuan dan peretasan hanya mencapai USD 37,7 juta atau sekitar Rp634,67 miliar. Angka ini jauh lebih rendah dibanding insiden besar tahun lalu yang sempat mengguncang pasar crypto.
Sebagai perbandingan, pada Februari 2025 terjadi peretasan besar yang menyebabkan Bitcoin dan Ethereum (ETH) senilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp25,25 triliun raib. Insiden tersebut menjadi salah satu pencurian terbesar dalam sejarah cryptocurrency. Tidak adanya peristiwa serupa di Februari 2026 menjadi faktor utama turunnya total kerugian.
Baca Juga: 5 Hal Penting Mengenai Gold Bullion, Instrumen Safe Haven Paling Solid Selain Crypto!

Meskipun tidak ada insiden miliaran dolar, beberapa proyek tetap mengalami kerugian signifikan. Token SOF mencatat kerugian USD 10,5 juta atau sekitar Rp176,77 miliar. Sementara itu, jembatan lintas rantai IoTeX (IOTX) kehilangan sekitar USD 8,9 juta atau setara Rp149,83 miliar akibat kompromi kunci privat.
Selain itu, proyek Foom, Ploutos, dan CrossCurve mengalami kerugian masing-masing USD 2,2 juta (Rp37,03 miliar), USD 2,1 juta (Rp35,35 miliar), dan USD 1,4 juta (Rp23,57 miliar). Data on-chain menunjukkan pencurian mencakup aset seperti USD Coin dan Wrapped Bitcoin (WBTC). Kasus-kasus ini membuktikan bahwa risiko tetap ada meski skalanya lebih kecil.
Frekuensi serangan address poisoning melonjak drastis di jaringan Ethereum (ETH). Lebih dari satu juta upaya tercatat setiap hari, memanfaatkan biaya transaksi yang lebih murah setelah upgrade Fusaka pada akhir 2025. Modus ini dilakukan dengan mengirim transaksi bernilai nol dari alamat palsu yang mirip dengan alamat korban.
Banyak pengguna crypto hanya memeriksa beberapa digit awal dan akhir alamat. Kebiasaan ini dimanfaatkan pelaku untuk menipu korban agar menyalin alamat yang salah. Serangan ini menjadi ancaman serius karena memanfaatkan celah perilaku, bukan sekadar kelemahan teknis.
Pada 17 Februari 2026, seorang trader kehilangan USD 600.000 atau sekitar Rp10,10 miliar akibat address poisoning. Sebelumnya pada Desember 2025, seorang pengguna kehilangan Tether senilai USD 50 juta atau sekitar Rp841,75 miliar hanya beberapa menit setelah transaksi uji coba. Kasus ini menunjukkan dampak besar dari kesalahan kecil dalam verifikasi alamat.
Serangan semacam ini sering terjadi ketika pengguna menyalin alamat dari riwayat transaksi tanpa pemeriksaan menyeluruh. Pelaku menggunakan alat seperti Profanity untuk membuat alamat yang sangat mirip. Risiko ini meningkat seiring tingginya aktivitas di jaringan cryptocurrency utama.
Para ahli keamanan menyarankan penggunaan fitur whitelist pada bursa agar dana hanya bisa dikirim ke alamat yang telah disetujui. Selain itu, menyimpan alamat penting di buku alamat dompet digital dapat mengurangi risiko kesalahan. Verifikasi manual setiap karakter alamat juga tetap menjadi praktik terbaik.
Beberapa pengembang tengah menguji fitur simulasi transaksi untuk menampilkan ringkasan tujuan transfer sebelum konfirmasi akhir. Penggunaan Ethereum Name Service juga dinilai membantu meminimalisir kesalahan penyalinan alamat. Edukasi pengguna dan inovasi keamanan menjadi kunci agar ekosistem crypto semakin tangguh.
Secara keseluruhan, Februari 2026 menunjukkan kombinasi paradoks: nilai kerugian turun drastis, tetapi intensitas serangan meningkat. Hal ini menandakan pelaku kejahatan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi blockchain. Bagi kamu investor, manajemen risiko dan kehati-hatian tetap menjadi fondasi utama dalam bertransaksi cryptocurrency.
Baca Juga: 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.