Janet Yellen Peringatkan Risiko Inflasi, Pemangkasan Suku Bunga The Fed Terancam Batal?

Di-update
March 4, 2026
Bagikan
Gambar Janet Yellen Peringatkan Risiko Inflasi, Pemangkasan Suku Bunga The Fed Terancam Batal?

Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas, memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan global. Mantan Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, memberikan peringatan keras bahwa konflik ini dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Situasi ini membuat peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) semakin kecil. Di tengah lonjakan harga minyak dan ketidakpastian global, para pelaku pasar kini menanti langkah selanjutnya dari bank sentral AS.

Ancaman Inflasi Membayangi, Janet Yellen Soroti Kebijakan The Fed

Janet Yellen menegaskan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi memperburuk tekanan inflasi di Amerika Serikat. Menurutnya, situasi geopolitik yang semakin panas dapat menghambat pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong harga-harga naik, terutama pada sektor energi.

Yellen menyatakan bahwa The Fed kini semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait pemangkasan suku bunga. Ia menilai, risiko inflasi yang lebih tinggi membuat bank sentral cenderung menunda langkah pelonggaran moneter.

Pernyataan Yellen ini bertolak belakang dengan prediksi beberapa pelaku pasar kripto, seperti pendiri BitMEX, Arthur Hayes, yang justru memperkirakan pemangkasan suku bunga akan lebih mungkin terjadi jika konflik terus berlanjut.

Namun, Yellen menekankan bahwa prioritas utama The Fed saat ini adalah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan ekspektasi inflasi. Dengan inflasi yang masih berada di atas target, bank sentral harus lebih waspada dalam mengambil kebijakan.

Baca juga: Bitcoin (BTC) Tembus $70.000: Koreksi Selesai atau Hanya Perangkap Bear Market?

Harga Minyak Melonjak, Inflasi AS Masih di Atas Target

10 perusahaan minyak terbesar di dunia
Sumber: Outlook India

Lonjakan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di Amerika Serikat tetap tinggi. Janet Yellen mengungkapkan bahwa inflasi saat ini berada di kisaran 3%, jauh di atas target The Fed sebesar 2%.

Konflik di Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, telah menyebabkan pasokan minyak terganggu dan harga minyak mentah melonjak tajam. Jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lebih lama, harga minyak berpotensi tetap tinggi dan memperparah tekanan inflasi di AS.

Selain faktor geopolitik, Yellen juga menyoroti dampak kebijakan tarif yang diterapkan oleh mantan Presiden Donald Trump terhadap laju inflasi. Tarif impor yang tinggi telah meningkatkan biaya produksi dan harga barang konsumsi di pasar domestik.

Kondisi ini semakin memperumit upaya The Fed untuk menurunkan inflasi ke level yang diinginkan. Dengan tekanan dari berbagai sisi, bank sentral harus mempertimbangkan banyak faktor sebelum mengambil keputusan terkait suku bunga.

Baca juga: Harga Beli Emas di Raja Emas Indonesia 5 Karat Hingga 24 Karat, Rabu 4 Maret 2026

Ekspektasi Pasar dan Tantangan The Fed dalam Mengendalikan Inflasi

Janet Yellen menyoroti pentingnya persepsi publik terhadap komitmen The Fed dalam menurunkan inflasi. Jika masyarakat dan pelaku pasar mulai meragukan keseriusan bank sentral, ekspektasi inflasi dapat meningkat dan menjadi semakin sulit dikendalikan.

Hal ini berpotensi memicu inflasi yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, The Fed harus berhati-hati agar tidak memberikan sinyal yang salah kepada pasar.

Di sisi lain, kondisi pasar tenaga kerja yang masih lemah juga menjadi pertimbangan utama bagi The Fed. Sebelum konflik AS-Iran memanas, bank sentral sudah menunjukkan sikap enggan memangkas suku bunga karena kekhawatiran terhadap ketahanan ekonomi domestik.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->