Harga Emas Bisa Tembus $6.500 dengan Satu Syarat Berikut Ini!

Di-update
March 6, 2026
Bagikan
Gambar Harga Emas Bisa Tembus $6.500 dengan Satu Syarat Berikut Ini!

Jakarta, Pintu News – Harga emas (Gold/XAU) masih berada dalam tren bullish jangka menengah meskipun sempat mengalami koreksi dari rekor tertinggi terbaru. Analisis pasar menunjukkan bahwa potensi kenaikan emas menuju $6.500 tidak hanya bergantung pada permintaan safe haven, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar minyak, dolar AS, dan yield obligasi.

Kombinasi faktor makro tersebut membentuk rantai hubungan yang dapat menahan atau mempercepat kenaikan harga emas dalam beberapa bulan ke depan.

1. Emas Turun dari ATH $5.590, Tapi Struktur Bullish Masih Bertahan

Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi sekitar $5.590 pada Januari 2026 sebelum mengalami koreksi lebih dari 7%. Meski demikian, harga masih bertahan di atas $5.160, yang menunjukkan tren jangka menengah tetap kuat.

Jika dikonversi menggunakan kurs Rp16.919 per dolar:

  • $5.590 ≈ Rp94.587.210
  • $5.160 ≈ Rp87.282.040

Selama harga tetap berada dalam channel bullish yang terbentuk sejak Desember 2025, bias tren emas masih mengarah naik.

Baca Juga: Bank Sentral Ceko Kejar Cadangan Emas 100 Ton, Bitcoin (BTC) Masih Jadi Pertimbangan

2. Target Besar Emas Berada di Area $6.500

Analisis teknikal menunjukkan bahwa emas memiliki potensi menuju area sekitar $6.540 berdasarkan ekstensi Fibonacci. Bahkan target channel jangka panjang menunjukkan potensi hingga sekitar $6.960.

Konversi harga ke rupiah:

  • $6.540 ≈ Rp110.650.260
  • $6.960 ≈ Rp117.769.040

Target tersebut setara dengan potensi kenaikan sekitar 19% dari harga saat ini jika kondisi makro mendukung.

Namun, ada level kunci yang harus ditembus terlebih dahulu.

3. Level Penting Emas: $5.440 Menjadi Kunci Breakout

Level $5.440 disebut sebagai hambatan utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi breakout tren naik. Level ini sebelumnya menjadi titik penolakan harga pada akhir Januari.

Jika emas mampu menutup perdagangan di atas level tersebut secara konsisten, struktur pasar akan berubah dari range-bound menjadi trending bullish.

Setelah itu, target berikutnya berada di sekitar $5.730 sebelum menuju zona rekor baru.

4. Minyak Mentah Jadi Faktor Penahan Kenaikan Emas

Salah satu faktor utama yang menahan kenaikan emas adalah harga minyak. Ketegangan geopolitik, khususnya konflik AS–Iran, mendorong harga minyak naik.

Karena minyak diperdagangkan dalam dolar AS, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan ekspektasi inflasi, yang kemudian memperkuat dolar dan mendorong naik yield obligasi.

Dua faktor ini biasanya menjadi hambatan bagi emas.

5. Dolar dan Yield Sedang Naik

Indeks dolar AS (DXY) naik dari sekitar 95,55 menjadi 99,13, sementara yield obligasi AS 10 tahun meningkat dari 3,92% ke sekitar 4,12%.

Dalam kondisi normal, kombinasi dolar kuat dan yield tinggi biasanya menekan harga emas. Namun dalam situasi ini, emas masih bertahan relatif kuat karena permintaan safe haven.

Kondisi tersebut menciptakan dua kekuatan berlawanan:

  • permintaan safe haven mendorong emas naik
  • dolar dan yield menahan kenaikan

6. Investor Institusi Masih Agresif di Pasar Emas

Data Commitment of Traders (COT) menunjukkan hedge fund dan manajer investasi memegang sekitar 96.000 kontrak net long pada futures emas COMEX.

Selain itu, open interest meningkat menjadi sekitar 420.182 kontrak, menandakan adanya arus modal baru ke pasar emas.

Dalam analisis pasar komoditas, kenaikan open interest yang disertai harga stabil biasanya menunjukkan kepercayaan investor institusional terhadap tren naik.

7. Rasio Gold-Silver Menguat, Mendukung Emas

Rasio Gold-Silver (XAUXAG) juga menunjukkan pola bullish yang mendukung emas. Rasio ini diperkirakan dapat naik menuju 69 hingga 75, yang menunjukkan preferensi investor terhadap emas dibandingkan perak.

Alasannya cukup sederhana:

  • emas lebih dianggap sebagai store of value
  • perak lebih banyak digunakan untuk kebutuhan industri

Jika kekhawatiran resesi meningkat, investor biasanya memilih emas sebagai aset lindung nilai.

8. Risiko Penurunan Jika Support $5.060 Jebol

Meskipun prospek jangka panjang masih positif, ada risiko penurunan jika emas gagal mempertahankan support penting.

Level yang perlu diperhatikan:

  • $5.060 ≈ Rp85.612.140
  • $4.910 ≈ Rp83.073.290

Penurunan di bawah $4.910 dapat mematahkan channel bullish yang sudah bertahan sejak Desember 2025.

Namun skenario ini biasanya terjadi jika dolar dan yield terus naik.

Baca Juga: Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->