
Jakarta, Pintu News – Bitcoin menunjukkan sinyal yang beragam karena permintaan dari investor ritel masih lemah, sementara struktur harga jangka pendek mulai mencoba pulih. Satu grafik mengindikasikan bahwa partisipasi investor kecil semakin menurun, sedangkan grafik lainnya menunjukkan bahwa kubu bullish berupaya mempertahankan level support setelah terjadi sapuan likuiditas.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin saat ini?

Pada 25 Maret 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $70,621 atau setara dengan Rp1.202.896.399 mengalami koreksi 0,04% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.181.884.581 dan harga tertingginya di Rp1.217.122.083.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.879 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 21% menjadi Rp697,52 triliun.
Baca juga: 2 Altcoin yang Layak Dipantau: XRP dan XLM Melonjak, Data Derivatif Perkuat Sinyal Bullish
Aktivitas ritel di pasar Bitcoin masih terlihat lemah, berdasarkan grafik CryptoQuant yang dibagikan analis CryptoTice di X. Data tersebut menunjukkan bahwa permintaan dari transaksi senilai $0 hingga $10.000 tetap berada di zona negatif dalam basis 30 hari, meskipun Bitcoin masih bertahan pada level harga yang relatif tinggi.
Grafik itu melacak perubahan permintaan investor ritel dalam 30 hari dan membandingkannya dengan harga Bitcoin. Pada pembacaan terbaru, indikator berada di kisaran minus 10% hingga minus 15%, yang menandakan bahwa investor kecil masih terus mengurangi aktivitasnya alih-alih kembali masuk ke pasar.
Namun, harga Bitcoin tidak bergerak turun mengikuti pola tersebut. Grafik menunjukkan aset ini masih diperdagangkan jauh di atas level yang terlihat pada 2022 dan 2023, yang mengindikasikan adanya jarak antara kekuatan harga dan partisipasi ritel. Ini menunjukkan bahwa dukungan pasar belakangan ini kemungkinan datang dari sumber selain pembeli skala kecil.
CryptoTice mengatakan bahwa perlambatan ritel serupa juga sempat muncul sebelum pasar bearish Bitcoin pada periode-periode sebelumnya. Grafik itu memperlihatkan beberapa fase ketika permintaan ritel turun tajam sebelum atau selama pelemahan pasar yang lebih luas. Meski begitu, data ini saja belum cukup untuk mengonfirmasi bahwa bear market baru telah dimulai.
Sebaliknya, data tersebut menyoroti satu tren yang cukup jelas: partisipasi investor skala kecil masih lemah. Trader ritel selama ini kerap menjadi pendorong fase bull market yang lebih kuat. Untuk saat ini, kelompok tersebut masih cenderung absen, yang dapat membatasi potensi kenaikan lebih lanjut kecuali permintaan di bawah kisaran $10.000 mulai pulih kembali.
Baca juga: Pantera Capital Soroti 4 Tren Crypto Ini di Tengah Kepanikan Pasar!
Bitcoin kembali bergerak ke dalam ascending channel setelah sempat jatuh di bawah batas bawah di area $68.000, berdasarkan pembaruan pasar yang dibagikan analis Columbus di X. Pergerakan ini terjadi setelah apa yang disebut analis sebagai liquidity sweep, yaitu penurunan singkat di bawah level support yang kemudian berbalik arah saat harga pulih kembali ke struktur sebelumnya.
Grafik empat jam yang dipadukan dengan heatmap MMT menunjukkan Bitcoin kembali ke bagian bawah channel setelah breakdown tersebut gagal berlanjut. Columbus menilai perubahan ini memperbaiki struktur jangka pendek dan mengarah pada kondisi yang lebih stabil, meski ia menegaskan bahwa konfirmasi lanjutan masih dibutuhkan sebelum menyimpulkan potensi rebound yang lebih kuat.
Grafik itu juga memperlihatkan adanya konsentrasi likuiditas bid di dekat garis tren bawah. Area tersebut kini menjadi level utama yang perlu diperhatikan. Jika pembeli terus mampu mempertahankan zona itu, struktur ini berpotensi mendorong pergerakan kembali ke area tengah channel, yang oleh analis diperkirakan berada di sekitar $74.000.
Columbus menyebut pergerakan terbaru ini mencerminkan pola pasar yang cukup umum setelah liquidity sweep. Dalam pola tersebut, harga turun menuju area likuiditas sisi bawah, memicu aksi jual atau forced exit, lalu mulai stabil setelah tekanan tersebut mereda. Akibatnya, area yang sebelumnya menarik harga turun dapat mulai berubah fungsi menjadi support, bukan lagi target penurunan.
Perubahan ini penting karena dapat menandai jeda dalam tekanan bearish, bukan kelanjutan tren turun. Pada heatmap, area bawah channel masih sejalan dengan likuiditas bid yang terlihat jelas, sehingga mendukung skenario stabilisasi jangka pendek selama level tersebut tetap bertahan.
Untuk saat ini, grafik menunjukkan bahwa Bitcoin telah merebut kembali struktur teknikal penting setelah sempat kehilangannya sesaat. Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada apakah batas bawah ascending channel tetap mampu bertahan sebagai support setelah sapuan likuiditas terbaru.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: