Penurunan 40% Bitcoin Belum Selesai, Ini 4 Alasan Harga BTC Masih Bisa Anjlok

Di-update
March 28, 2026
Bagikan
Gambar Penurunan 40% Bitcoin Belum Selesai, Ini 4 Alasan Harga BTC Masih Bisa Anjlok

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) saat ini bergerak di kisaran $68.500 setelah sempat terkoreksi sekitar 40% dari puncak pertengahan Januari di $98.000. Sementara itu, pemulihan sejak menyentuh level terendah Februari di $60.000 mulai menunjukkan tanda-tanda melemah.

Kanal naik yang terbentuk setelah penurunan tajam memang dapat terlihat sebagai sinyal pemulihan. Namun, adanya divergensi RSI tersembunyi, menurunnya keyakinan investor jangka panjang, berkurangnya tekanan kerugian pada pemegang jangka pendek, serta peta likuidasi yang mencerminkan optimisme berlebihan sama-sama mengarah pada kesimpulan yang serupa.

Divergensi Tersembunyi Muncul di Dalam Kanal Naik

Sejak awal Februari, harga Bitcoin bergerak di dalam kanal paralel menanjak pada grafik harian, pola yang terbentuk setelah penurunan hampir 40% dari $98.000 ke area $60.000. Kanal naik yang muncul setelah koreksi tajam sering kali berfungsi sebagai pola kelanjutan tren, yang berarti fase konsolidasi ini cenderung berakhir dengan pelemahan lanjutan, bukan penembusan ke atas.

Baca juga: Fear and Greed Index Crypto Berada di Level 29, Kenapa Pasar Crypto Crash?

Indikator Relative Strength Index (RSI), yang digunakan untuk mengukur momentum, membentuk divergensi bearish tersembunyi pada timeframe harian. Dalam periode 2 Februari hingga 25 Maret, harga mencatat lower high, sementara RSI justru membentuk higher high. Divergensi bearish tersembunyi umumnya menandakan bahwa tren utama, dalam hal ini tren turun yang lebih luas, berpotensi berlanjut meskipun harga sempat terlihat pulih.

Pola serupa juga sempat muncul pada periode 2 Februari hingga 4 Maret. Setelah sinyal tersebut terkonfirmasi, harga BTC terkoreksi sekitar 11% dalam beberapa sesi berikutnya. Divergensi yang terbaru terkonfirmasi pada 25 Maret, dan sejak saat itu Bitcoin sudah mulai bergerak turun.

Garis tren bawah dari kanal tersebut kini sudah tidak terlalu jauh. Jika harga ditutup harian di bawah level itu, struktur kenaikan akan patah dan pandangan bearish akan semakin tervalidasi.

Meski begitu, sinyal RSI saja belum cukup untuk memastikan apakah koreksi kali ini cukup dalam untuk membawa harga ke dasar kanal. Untuk memahami hal tersebut, data on-chain mengenai keyakinan investor memberikan konteks tambahan.

Keyakinan Investor Melemah, Sementara Kerugian Jangka Pendek Masih Terbatas

Perubahan posisi bersih hodler Bitcoin—metrik dari Glassnode yang melacak akumulasi rata-rata 30 hari oleh wallet yang menyimpan BTC lebih dari 155 hari—mencapai puncak di 46.462 BTC pada 15 Maret. Namun, pada 26 Maret angka tersebut turun menjadi 35.278 BTC, atau melemah sekitar 24%.

Meski sempat mengalami sedikit pemulihan sejak 24 Maret, tren secara umum sejak pertengahan Maret masih menunjukkan penurunan. Kelompok holder jangka menengah ini, yang sering dianggap sebagai fondasi keyakinan pasar, mulai mengurangi laju akumulasi mereka meskipun harga Bitcoin masih bergerak dalam kanal naik.

Perilaku ini mengindikasikan bahwa mereka belum sepenuhnya yakin bahwa rebound yang terjadi mencerminkan potensi kenaikan yang berkelanjutan.

Dari sisi holder jangka pendek, terdapat lapisan risiko tambahan. Indikator short-term holder net unrealized profit/loss (NUPL), yang mengukur tingkat profitabilitas agregat untuk wallet dengan kepemilikan BTC kurang dari 155 hari, saat ini berada di level -0,21. Angka ini menempatkannya dalam zona kapitulasi.

Namun demikian, ketika Bitcoin menyentuh $62.800 pada awal Februari, NUPL sempat turun hingga -0,47, yang menunjukkan kondisi kapitulasi yang jauh lebih dalam. Level saat ini di -0,21, meskipun harga hanya sedikit lebih tinggi di $68.500, mengindikasikan bahwa holder jangka pendek kini mengalami kerugian yang jauh lebih kecil dibandingkan saat titik terendah Februari.

Jika keyakinan hodler terus melemah dan harga menembus ke bawah kanal, kelompok ini berpotensi menganggap melemahnya dukungan sebagai sinyal untuk menjual, sehingga dapat mempercepat penurunan harga.

Baca juga: Bitcoin Siap Bergejolak, Ini 4 Data Ekonomi AS yang Wajib Dipantau!

Data on-chain ini menggambarkan kondisi pasar di mana keyakinan perlahan terkikis. Sementara itu, pasar derivatif akan menunjukkan apakah para trader telah mengantisipasi skenario tersebut atau justru masih berada pada posisi yang berisiko.

Harga Bitcoin Menghadapi Dinding Likuidasi Long di $64.000

Peta likuidasi perpetual Gate BTC/USDT untuk posisi aktif selama 30 hari menunjukkan bahwa pasar masih cenderung optimistis. Total leverage likuidasi long tercatat sebesar $4,21 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan leverage likuidasi short yang berada di $4,13 miliar.

Sekilas komposisinya tampak seimbang, tetapi besarnya eksposur long di tengah pasar yang volatil menambah sejumlah risiko, sehingga menjadi alasan keempat mengapa potensi penurunan yang lebih dalam masih terbuka.

Terlepas dari koreksi hampir 40% dan pelemahan yang masih berlangsung, mayoritas posisi berleverage masih berada di sisi bullish.

Konsentrasi likuidasi long paling besar berada di area $64.100, dengan total leverage long mencapai $3,55 miliar. Artinya, sekitar 84% dari seluruh leverage likuidasi long yang masih terbuka dapat terpicu pada atau di atas level harga tersebut.

Pergerakan menuju $64.100, atau zona $64.000, juga sejalan dengan level retracement Fibonacci 0,618. Karena itu, area ini menjadi titik krusial baik dari sisi teknikal maupun pasar derivatif.

Dalam struktur harga saat ini, level penentu terdekat berada di $68.700. Bitcoin sedang menguji area tersebut. Jika gagal bertahan di atasnya, harga berpotensi bergerak turun ke $66.400, yang berdekatan dengan garis tren bawah dari kanal naik.

Apabila kanal tersebut ditembus ke bawah, maka $64.100 menjadi target besar berikutnya. Penurunan ke area itu dapat memicu likuidasi sebagian besar posisi long, menciptakan efek berantai yang berpotensi mendorong BTC turun ke $60.900 bahkan $56.800, level yang akan memperdalam koreksi 40% yang telah terjadi sebelumnya.

Sebaliknya, untuk meredakan tekanan bearish jangka pendek, BTC perlu kembali merebut area $71.500. Sinyal kekuatan bullish baru akan terlihat lebih jelas jika harga mampu bergerak di atas $76.100.

Penutupan harian di bawah $66.400 akan mematahkan struktur kanal naik dan membuka risiko terhadap $3,55 miliar likuidasi long di $64.100. Namun, jika BTC mampu kembali menembus $71.500, skenario bearish dapat tertunda dan peluang rebound tetap terjaga.

Ikuti kami diĀ GoogleĀ News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->