5 Alasan Horor Mengapa Korea Utara Curi Rp25 Triliun Crypto Secara Terang-terangan di 2026!

Di-update
April 18, 2026
Bagikan
Gambar 5 Alasan Horor Mengapa Korea Utara Curi Rp25 Triliun Crypto Secara Terang-terangan di 2026!

Jakarta, Pintu News – Industri mata uang kripto atau cryptocurrency kembali dikejutkan oleh taktik infiltrasi Korea Utara yang semakin canggih dan berbahaya bagi keamanan ekosistem digital global. Pakar keamanan memperingatkan bahwa rezim ini memiliki motivasi unik yang berbeda jauh dari kelompok peretas negara lain seperti Rusia atau Iran. Bagi Pyongyang, pencurian aset digital bukan sekadar upaya geopolitik, melainkan instrumen utama untuk bertahan hidup secara ekonomi di tengah sanksi internasional yang mencekik.

Motivasi Bertahan Hidup di Balik Pencurian Aset Digital

Korea Utara menggunakan hasil curian aset digital untuk mendanai program pengembangan nuklir dan rudal balistik mereka yang sangat ambisius. Pakar keamanan menjelaskan bahwa rezim ini tidak memiliki pilihan lain karena hampir seluruh sektor ekspor mereka telah terkena sanksi berat dari dunia internasional. Hal ini membuat cryptocurrency menjadi target utama karena memberikan akses langsung ke nilai likuiditas global tanpa memerlukan mitra bisnis resmi.

Berbeda dengan Rusia yang menggunakan crypto sebagai jalur pembayaran untuk komoditas minyak, Korea Utara justru menjadikannya sebagai target pencurian langsung. Kebutuhan mendesak akan mata uang keras membuat mereka tidak memiliki kemewahan untuk bersikap sabar dalam melakukan operasi peretasan di berbagai platform. Dana hasil curian tersebut segera dikonversi menjadi modal untuk menjalankan roda pemerintahan yang terisolasi dari sistem keuangan perbankan tradisional.

Baca Juga: 10 Aplikasi AI Gratis 2026, Bisa Bantu Cuan Pasif dari Crypto hingga Saham

Taktik Infiltrasi Jangka Panjang yang Mematikan

pelaku hacker kripto genesis
Generated by Ai

Para peretas dari rezim ini mengadopsi taktik intelijen tingkat tinggi seperti membangun hubungan palsu selama berbulan-bulan dengan target mereka. Mereka sering menggunakan identitas fabrikasi yang sangat meyakinkan untuk masuk ke dalam rantai pasokan perangkat lunak di berbagai perusahaan teknologi besar. Infiltrasi ini bertujuan untuk mendapatkan akses infrastruktur atau kunci pribadi dari para insinyur dan pendiri proyek cryptocurrency yang memiliki otoritas tinggi.

Kasus terbaru menunjukkan bahwa kampanye infiltrasi selama enam bulan telah mengguncang kepercayaan komunitas pengembang terhadap keamanan sistem internal mereka. Serangan ini tidak lagi menggunakan email phishing sederhana, melainkan penyamaran sebagai rekan kerja profesional yang sangat kredibel di mata korban. Target utama mereka mencakup bursa global, penyedia dompet digital, hingga protokol keuangan terdesentralisasi yang mengelola dana dalam jumlah yang sangat masif.

Arsitektur Crypto yang Memudahkan Pencurian Kilat

Sifat blockchain yang tidak dapat diubah membuat transaksi yang sudah dikonfirmasi menjadi final dan mustahil untuk dibatalkan secara sepihak. Salah satu eksploitasi besar tahun lalu berhasil memindahkan dana senilai $1,5 miliar atau setara Rp25,6 triliun hanya dalam waktu 30 menit. Kecepatan dan skala pencurian seperti ini hampir tidak mungkin dilakukan dalam sistem perbankan konvensional yang memiliki banyak lapisan pemeriksaan kepatuhan.

Dalam sistem keuangan tradisional, transaksi mencurigakan biasanya dapat diblokir atau dikembalikan melalui koordinasi antar bank koresponden selama beberapa hari kerja. Namun, di dunia cryptocurrency, jendela waktu untuk melakukan pencegahan atau respons terhadap serangan peretasan hampir tidak tersedia bagi para pengelola protokol. Ketiadaan perlindungan di tingkat protokol inilah yang menjadikan ekosistem digital sebagai taman bermain yang sangat menggiurkan bagi peretas negara.

Data Eksploitasi dan Nilai Kerugian yang Fantastis

Pencurian aset digital oleh kelompok ini telah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan dan terus meningkat setiap tahunnya secara signifikan. Nilai kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada protokol yang dieksploitasi, tetapi juga memengaruhi kepercayaan investor ritel terhadap keamanan Bitcoin (BTC) dan aset lainnya. Berikut adalah rincian data terkait skala serangan dan kerugian yang terjadi di ekosistem digital:

  • Eksploitasi Bybit: Berhasil mencuri dana sebesar $1,5 miliar atau sekitar Rp25.653.000.000.000 dalam hitungan menit saja.
  • Kasus Polkadot (DOT): Penyerang mencetak 1 miliar token palsu namun hanya berhasil mencuri nilai senilai $250.000 atau setara Rp4.275.500.000.
  • Saldo Alameda: Terpantau memindahkan dana sebesar $16 juta atau sekitar Rp273.632.000.000 dalam bentuk koin Solana (SOL) baru-baru ini.

Skala pencurian yang sangat masif ini menunjukkan bahwa industri perlu meningkatkan standar keamanan dan tata kelola internal mereka secara drastis. Banyak proyek sering kali lebih mengutamakan inovasi dan kecepatan dibandingkan penguatan sistem kontrol serta pengawasan audit yang ketat. Kesenjangan keamanan ini menciptakan celah bagi peretas profesional untuk melakukan operasi pencurian yang sangat terorganisir di bawah dukungan sumber daya negara.

Solusi Keamanan bagi Investor dan Pengembang

Para pakar menyarankan agar industri mulai menerapkan verifikasi identitas yang lebih ketat terhadap pihak ketiga dan pengembang yang memiliki akses infrastruktur sensitif. Membangun pertahanan yang kuat harus dimulai dari pencegahan infiltrasi identitas palsu yang kini menjadi senjata utama para peretas profesional dunia. Kamu sebagai investor juga harus selalu waspada dan menggunakan perangkat keamanan tambahan seperti dompet perangkat keras untuk melindungi aset digital milikmu.

Masa depan ekosistem cryptocurrency sangat bergantung pada kemampuan para pengembang dalam menciptakan sistem yang lebih tangguh terhadap serangan infiltrasi jangka panjang. Meskipun teknologi blockchain menawarkan transparansi, perlindungan terhadap rekayasa sosial tetap menjadi tantangan operasional paling sulit untuk dipecahkan saat ini. Kesadaran akan bahaya taktik peretasan negara ini diharapkan dapat mendorong terciptanya standar keamanan global yang lebih solid bagi seluruh pengguna.

Baca Juga: 5 Cara Membeli Bitcoin Semudah Cincin Emas Rp1 Juta: Panduan Crypto untuk Pemula

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->