
Jakarta, Pintu News – Jakarta, Pintu News – Salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia cryptocurrency, Arthur Hayes, kembali mengeluarkan peringatan yang membuat para investor menahan napas. Pendiri BitMEX ini menyatakan bahwa pergerakan harga Bitcoin BTC) saat ini sangat bergantung pada suntikan likuiditas global dibandingkan indikator makro tradisional seperti suku bunga. Dalam catatannya yang bertajuk “No Trade Zone”, Hayes menyarankan sikap hati-hati karena adanya tekanan dari ketegangan geopolitik serta risiko ekonomi yang dipicu oleh kecerdasan buatan .
Arthur Hayes menegaskan sebuah tesis langsung: jumlah uang yang beredar jauh lebih menentukan harga Bitcoin daripada harga uang itu sendiri. Ia melihat bahwa saat ini aset cryptocurrency utama tersebut sedang berada dalam posisi rentan akibat proses deleveraging atau pengurangan utang secara paksa di pasar global. Menurutnya, reli yang berkelanjutan tidak akan terjadi hingga para pembuat kebijakan menyuntikkan likuiditas baru ke dalam sistem perbankan untuk menstabilkan pasar kredit.
Hayes juga menggarisbawahi tantangan ekonomi domestik, terutama risiko gagal bayar kredit konsumen yang dipicu oleh hilangnya pekerjaan di sektor kerah putih akibat otomatisasi AI. Kondisi ini menciptakan lubang hitam pada neraca bank yang hanya bisa ditambal oleh intervensi Federal Reserve (Fed). Berikut adalah beberapa poin utama terkait kondisi likuiditas yang dikonversi ke Rupiah:
Baca Juga: 5 Prediksi Harga Emas Mei 2026: Tembus USD 5.000, Saatnya Borong untuk Masa Depan?

Selain faktor ekonomi, Hayes memperingatkan bahwa risiko perang di Selat Hormuz menjadi setup bearish yang nyata bagi pasar. Dalam situasi panik, investor cenderung menjual aset likuid seperti Bitcoin (BTC) untuk menutupi margin call pada portofolio mereka yang lain. Hal ini dapat memicu aksi jual tajam sebelum pemulihan benar-benar terjadi, di mana kenaikan harga baru akan muncul saat ekspektasi akan adanya bailout atau dana talangan pemerintah menjadi konsensus pasar.
Hayes bahkan memberikan skenario ekstrem di mana reli yang dipicu oleh pencetakan uang mungkin hanya akan berlangsung singkat jika ketegangan geopolitik meningkat menjadi konflik skala besar. Ketidakpastian ini membuat indeks ketakutan dan keserakahan (Fear and Greed Index) saat ini berada di level 29 atau kategori “Fear”. Bagi kamu yang ingin menginvestasikan dana fiat baru, Hayes menyarankan untuk menunggu kejelasan langkah dari otoritas moneter guna menghindari jebakan volatilitas tinggi di zona yang ia sebut sebagai area dilarang berdagang.
Pertumbuhan ekosistem cryptocurrency ke depan akan sangat bergantung pada seberapa cepat stres kredit ini diatasi oleh otoritas keuangan. Hayes melihat bahwa Bitcoin (BTC) tetap menjadi aset lindung nilai terbaik, namun performanya dalam jangka pendek akan tetap tertekan oleh dinamika neraca bank sentral. Kewaspadaan dan kesabaran menjadi kunci utama bagi kamu dalam menavigasi pasar yang penuh tekanan geopolitik dan ekonomi di kuartal kedua tahun 2026 ini.
Baca Juga: 5 Tempat Beli Saham Tesla 2026: Harga Mulai Rp17.131, Cek Cara Mudahnya di Sini!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: