Update Harga Bitcoin (BTC) (25/5): Sempat Anjlok ke Bawah $75.000, Ini Penyebabnya!

Di-update
May 25, 2026
Bagikan
Gambar Update Harga Bitcoin (BTC) (25/5): Sempat Anjlok ke Bawah $75.000, Ini Penyebabnya!

Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali diguncang setelah Bitcoin terperosok di bawah level $74.500 untuk pertama kalinya dalam empat minggu terakhir. Penurunan ini memicu kekhawatiran luas di kalangan investor, terutama karena tiga faktor utama—regulasi, kebijakan moneter, dan ketegangan geopolitik—serentak menekan harga.

Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, para analis memperingatkan potensi koreksi lebih dalam jika sentimen negatif terus berlanjut. Artikel ini akan membedah penyebab utama kejatuhan Bitcoin (BTC) dan potensi pergerakan harga selanjutnya.

Regulasi AS yang Tak Pasti: CLARITY Act Tertunda, Pasar Gelisah

Salah satu pemicu utama penurunan harga Bitcoin (BTC) adalah ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat. RUU Digital Asset Market Structure ā€˜CLARITY Act’ yang diharapkan membawa kejelasan hukum bagi aset digital, kini menghadapi risiko penundaan di Senat. Dengan agenda legislatif yang padat, termasuk pembahasan FISA dan RUU perumahan, peluang CLARITY Act untuk segera disahkan semakin kecil.

Penundaan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa harapan investor terhadap kepastian regulasi bisa pupus, terutama jika terjadi perubahan komposisi politik di Kongres. Selain itu, perdebatan terkait perlindungan DeFi dan etika pejabat pemerintah semakin memperlambat proses legislasi.

Jika CLARITY Act gagal lolos sebelum masa reses, peluang untuk mendapatkan kerangka hukum yang jelas bagi industri kripto bisa tertunda hingga pemilu berikutnya. Banyak pengamat menilai, ketidakpastian ini menjadi salah satu alasan utama investor memilih keluar dari pasar. Akibatnya, tekanan jual semakin besar dan harga Bitcoin (BTC) terus melemah.

Baca juga: Update Harga Ripple (XRP) (25/5): Bisa Tembus Berapa Minggu Ini?

Kebijakan Moneter Federal Reserve: Sinyal Hawkish Tekan Harga

Faktor kedua yang memperparah tekanan pada Bitcoin (BTC) adalah perubahan sikap Federal Reserve (The Fed) yang semakin hawkish. Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2026 tidak bisa dikesampingkan, terutama jika inflasi dan harga energi tetap tinggi.

Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran di pasar, karena kenaikan suku bunga biasanya berdampak negatif pada aset berisiko seperti kripto. Selain itu, penguatan nilai dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi turut memicu aksi jual di pasar kripto.

Beberapa analis juga menyoroti bahwa penunjukan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, berpotensi membawa kebijakan moneter yang lebih ketat. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset volatil, sehingga tekanan jual pada Bitcoin (BTC) semakin terasa.

Baca juga: 3 Blockchain Tangguh yang Bertahan Saat Crypto Crash, Raoul Pal Ungkap Rahasianya

Ketegangan Geopolitik: Ancaman Serangan ke Iran Picu Volatilitas

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan serangan militer baru ke Iran. Presiden Donald Trump dikabarkan telah bertemu dengan tim keamanan nasional untuk membahas opsi militer jika diplomasi gagal.

Potensi konflik ini dikhawatirkan akan mengganggu pasokan energi global dan mendorong lonjakan harga minyak, yang pada akhirnya memperburuk inflasi. Dampak dari ketidakpastian geopolitik ini tidak hanya dirasakan di pasar kripto, tetapi juga merembet ke aset tradisional seperti saham dan obligasi.

Investor global memilih untuk mengurangi risiko dengan melepas aset berisiko, termasuk Bitcoin (BTC). Akibatnya, pasar mengalami gelombang likuidasi besar-besaran, dengan total hampir $1 miliar, di mana Bitcoin (BTC) menyumbang $378 juta dari posisi long yang terlikuidasi.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

SebagaiĀ aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga aksesĀ investasi emas cryptoĀ secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ danĀ harga emas batangan hari iniĀ untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu sertaĀ belajar cryptoĀ lewat Pintu Academy.

UnduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->