
Jakarta, Pintu News – Penggunaan Bitcoin (BTC) sebagai alat investasi sering kali disalahpahami oleh banyak orang. Davinci Jeremie, seorang pendidik kripto berpengalaman, mengungkapkan bahwa banyak orang salah kaprah dalam memandang Bitcoin (BTC). Menurutnya, Bitcoin (BTC) bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya, melainkan alat untuk menyimpan kekayaan yang telah diperoleh.
Davinci Jeremie menekankan bahwa Bitcoin (BTC) tidak dirancang untuk membuat seseorang menjadi kaya dalam semalam. Bitcoin (BTC) memiliki jumlah maksimal yang tetap, yaitu 21 juta koin, dan kurva adopsinya berlangsung secara bertahap. Aset ini memberikan keuntungan bagi mereka yang bersedia memegangnya melalui berbagai siklus pasar, bukan bagi mereka yang hanya menunggu lonjakan harga besar sekali.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memperlakukan Bitcoin (BTC) seperti tiket lotere, di mana fokus utama adalah prediksi harga dan pertanyaan kapan harga akan ‘meledak’. Pendekatan ini tidak memahami esensi sebenarnya dari kepemilikan Bitcoin (BTC).
Baca juga: Harga Ripple (XRP) Ditentukan oleh Institusi Besar, Benarkah?
Strategi yang dianjurkan oleh Jeremie adalah kombinasi dari ‘Time’ dan ‘Stacking’. ‘Stacking’ berarti membeli Bitcoin (BTC) dalam jumlah kecil secara rutin, tanpa terpengaruh oleh fluktuasi harga saat itu. Sementara itu, ‘Time’ berarti memegang Bitcoin (BTC) tersebut untuk jangka waktu yang panjang, bisa bertahun-tahun atau bahkan berdekade-dekade.
Dengan mengikuti metode ini, tekanan untuk memprediksi pasar menjadi berkurang. Investor lebih fokus pada akumulasi satoshi, yang merupakan unit terkecil dari Bitcoin (BTC), dari waktu ke waktu daripada mencoba menebak puncak dan dasar pasar.
Baca juga: Apakah Bitcoin (BTC) Akan Mencapai $100.000 Minggu Ini?
Jeremie secara langsung menolak ide membeli Bitcoin (BTC) berdasarkan harapan semata. Bitcoin (BTC) tidak dirancang sebagai alat untuk menciptakan kekayaan, melainkan sebagai tempat untuk menyimpan kekayaan yang telah dibangun melalui kerja keras, bisnis, atau keterampilan lainnya.
Mata uang fiat terus kehilangan daya beli dari tahun ke tahun, sedangkan Bitcoin (BTC) dengan batasan maksimalnya menawarkan cara untuk menjaga nilai dalam jangka panjang. Penting bagi para pembeli untuk memahami apa yang mereka miliki ketika berinvestasi di Bitcoin (BTC). Bagi mereka yang masih bertanya kapan Bitcoin (BTC) akan ‘meledak’, respons Jeremie menunjukkan bahwa pertanyaan itu sendiri adalah masalahnya.
Pemahaman yang benar tentang Bitcoin (BTC) adalah kunci untuk memanfaatkannya sebagai alat penyimpanan kekayaan. Dengan strategi yang tepat dan pemahaman yang mendalam, Bitcoin (BTC) bisa menjadi komponen penting dalam portofolio investasi yang bertujuan untuk keamanan nilai di masa depan. Pendekatan jangka panjang dan konsisten adalah cara terbaik untuk memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh Bitcoin (BTC).
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi