
Jakarta, Pintu News ā Pasar kripto kembali memunculkan sinyal yang jarang terjadi: nilai Bitcoin terhadap emas (XAU) turun ke titik terendah sepanjang sejarah setelah disesuaikan dengan suplai uang global. Sejumlah analis menilai kondisi ini membuat Bitcoin (BTC) terlihat jauh lebih āmurahā dibanding emas, bahkan disebut lebih menarik daripada fase sebelum bull market 2015ā2017.
Namun, tidak semua pihak yakin arus dana dari logam mulia ke aset kripto akan terjadi dalam waktu dekat. Di tengah perdebatan itu, data on-chain menunjukkan pemegang jangka panjang justru mulai mengakumulasi kembali saat harga melemah.
Data Bitwise Europe menyoroti bahwa pelemahan Bitcoin (BTC) terhadap emas (XAU) kini berada di wilayah yang pernah bertepatan dengan titik balik besar. Zona ekstrem seperti ini terakhir kali terlihat pada 2015, saat Bitcoin (BTC) dinilai sangat undervalued dibanding emas. Setelah periode itu, Bitcoin (BTC) melesat sekitar 11.800% hingga mencapai puncak sekitar $20.000 dari kisaran $165 dalam dua tahun.
Pola historis tersebut membuat sebagian analis menilai peluang saat ini lebih menarik dibanding menjelang reli besar sebelumnya. Michaƫl van de Poppe turut menggemakan pandangan bahwa kondisi rasio yang tertekan dapat membuka ruang pemulihan yang agresif.
Narasi yang berkembang adalah potensi ācatch upā Bitcoin (BTC) terhadap emas (XAU) ketika sentimen risiko kembali membaik. Meski demikian, indikator rasio bukanlah jaminan arah harga, melainkan sinyal probabilistik yang perlu dikonfirmasi oleh faktor lain.
Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $77.000, Benarkah Ini Titik Terendah Siklus?
Sejumlah analis memperkirakan rotasi modal dari emas ke Bitcoin (BTC) bisa mulai terlihat pada Februari atau Maret. AndrƩ Dragosch dari Bitwise Europe dan Pav Hundal dari Swyftx termasuk yang menilai pergeseran minat dapat terjadi ketika investor mulai mencari aset berisiko lebih tinggi. Latar belakangnya, emas mencatat kenaikan kuat dalam setahun terakhir, sementara Bitcoin (BTC) turun sekitar 18% pada periode yang sama.

Ketimpangan kinerja ini sering memicu spekulasi bahwa aset yang tertinggal berpotensi mengejar. Namun, Benjamin Cowen mengingatkan bahwa rotasi semacam itu tidak otomatis terjadi, apalagi dalam waktu singkat. Ia menilai tren penurunan Bitcoin (BTC) bisa bertahan lebih lama, termasuk kemungkinan terus melemah relatif terhadap pasar saham.
Di sisi lain, proyeksi komoditas juga masih mendukung logam mulia, dengan Citi menilai perak berpeluang melanjutkan penguatan karena permintaan dari China dan dolar AS yang melemah. RBC Capital Markets bahkan memprediksi emas dapat mencapai $7.000 pada akhir 2026, sehingga daya tarik emas bisa tetap kuat lebih lama.
Baca juga: Prediksi Harga XRP: Mengapa Target $7 Masih Bertahan Meski Harga Sempat Ambruk
Di tengah koreksi Januari, data on-chain menunjukkan pemegang jangka panjang mulai menyerap tekanan jual. Pasokan yang dipegang Long-Term Holders (LTH), yaitu entitas yang menyimpan Bitcoin (BTC) lebih dari 155 hari, terlihat mulai pulih selama periode penurunan. Perubahan ini sering dibaca sebagai tanda bahwa pelaku yang lebih sabar memanfaatkan harga diskon untuk membangun posisi.

Ketika LTH bertambah, pasar kerap memperoleh fondasi yang lebih stabil untuk pemulihan berikutnya. Selain itu, metrik LTH Spent Binary yang menggambarkan kecenderungan LTH untuk menjual atau bertahan, terus menurun selama sell-off. Penurunan metrik tersebut mengindikasikan tekanan distribusi dari pemegang lama mereda, sehingga suplai yang beredar di pasar bisa lebih ketat.
Analis Anil menilai kombinasi pemulihan suplai LTH dan melemahnya aktivitas jual historisnya mendahului bottom yang lebih tahan lama. Contoh yang disebutkan terjadi setelah titik rendah April 2025, ketika suplai LTH pulih lebih dulu dan harga Bitcoin (BTC) menyusul naik sekitar 60% sekitar sebulan kemudian.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi