
Jakarta, Pintu News – Pergerakan harga Ripple dalam pasar cryptocurrency menunjukkan tekanan jual jangka pendek setelah gagal bertahan di atas beberapa level signifikan. Tren ini menjadi penting untuk dipahami oleh investor pemula maupun yang tengah mempelajari dinamika teknikal crypto secara objektif.
Harga Ripple (XRP) tercatat memulai penurunan setelah gagal mempertahankan level di atas USD 1,80 atau sekitar Rp30.218 dengan kurs 1 USD = Rp16.788. Kegagalan ini mencerminkan bahwa tekanan jual lebih kuat dalam periode jangka pendek.
Penurunan berlanjut ketika harga turun di bawah USD 1,72 dan USD 1,65, menandakan bahwa momentum bullish mulai melemah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar crypto kini memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.
Baca Juga: 5 Fakta Sejarah BTC Februari Sering Bangkit Setelah Januari Merosot!

Setelah penurunan awal, harga XRP sempat diperdagangkan di bawah USD 1,60 (sekitar Rp26.861), di mana level tersebut juga menjadi titik resistensi teknikal baru. Perdagangan di bawah level ini menguatkan bias turun pasar.
Indikator teknikal seperti Simple Moving Average (SMA) 100 jam menunjukkan harga berada di bawah garis tren jangka pendek, yang menandakan bearish bias masih dominan di grafik intraday.
Level support jangka pendek penting berikutnya berada di sekitar USD 1,50 atau sekitar Rp25.182. Level ini penting karena menjadi titik di mana tekanan jual cenderung melunak dan pembeli mungkin muncul kembali.
Jika harga menutup di bawah USD 1,50 secara konsisten dalam jangka pendek, peluang penurunan lanjutan semakin besar. Sebaliknya, jika harga dapat rebound dari area ini, momentum turun bisa tertahan sementara.
Resistensi utama terlihat dekat dengan USD 1,65 atau sekitar Rp27.700. Bagi pasar crypto secara luas, kemampuan harga XRP untuk menembus kembali level ini akan menjadi indikasi kekuatan bullish jangka pendek.
Namun, selama harga tetap di bawah level ini, struktur teknikal masih menunjukkan bias turun. Penembusan di atas level resistance dapat membuka peluang koreksi harga lebih tinggi lagi.
Bagi investor pemula maupun yang sedang mempelajari grafik teknikal, pola penurunan harga XRP ini menunjukkan pentingnya memperhatikan level support dan resistance. Pergerakan di bawah beberapa level kunci bisa menjadi sinyal untuk berhati-hati atau menunggu konfirmasi tren.
Kondisi pasar yang consolidating bukan berarti bearish jangka panjang, tetapi mencerminkan bahwa pasar crypto berfluktuasi dan memerlukan perencanaan risiko yang matang. Memahami zona harga penting dapat membantu mengelola ekspektasi dan strategi investasi Anda.
Baca Juga: Michael Saylor Incar Beli Bitcoin saat BTC Turun ke USD 78,000!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.