
Jakarta, Pintu News – Harga emas global kembali mengalami tekanan setelah dolar Amerika Serikat menguat dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve berubah. Penurunan ini membuat sentimen pasar emas menjadi lebih bearish dalam jangka pendek, meskipun tren jangka panjang masih dianggap positif. Situasi ini juga menarik perhatian investor yang membandingkan aset tradisional seperti emas dengan instrumen digital seperti crypto dan cryptocurrency, termasuk Bitcoin , Ethereum , Ripple , dan Pepe Coin .
Harga emas spot dan kontrak futures emas April dilaporkan turun sekitar 3,52% dalam perdagangan terbaru. Penurunan ini terjadi ketika permintaan terhadap dolar AS meningkat tajam sehingga membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor global.
Ketika dolar menguat, harga emas biasanya mengalami tekanan karena logam mulia tersebut dihargai dalam dolar. Kondisi ini membuat investor internasional harus membayar lebih mahal untuk membeli emas sehingga permintaan cenderung melemah.
Baca Juga: 7 Alasan Emas On-Chain Naik Daun: Trading 24/7 Saat Pasar Tutup, XAUT-USDT Jadi Incaran

Perubahan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga emas. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga hingga Juni kini mencapai sekitar 60%, naik dari sebelumnya sekitar 45%.
Ekspektasi ini mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Ketika suku bunga tetap tinggi, investor cenderung memilih instrumen dengan imbal hasil seperti obligasi dibanding emas yang tidak memberikan yield.
Harga minyak mentah yang meningkat juga turut mempengaruhi dinamika pasar emas global. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi sehingga mendorong spekulasi bahwa bank sentral mungkin mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Dalam kondisi seperti ini, dolar AS biasanya menguat karena investor mencari aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Dampaknya, emas kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset lindung nilai dalam jangka pendek.
Penurunan pasar saham global juga dapat memicu penjualan emas oleh investor besar. Ketika terjadi margin call, investor yang menggunakan leverage harus menambah dana atau menjual aset untuk menutup posisi mereka.
Dalam situasi tersebut, emas sering menjadi salah satu aset yang dijual karena sebelumnya sudah mengalami kenaikan harga yang signifikan. Penjualan ini meningkatkan tekanan pada harga emas di pasar global.
Secara teknikal, emas masih berada dalam tren naik jangka panjang meskipun saat ini mengalami koreksi tajam. Beberapa level penting yang menjadi perhatian trader meliputi:
Jika dikonversi menggunakan kurs 1 USD = Rp16.907, maka level harga tersebut berkisar antara sekitar Rp81 juta hingga Rp87 juta per troy ounce. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun emas masih berada dalam tren bullish jangka panjang, volatilitas jangka pendek tetap tinggi.
Penurunan harga emas saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi seperti penguatan dolar AS, perubahan ekspektasi suku bunga Federal Reserve, serta kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. Selain itu, dinamika pasar saham dan margin call juga dapat memicu aksi jual emas oleh investor institusional.
Di tengah kondisi tersebut, sebagian investor mulai mempertimbangkan diversifikasi portofolio ke aset digital seperti cryptocurrency. Namun berbeda dengan emas yang dikenal sebagai aset stabil, crypto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) memiliki volatilitas yang jauh lebih tinggi sehingga memerlukan strategi manajemen risiko yang lebih matang.
Baca Juga: 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.