Harga Tether Gold (XAUt) Turun Tajam di Tengah Lonjakan Permintaan Emas Global

Di-update
March 4, 2026
Bagikan
Gambar Harga Tether Gold (XAUt) Turun Tajam di Tengah Lonjakan Permintaan Emas Global

Jakarta, Pintu News – Harga Tether Gold mengalami penurunan signifikan di tengah meningkatnya permintaan emas global. Fenomena ini cukup mengejutkan bagi sebagian pelaku pasar, mengingat emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai ketika ketidakpastian geopolitik meningkat. Namun dalam kondisi pasar terbaru, sejumlah faktor makroekonomi justru menekan harga emas digital tersebut meskipun ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat.

Penurunan harga XAUt menunjukkan bahwa dinamika pasar emas digital tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan fisik terhadap emas, tetapi juga oleh variabel ekonomi global seperti kekuatan dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi, serta kompetisi dengan aset kripto lain seperti Bitcoin.

Penguatan Dolar AS dan Yield Treasury Menekan XAUt

Pada perdagangan Selasa, harga Tether Gold (XAUt) tercatat turun sekitar 4,15% dan sempat menyentuh level $5.061 atau sekitar Rp85.500.000 per token (kurs sekitar Rp16.900 per USD). Penurunan ini terjadi setelah harga sebelumnya berada di atas $5.100.

Salah satu faktor utama yang menekan harga XAUt adalah penguatan indeks dolar AS (DXY) yang menembus level 99,00, tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir. Ketika dolar menguat, harga emas—termasuk emas digital seperti XAUt—menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar. Kondisi ini sering menyebabkan permintaan internasional terhadap emas menurun dalam jangka pendek.

Selain itu, kenaikan yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun juga menjadi tekanan tambahan bagi pasar emas. Dalam dua hari terakhir, imbal hasil obligasi tersebut meningkat sekitar 17 basis poin, membuat aset berbunga menjadi lebih menarik bagi investor dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Situasi ini mendorong sebagian investor mengalihkan dana dari emas dan XAUt ke instrumen keuangan yang menawarkan return lebih stabil.

Baca Juga:Ā 7 Alasan Emas On-Chain Naik Daun: Trading 24/7 Saat Pasar Tutup, XAUT-USDT Jadi Incaran

Ketegangan Geopolitik Belum Mampu Mengangkat Harga

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran sebenarnya memiliki potensi untuk mendorong harga emas naik. Konflik di kawasan Teluk sering kali memicu peningkatan permintaan terhadap aset safe haven karena investor mencari perlindungan dari ketidakpastian global.

Namun dalam kondisi pasar saat ini, efek safe haven tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan dari faktor makroekonomi. Meskipun terjadi eskalasi militer dan ancaman terhadap jalur perdagangan energi global, harga Tether Gold (XAUt) tetap mengalami tekanan akibat penguatan dolar dan kenaikan yield obligasi.

Beberapa analis tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang emas. Ekonom dan investor emas Peter Schiff menyatakan bahwa konflik geopolitik berpotensi memberikan dorongan positif terhadap harga emas dalam jangka panjang. Sementara itu, analis dari JPMorgan bahkan memproyeksikan harga emas global dapat mencapai $6.300 per ons dalam tahun ini jika ketidakpastian ekonomi global terus meningkat.

Dominasi Bitcoin dan Peran Harga Minyak

Di saat harga Tether Gold mengalami penurunan, Bitcoin justru menunjukkan performa yang relatif lebih kuat dengan diperdagangkan di atas $68.000. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa sebagian investor mulai melihat Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.

Perubahan preferensi investor ini memperkuat narasi bahwa aset kripto, khususnya Bitcoin, mulai bersaing dengan emas sebagai safe haven di era digital. Meski volatilitas kripto tetap tinggi, likuiditas pasar yang besar membuat Bitcoin semakin menarik bagi investor global.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah juga turut memperkuat dolar AS. Karena sebagian besar transaksi minyak global dilakukan menggunakan dolar, lonjakan harga minyak meningkatkan permintaan terhadap mata uang tersebut. Penguatan dolar yang dipicu oleh harga energi ini kemudian memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas dan XAUt.

Menurut Juan Perez dari Monex USA, hubungan antara harga minyak, dolar, dan emas menjadi faktor penting yang menjelaskan mengapa harga emas digital dapat turun meskipun permintaan emas fisik meningkat.

Prospek Tether Gold ke Depan

Penurunan harga Tether Gold (XAUt) di tengah meningkatnya permintaan emas global menunjukkan bahwa faktor makroekonomi memiliki pengaruh besar terhadap pasar emas digital. Penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi, serta perubahan preferensi investor menuju aset kripto menjadi kombinasi tekanan yang signifikan bagi harga XAUt.

Meski demikian, prospek jangka panjang emas—termasuk emas digital—masih sangat bergantung pada perkembangan inflasi global, kebijakan suku bunga bank sentral, dan dinamika geopolitik. Jika ketidakpastian ekonomi meningkat atau inflasi kembali melonjak, permintaan terhadap emas berpotensi meningkat kembali.

Ke depan, pergerakan harga Tether Gold kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama: arah kebijakan moneter Amerika Serikat, kekuatan dolar AS, serta perkembangan konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:Ā 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

buy gold bar
Sumber: Dr Wealth

Seiring berkembangnyaĀ teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melaluiĀ aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalahĀ Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.

Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadapĀ inflasiĀ atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistemĀ aset digital.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Coingape. Here’s Why Tether Gold Price Is Falling Even With Growing Gold Demand. Diakses tanggal hari ini.

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->