BTC Naik Rp33,8 Juta Sehari, Emas Turun 3,6%, Ada Apa?

Di-update
March 4, 2026
Bagikan
Gambar BTC Naik Rp33,8 Juta Sehari, Emas Turun 3,6%, Ada Apa?

Jakarta, Pintu News – Konflik Iran kembali mengguncang pasar global dan memaksa investor menilai ulang aset ā€œamanā€ yang mereka pilih. Alih-alih emas, arus dana justru terlihat lebih responsif ke crypto dan cryptocurrency, terutama Bitcoin . Pola ini memunculkan pertanyaan: mengapa aset digital bisa menguat ketika saham dan logam mulia melemah?

1. Bitcoin (BTC) Menguat Saat Bursa AS Melemah

Bitcoin (BTC) sempat turun hingga $66.300 atau sekitar Rp1.120.934.100, lalu pulih dan diperdagangkan di kisaran $68.783 atau sekitar Rp1.162.914.181. Pergerakan ini berarti kenaikan sekitar $2.000 atau sekitar Rp33.814.000 dalam periode perdagangan AS. Kenaikan intraday seperti ini sering dibaca pasar sebagai respons terhadap lonjakan ketidakpastian, bukan sekadar reli teknikal.

Di sisi lain, indeks saham AS terkoreksi dan memperkuat narasi ā€œrisk-offā€ di ekuitas. Ketika Nasdaq melemah sekitar 1% dan indeks besar lain ikut turun, sebagian investor memilih memindahkan eksposur dari saham ke aset yang likuid dan bisa diperdagangkan 24/7. Pergeseran ini ikut mengangkat minat pada crypto dan cryptocurrency, meski tidak otomatis berarti risiko pasar menghilang.

Baca Juga:Ā 7 Alasan Emas On-Chain Naik Daun: Trading 24/7 Saat Pasar Tutup, XAUT-USDT Jadi Incaran

2. Emas dan Perak Turun Tajam, Safe Haven Tidak Selalu Sama

Emas yang biasanya menjadi rujukan safe haven justru turun sekitar 3,6% ke $5.119/oz atau sekitar Rp86.546.933. Perak turun lebih dalam sekitar 6,2% ke $83/oz atau sekitar Rp1.403.281. Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa label ā€œsafe havenā€ bersifat kontekstual, terutama saat pasar menimbang dolar AS, yield, dan kebutuhan likuiditas.

Agar mudah dibandingkan, berikut ringkasan angka kunci (kurs 1 USD = Rp16.907).

  • Bitcoin (BTC): dari $66.300 (Rp1.120.934.100) ke $68.783 (Rp1.162.914.181)
  • Emas: $5.119/oz (Rp86.546.933), turun sekitar 3,6%
  • Perak: $83/oz (Rp1.403.281), turun sekitar 6,2%

3. Harga Energi dan Narasi Inflasi Mengubah Preferensi Investor

Konflik Iran juga mengangkat sensitivitas pasar terhadap energi, karena risiko pasokan sering cepat masuk ke harga. Brent disebut naik sekitar 4,5% ke $81/barel atau sekitar Rp1.369.467. Kenaikan energi seperti ini meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang kemudian memengaruhi ekspektasi suku bunga.

Ketika pasar melihat inflasi berpotensi lebih ā€œlengketā€, aset yang sensitif pada suku bunga ikut bergejolak. Saham, obligasi, dan logam mulia dapat tertekan karena penyesuaian ekspektasi return riil. Dalam kerangka ini, sebagian pelaku pasar menilai crypto dan cryptocurrency sebagai alternatif diversifikasi jangka pendek, meski volatilitasnya tetap tinggi.

4. Ekspektasi The Fed Membatasi Peluang Pemangkasan Suku Bunga

the fed crypto
Generated by AI

Kenaikan energi dan ketidakpastian geopolitik dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati. Data probabilitas pasar yang disebutkan menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga seperempat poin hanya sekitar 2,6%. Jika skenario ā€œrates higher for longerā€ menguat, emas yang tidak berimbal hasil bisa kalah menarik relatif terhadap instrumen berbunga.

Di saat yang sama, Bitcoin (BTC) dapat diuntungkan oleh dua mekanisme yang berbeda: narasi lindung nilai alternatif dan arus risk rotation dari ekuitas. Namun, kedua mekanisme ini tidak selalu stabil karena sentimen crypto dan cryptocurrency bisa berubah cepat saat volatilitas naik. Karena itu, reli BTC dalam episode seperti ini tetap perlu dibaca sebagai reaksi pasar, bukan kepastian tren baru.

5. Pasar Prediksi Memotret Ketidakpastian yang Masih Tinggi

Platform prediksi yang dikutip menggambarkan ekspektasi yang terbelah. Peluang Bitcoin (BTC) turun ke $55.000 atau sekitar Rp929.885.000 disebut 58%, sementara peluang menuju $84.000 atau sekitar Rp1.420.188.000 disebut 42%. Angka ini menegaskan bahwa reli jangka pendek bisa terjadi bahkan saat sentimen besar masih condong berhati-hati.

Dari sisi geopolitik, probabilitas gencatan senjata sebelum April disebut 45%, sedangkan peluang rezim Iran jatuh sebelum Oktober 38%. Ketidakpastian seperti ini biasanya menjaga volatilitas lintas aset tetap tinggi, termasuk di crypto dan cryptocurrency. Implikasinya, manajemen risiko menjadi lebih penting daripada menebak satu skenario tunggal.

6. Apa Artinya untuk Kamu yang Memantau Crypto dan Aset Tradisional

Episode ini memberi sinyal bahwa ā€œaset amanā€ tidak selalu identik dengan emas, terutama ketika dolar, energi, dan suku bunga bergerak bersamaan. Bitcoin (BTC) bisa terlihat lebih kuat relatif terhadap saham dan emas pada hari tertentu karena likuiditas global dan preferensi investor bergeser cepat. Namun, reli tersebut tetap berada dalam kerangka volatilitas tinggi yang melekat pada crypto dan cryptocurrency.

Jika kamu ingin membaca pasar secara lebih disiplin, fokus pada pemicu utamanya: harga energi, ekspektasi The Fed, dan arah risk appetite di ekuitas. Perubahan kecil pada tiga faktor ini dapat mengubah arus dana dari emas ke dolar, atau dari saham ke BTC. Dengan begitu, kamu bisa menilai pergerakan Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari dinamika makro, bukan sekadar headline harian.

Baca Juga:Ā 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

buy gold bar
Sumber: Dr Wealth

Seiring berkembangnyaĀ teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melaluiĀ aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalahĀ Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.

Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadapĀ inflasiĀ atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistemĀ aset digital.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->