6 Level Kunci BTC Jelang Pertengahan April 2026: Naik atau Turun?

Di-update
April 8, 2026
Bagikan
Gambar 6 Level Kunci BTC Jelang Pertengahan April 2026: Naik atau Turun?

Jakarta, Pintu News – Bitcoin memasuki fase “decision time” menjelang pertengahan April setelah bergerak sideways selama hampir dua bulan. Harga saat ini berada di sekitar US$69.350 atau sekitar Rp1.178.287.950 dengan kurs Rp16.997 per dolar. Kondisi ini membuat pasar crypto dan cryptocurrency bersiap menghadapi pergerakan besar berikutnya.

1. Bitcoin Sideways 8 Minggu di Zona Rp1,05–Rp1,25 Miliar

Bitcoin bergerak dalam rentang US$62.000 hingga US$74.000 selama dua bulan terakhir. Jika dikonversi, rentang ini sekitar Rp1.053.814.000 hingga Rp1.257.778.000. Pergerakan sideways panjang ini biasanya diikuti breakout besar.

Analis menyebut BTC kini memasuki minggu konsolidasi ke-9. Secara historis, pola serupa sering diakhiri dengan pergerakan kuat. Hal ini membuat pertengahan April menjadi periode krusial.

Baca Juga: 5 Cara Investasi Minyak Dunia: Mulai dari Rp11.000, Bisa Lewat Crypto?

2. Resistance Rp1,19 Miliar Jadi Penentu Arah

Bitcoin saat ini menguji area US$69.000–US$70.000. Zona ini setara sekitar Rp1.172.793.000 hingga Rp1.189.790.000. Breakout di atas area ini dapat memicu reli.

Jika berhasil ditembus, target berikutnya berada di US$72.000–US$74.000. Level tersebut setara Rp1.223.784.000 hingga Rp1.257.778.000. Trader crypto memantau area ini sebagai sinyal bullish.

3. Risiko Turun ke Support Rp1,10 Miliar

Jika BTC gagal breakout, harga bisa turun ke US$65.000–US$66.000. Zona ini setara sekitar Rp1.104.805.000 hingga Rp1.121.802.000. Area ini menjadi support jangka pendek.

Level tersebut telah menahan harga selama beberapa minggu. Banyak holder berada di area ini sehingga menciptakan lantai harga. Support kuat biasanya memicu akumulasi.

4. Zona “No Trade” Bikin Pasar Menunggu

Data URPD menunjukkan cluster holder besar antara US$63.111–US$70.685. Rentang ini setara Rp1.072.702.467 hingga Rp1.201.470.445. Area ini disebut sebagai “No-Trade Zone”.

Selama harga berada di area tersebut, pasar cenderung stagnan. Holder mempertahankan posisi beli mereka. Hal ini membuat volatilitas sementara menurun.

5. Support Besar BTC di Rp1,02–Rp952 Juta

Trendline naik jangka panjang berada di sekitar US$60.000 dan US$56.000. Jika dikonversi, level tersebut sekitar Rp1.019.820.000 dan Rp951.832.000. Area ini dianggap support utama sejak 2017.

Setiap retest sebelumnya memicu bull run besar. Analis menyebut level ini sebagai launchpad. Investor crypto sering menunggu area ini untuk akumulasi.

6. Zona “Generational Buy” Jika BTC Jatuh

Beberapa metrik on-chain menunjukkan area beli kuat di bawah US$50.000. Contohnya CVDD di US$47.960 atau sekitar Rp815.150.120. Band MVRV 0.8 berada di US$43.647 atau Rp741.835.059.

Level lain termasuk realized price holder jangka panjang US$49.387. Nilai tersebut sekitar Rp839.406.239. Jika tercapai, pasar bisa memasuki fase akumulasi besar.

Apa Artinya untuk Investor Crypto

Bitcoin (BTC) sedang mendekati fase keputusan besar. Breakout di atas Rp1,19 miliar bisa memicu rally. Sebaliknya, penolakan dapat membawa koreksi jangka pendek.

Kamu perlu memperhatikan area resistance dan support utama. Pergerakan dari zona konsolidasi biasanya kuat. Pasar cryptocurrency kemungkinan menjadi volatil dalam beberapa minggu.

Baca Juga: 3 Sinyal Ethereum: Bisa Tembus Rp40 Juta atau Turun Lagi?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->